Secara keseluruhan, terdapat empat puluh tiga proyek penelitian yang terlibat dalam tahap ini setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing peneliti. Penelitian-penelitian tersebut telah menghasilkan sebanyak 2.362 sampel biologis (tabung) hingga bulan Desember 2025.
Secara keseluruhan, terdapat empat puluh tiga proyek penelitian yang terlibat dalam tahap ini setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing peneliti. Penelitian-penelitian tersebut telah menghasilkan sebanyak 13.600 sampel biologis (tabung) hingga bulan Desember 2024.
Kunjungan Program Magister Ilmu Biomedik Universitas Indonesia (UI)
Pengembangan Infection Biobank Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM
Persiapan Biorepositori Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Jakarta
Kunjungan dan konsultasi oleh Kepala INA-RESPOND Tangerang
Kunjungan mahasiswa Program Doktor FK-KMK UGM angkatan 2023
Audit pengelolaan sampel berbasis GCLP di Biobank FK-KMK UGM
Kunjungan Prof. Ganesan Karthikeyan dari All India Institute of Medical Sciences (AIIMS), New Delhi, India: Peluang Kolaborasi Riset Internasional
Kunjungan Prof. Martina Micheletti dari University College London (UCL)
Kunjungan Prof. Jason Swedlow dari Molecular Cell and Developmental Biology, School of Life Sciences, University of Dundee, Skotlandia
Workshop Nasional Biobank ke-9: Biobank Infeksi
Visiting Professor: Precision Medicine in Colorectal Cancer
Pengembangan sistem pengelolaan sampel untuk Biobank Infeksi Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM
Workshop Nasional Biobank ke-9: Biobank Infeksi
Workshop Nasional Biobank IX: Biobank Infeksi telah berhasil diselenggarakan pada 24–26 November 2024 di FK-KMK UGM. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Biobank FK-KMK UGM, Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM, dan Rumah Sakit Akademik UGM dalam meningkatkan kapasitas penelitian penyakit infeksi melalui pengelolaan biobank yang berstandar internasional.
Workshop ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari 22 institusi berbeda, meliputi lembaga penelitian, rumah sakit, dan perguruan tinggi. Narasumber kegiatan ini terdiri atas pakar biobank internasional, antara lain Zisis Kozlakidis, Ph.D. (WHO IARC, Lyon) dan Dr. Cheong Io Hong (Shanghai Jiao Tong University), serta tim dari Biobank FK-KMKUGM dan Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM.
Biobank FK-KMK UGM juga berkontribusi dalam program brave learning melalui eLOK UGM (e-Learning Open for Knowledge Sharing) dan UGM Online. Program ini bertujuan untuk menghimpun materi pelatihan internal dan eksternal terkait pengumpulan dan pengelolaan biospesimen berkualitas, dengan memanfaatkan eLOK dan UGM Online sebagai media berbagi materi pelatihan.
Materi pembelajaran disajikan dalam bentuk modul, video, serta evaluasi peserta, yang dirancang untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai aspek teknis dan nonteknis pengumpulan biospesimen. MOOC terbaru Biobank FK-KMK UGM adalah MOOC 3: Pengembangan Materi Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia.
Linda Tri P., S.Tr.Kes sebagai narasumber dalam Lokakarya Manajemen Laboratorium Sains di SMA Negeri 1 Temon.
Pelayanan pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan bakti sosial pada acara Dies Natalis Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma.
Secara keseluruhan, terdapat dua puluh delapan proyek penelitian yang terlibat dalam tahap ini setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing peneliti. Kedua belas penelitian tersebut telah menghasilkan sebanyak 12.524 sampel biologis (tabung).
Pada 2023, Biobank FK-KMK UGM menerima kunjungan dari berbagai institusi.

















Biobank merupakan konsep baru dalam penelitian kesehatan di Indonesia. Ruang lingkup kerja biobank mencakup aspek teknis, meliputi pengumpulan biospesimen secara sistematis dan jangka panjang, transportasi, serta penyimpanan, serta aspek non-teknis yang mencakup dimensi etika, hukum, dan sosial. Selain mengelola layanan infrastruktur, Unit Biobank juga memiliki peran edukatif di tingkat nasional yang dilaksanakan melalui platform eLOK, kanal YouTube, serta situs web Biobank yang dapat diakses secara nasional.
Pada tahun 2021, melalui pendanaan Hibah TI Kelas B, telah disusun materi edukasi berupa modul lengkap serta 12 video yang membahas konsep dasar biobank, manajemen sampel, manajemen data, serta pengenalan aplikasi SIMBIOX (Sistem Informasi Manajemen Biobank). Materi ini tersedia melalui platform eLOK dan kanal YouTube Biobank. Materi berbentuk video tersebut dapat diakses oleh mahasiswa, jejaring AHS, serta peneliti baik di dalam maupun di luar UGM, dan menjadi bagian dari materi pelatihan biobank tingkat nasional untuk penelitian kesehatan di Indonesia yang secara rutin diselenggarakan setiap tahun di UGM.
Pada tahun ini, kami berupaya melengkapi materi edukasi dalam bentuk modul teknis dan video yang ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, serta tenaga teknis laboratorium, mulai dari tahap pengambilan sampel hingga praktik langsung di laboratorium (wet lab). Diharapkan materi ini dapat menjadi rujukan dalam pelatihan mandiri maupun pelatihan yang diselenggarakan oleh Biobank FK-KMK UGM. KLIK DI SINI
Luaran:
Revisi naskah akademik dan penyusunan draf peraturan pemerintah
Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan publikasi ilmiah
Infografis pemodelan biobank berbasis rumah sakit
Infografis naskah akademik
Diseminasi dan evaluasi pemodelan biobank berbasis rumah sakit




Penasihat teknis biobank pada BGSi (Jajah Fachiroh)
Pengembangan sistem manajemen data (SIMBIOX) versi 2.1 (Kementerian Kesehatan–Sisfomedika) untuk digunakan pada hub biobank dan BGSi pusat
Kolaborator dalam pengembangan riset multimorbiditas (pendanaan GCRF)
Kerja sama pemanfaatan SIMBIOX dengan Direktorat Transformasi Digital (DTO) Kementerian Kesehatan (SIMBIOX merupakan salah satu sistem dasar yang digunakan oleh BGSi)
Kolaborasi penyusunan berbagai SOP biobank bersama Kementerian Kesehatan
Kerja sama dengan PT Sisfomedika dalam pengembangan SIMBIOX versi 2.0
Workshop penggunaan SIMBIOX bagi Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan
Kolaborasi dengan laboratorium kesehatan masyarakat sebagai pakar biorepositori eksternal (Jajah Fachiroh)
Narasumber pelatihan laboratorium kesehatan masyarakat (Ery K. Dwianingsih)
Pembuatan video edukasi mengenai Informed Consent untuk Studi Survei Kesehatan Indonesia
Dalam proses penyusunan dua manuskrip yang berkaitan dengan etika biobank dan pemodelan biobank (menggunakan data dari penelitian hibah LPDP RISPRO).
Biobank merupakan fasilitas atau organisasi yang berfungsi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola sampel biologis manusia, seperti darah, jaringan, urin, dan DNA, serta data kesehatan yang terkait. Tujuan utama biobank adalah mendukung penelitian ilmiah di berbagai bidang, termasuk biomedis, genetika, epidemiologi, dan pengembangan obat. Hingga saat ini, operasional biobank mengacu pada prinsip-prinsip best practices. Dalam rangka memperkaya pengetahuan terkait operasional biobank sehari-hari, Biobank FK-KMK UGM menyelenggarakan Workshop Biobank Nasional VIII: Best Practices in Biobank pada tanggal 27–29 November 2023.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi:
Proses pembelajaran dilaksanakan melalui dua pendekatan, yaitu:
Workshop ini diikuti oleh 23 peserta dari 12 institusi, yaitu BGSi, RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso, RS Kanker Dharmais, RS PON, RSAB Harapan Kita, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Sardjito, RS Dr. Cipto Mangunkusumo Ngoerah, RS Persahabatan, BKPK, Universitas YARSI, dan RS Siloam.
Partisipasi dalam kegiatan HRIE (Health Research Innovation and Expo)
Kontribusi dalam kegiatan akreditasi
Penerimaan kunjungan dari berbagai institusi
Pertemuan tahunan ISBER telah menjadi forum utama dalam edukasi biobank selama lebih dari 20 tahun dan merupakan satu-satunya kegiatan biobank yang benar-benar berskala global. Setiap tahun, ISBER mempertemukan para praktisi biobank, baik peserta baru maupun yang telah berpengalaman, dari enam benua, serta memberikan wadah bagi akademisi, industri, dan sektor farmasi untuk belajar, membangun jejaring, berdiskusi, dan berkolaborasi. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 3–6 Mei 2023 di Seattle, Amerika Serikat.
Pelatihan Dasar bagi Teknisi Laboratorium oleh UGM pada Maret 2023 (Efri Kurniawan)
Partisipasi dalam Workshop Biobank 101 yang diselenggarakan oleh ISBER pada April 2023 (F. Linda Tri P dan Efri Kurniawan)
Pelatihan Integrasi ChatGPT dan Canva sebagai Media Pembelajaran Daring 32 JP pada Mei 2023 (F. Linda Tri P dan Efri Kurniawan)
Partisipasi dalam Workshop Hibah Pengembangan Mata Kuliah Berbasis Teknologi Informasi Tahun 2023 pada Mei 2023 (F. Linda Tri P dan Efri Kurniawan)
Pelatihan isolasi PBMC (F. Linda Tri P dan Efri Kurniawan)
Pelatihan Tips Menjaga Keamanan Penggunaan Komputer (F. Linda Tri P dan Efri Kurniawan)
Pelatihan Aktivitas Fisik di Lingkungan Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas (F. Linda Tri P dan Efri Kurniawan)
Pelatihan Biosafety dan Biosecurity (Efri Kurniawan)
Secara keseluruhan, terdapat dua puluh enam proyek penelitian yang terlibat dalam tahap ini setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing peneliti. Kedua belas penelitian tersebut telah menghasilkan sebanyak 17.305 sampel biologis (tabung).
Pada 2022, Biobank FK-KMK UGM menerima kunjungan dari berbagai institusi.







Penyusunan naskah akademik dan draf Peraturan Pemerintah terkait penyelenggaraan biobank untuk kesehatan
Implementasi pemodelan biobank berbasis rumah sakit di Rumah Sakit Akademik UGM
Kerja sama pemanfaatan SIMBIOX dengan Direktorat Transformasi Digital (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; SIMBIOX merupakan salah satu sistem dasar yang digunakan oleh BGSi
Kolaborasi penyusunan dan pengembangan berbagai SOP biobank bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Kerja sama dengan tim Sisfomedika dalam pengembangan SIMBIOX versi 2.0
Building a Biobank Network for Health Research in Indonesia
Pelatihan teknis biobank bagi staf laboratorium Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM
Pelatihan dasar biobank bagi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Peserta pelatihan berasal dari RS Persahabatan, RS Kanker Dharmais, RS Harapan Kita, RS PON, RSCM, RS Dr. Sardjito, Laboratorium Nasional, RSPI Sulianti Saroso, BGSi, RS Prof. I.G.N.G. Ngoerah, serta BKPK Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Pada tahun 2018, Biobank FK-KMK UGM memperoleh hibah penelitian dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengembangkan sistem tata kelola biobank dalam rangka mendukung pengembangan penelitian dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Biobank FMPHN UGM bekerja sama dengan Rumah Sakit Akademik UGM (RSA UGM) dan membentuk sebuah unit bernama Medical Biobank for Health Research in Indonesia (MBRIO).
MBRIO dikembangkan dengan mencakup beberapa lini utama, yaitu tata kelola, etik, teknis, dan bioinformatika, dengan luaran berupa model biobank berbasis rumah sakit. Meskipun pelaksanaannya sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, proyek ini dapat diselesaikan pada periode 2022–2023.
Pemodelan biobank berbasis rumah sakit dilakukan dengan mengikuti alur pelayanan pasien (patient pathway) serta memastikan kepatuhan terhadap protokol pada setiap unit yang terlibat. Kegiatan pemodelan ini dilaksanakan pada Juni–November 2022 dengan melibatkan 30 tenaga medis dan 6 tenaga nonmedis yang sebelumnya telah mendapatkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan.
Berdasarkan pemodelan tersebut, diperoleh hasil penelitian yang dapat diterapkan dan diadaptasi oleh rumah sakit lain yang akan membangun dan mengembangkan biobank. Penelitian ini menghasilkan sebuah buku berjudul “Pedoman Teknis Pemodelan Biobank Berbasis Rumah Sakit” yang telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan nomor 000427347.
Pengembangan kurikulum pelatihan biobank bagi Manajer Data dan Teknisi Laboratorium
Kontribusi dalam kegiatan akreditasi (Program Studi Doktor, Departemen Patologi Anatomi, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ortopedi)
Partisipasi dalam kegiatan HRIE (Health Research Innovation and Expo)
Partisipasi dalam Pameran IT Grant terkait pengembangan MOOC (Massive Open Online Course) dengan tema Biobank di Era Pandemi
Pelatihan teknisi biobank dalam penanganan sampel infeksius di RSUD Tangerang dan INA-RESPOND
Menjadi laboratorium rujukan untuk pelatihan GCLP terkait topik keterlacakan sampel
Penerimaan peserta magang (1 anggota tim BGSi dan 2 mahasiswa Magister SIMKES FMPHN UGM)



Secara keseluruhan, terdapat dua belas proyek penelitian yang terlibat dalam tahap ini setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing peneliti. Kedua belas penelitian tersebut telah menghasilkan sebanyak 9.986 sampel biologis (tabung).
Pada 2021, Biobank FK-KMK menerima kunjungan dari berbagai institusi
Di negara-negara maju, fasilitas biobank klinis dan berbasis populasi telah menjadi bagian integral dalam mendukung kegiatan penelitian dan layanan klinis. Namun, di negara berkembang seperti Indonesia, biobank masih merupakan konsep yang relatif baru. Meskipun sering beroperasi di balik layar, biobank memiliki peran yang sangat penting dalam diagnosis serta pengembangan terapi untuk berbagai penyakit. Saat ini, dunia menyaksikan upaya berbagai negara yang berlomba-lomba mengembangkan vaksin dan terapi untuk COVID-19. Dalam situasi pandemi, kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan analisis sampel pasien menjadi garda terdepan.
Permasalahan penyediaan biospesimen yang berkualitas telah lama menjadi faktor penting dalam pengelolaan penyakit tidak menular maupun penyakit infeksi baru yang bermunculan. Pandemi COVID-19 menghadirkan berbagai tantangan dalam aktivitas biobank di seluruh dunia. Luasnya cakupan pandemi, dengan lebih dari empat juta kasus secara global hingga pertengahan September 2021, menunjukkan bahwa biobank berpotensi menangani jumlah sampel yang sangat besar yang terlibat dalam pengembangan vaksin, alat diagnostik, dan terapi.
Workshop Nasional Biobank VI: “Biobank di Era Pandemi”
(terkait Hibah TI 2021)
Peserta:
Sebanyak 80 peserta dari 16 institusi, yaitu:
Eijkman Institute, RSPAD Gatot Subroto, RSPI Sulianti Saroso, Balitbangkes, RSA UGM, RSUP Dr. Sardjito, Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Islam Al-Azhar, Universitas Jember, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Lampung, Universitas Malikussaleh, Universitas YARSI, FKG UGM, dan FK-KMK UGM.
Biobank memiliki peran penting dalam penyediaan biosampel yang berkualitas. Ketersediaan biosampel bermutu berkaitan erat dengan keberlanjutan penelitian yang sedang dan akan berlangsung, sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat. Universitas Gadjah Mada, melalui Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (Biobank FK-KMK), telah berperan aktif dalam pengembangan biobank di Indonesia.
Seiring dengan berkembangnya biobank di Indonesia, berbagai tantangan turut muncul, salah satunya terkait pengolahan dan pemanfaatan jaringan serta sel manusia untuk keperluan pelayanan kesehatan dan penelitian. Menyikapi hal tersebut, Biobank FK-KMK UGM menginisiasi pengembangan sebuah program komputer berupa Sistem Informasi Manajemen Biobank (SIMBIOX).
SIMBIOX dirancang untuk mendukung proses pengumpulan, pengelolaan, dan pengolahan biosampel yang dikelola oleh biobank. Sistem ini merupakan sistem informasi manajemen data biobank yang dikembangkan oleh tim di FK-KMK UGM dan direncanakan untuk dibagikan kepada laboratorium yang berminat menggunakannya sebagai sistem sumber terbuka (open source).
Biobank FK-KMK UGM mengembangkan video edukasi dan advokasi pembelajaran dengan dukungan pendanaan Hibah TI FK-KMK. Video tersebut dapat diakses melalui kanal YouTube Biobank FK-KMK.
Roadshow Biobank merupakan kegiatan untuk memperkenalkan Biobank FK-KMK UGM kepada sivitas akademika, khususnya para peneliti yang sedang atau akan melakukan penelitian. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan mengunjungi berbagai unit atau departemen.
Dalam kegiatan ini, Biobank menyampaikan konsep, layanan, dan fasilitas yang dimiliki, serta menjelaskan alur pengelolaan biobank dalam menjaga mutu biosampel, keterlacakan data dan sampel, serta kepatuhan terhadap standar yang berlaku.
Sebagai salah satu fasilitas pendukung penelitian dan layanan klinis (core facilities), biobank memiliki peran penting dalam pengembangan riset di perguruan tinggi, khususnya di bidang kedokteran dan ilmu hayati. Biobank memungkinkan peneliti untuk melaksanakan berbagai penelitian secara berkelanjutan, dengan akses yang mudah terhadap biospesimen dan data pendukung yang terjaga kelengkapannya serta kualitas penyimpanannya.
Dalam konteks ini, biobank menjadi elemen yang sangat penting dalam menjamin mutu penelitian dan layanan. Di negara-negara maju, fasilitas biobank klinis dan berbasis populasi telah menjadi bagian integral dalam mendukung penelitian dan pelayanan klinis. Namun, di negara berkembang seperti Indonesia, biobank masih merupakan konsep yang relatif baru.
Tim Biobank FK-KMK UGM memiliki laboratorium pengolahan dan penyimpanan sampel yang didukung oleh sistem basis data. Saat ini, Biobank FK-KMK UGM telah menyediakan layanan pengolahan dan penyimpanan sampel bagi peneliti di lingkungan FK-KMK UGM. Pada saat yang sama, prospek kolaborasi tripartit dengan dua rumah sakit jejaring (RSA UGM dan RSUP dr. Sardjito), serta kerja sama dengan HDSS, semakin memperkuat peran Biobank sebagai fasilitas inti (core facility) dalam mendukung penelitian dan layanan klinis yang berkelanjutan.
Meningkatkan kompetensi ilmiah dan keterampilan mahasiswa di seluruh jenjang pendidikan di lingkungan FK-KMK terkait pengembangan biobank untuk riset kesehatan berkelanjutan, melalui keterlibatan pakar dari luar negeri
Mendorong kolaborasi antarpeneliti di lingkungan FK-KMK UGM
Mendorong pemanfaatan biosampel yang telah dikumpulkan secara kolektif untuk pengembangan penelitian kesehatan berkelanjutan
Mendorong pengembangan kolaborasi akademik, penelitian, dan publikasi ilmiah bersama pakar internasional
Saat ini belum tersedia materi edukasi terkait pengelolaan biospesimen dan biobank yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan di Indonesia, meskipun Tim Biobank merupakan penggagas kegiatan Pelatihan Biobank tahunan di UGM dan Indonesia yang telah berjalan selama lima tahun.
Materi pelatihan biobank akan disusun dalam bentuk video pembelajaran, bahan tertulis, referensi, serta tugas dan evaluasi peserta. Materi ini akan tersedia melalui platform eLOK, dapat diakses oleh mahasiswa dan peneliti di lingkungan UGM, serta menjadi bagian dari materi pelatihan biobank nasional untuk riset kesehatan di Indonesia.
Materi pelatihan tersebut, yang dikemas dalam bentuk MOOC (Massive Open Online Course), merupakan langkah awal dari rencana FK-KMK UGM untuk menjadi “Biobank Training Center” dengan memanfaatkan platform eLOK.
Secara keseluruhan, terdapat dua belas proyek penelitian yang terlibat dalam tahap ini setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing peneliti. Kedua belas penelitian tersebut telah menghasilkan sebanyak 4.497 sampel biologis (tabung).
Pada akhir tahun 2019 hingga 2020, Indonesia memberlakukan pembatasan aktivitas akibat pandemi COVID-19. Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) menerbitkan Surat Edaran tentang Batas Maksimal Aktivitas di Kampus. Berdasarkan kebijakan tersebut, seluruh kegiatan Biobank dilaksanakan dengan skema bekerja dari rumah (Work From Home/WFH). Dalam pelaksanaannya, setiap staf menyesuaikan dan menerapkan protokol sebagai berikut:
1. Alat Pelindung Diri (APD)
2. Pembatasan Jarak (Social Distancing)
3. Kebersihan Tangan
4. Pembersihan dan Disinfeksi Laboratorium
5. Penanganan Sampel
6. Pelatihan dan Komunikasi
7. Rencana Tanggap Darurat
8. Pemantauan dan Kepatuhan
9. Pembaruan Informasi
Seluruh personel Biobank turut menjadi relawan dalam Tim COVID-19 UGM yang bertugas di Laboratorium Mikrobiologi FK-KMK UGM.
Sebanyak satu personel dari bagian IT dan dua personel dari bagian laboratorium ditugaskan dengan pengaturan waktu kerja secara bergiliran, sehingga layanan Biobank tetap dapat berjalan.
Tugas relawan Tim COVID-19 UGM meliputi:
Pengembangan sistem pencatatan data sampel COVID-19, mulai dari identitas hingga hasil pemeriksaan laboratorium.
Pelaksanaan tugas sebagai teknisi laboratorium, termasuk penerimaan, pembongkaran kemasan, identifikasi, dan analisis sampel COVID-19.
Secara keseluruhan, terdapat sembilan proyek penelitian yang terlibat dalam tahap ini setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing peneliti. Kesembilan penelitian tersebut telah menghasilkan sebanyak 4.404 sampel biologis (tabung).
Pada 2019, Biobank FK-KMK UGM menerima kunjungan dari berbagai institusi




Scientific publications regarding Biobanks are accepted in the Biopreservation and Biobanking journals.
Development of a Biobank from a Legacy Vollection in Universitas Gadjah Mada, Indonesia: Proposed Approach for Centralized Biobank Development in Low-Resource Institutions.
Di negara-negara maju, fasilitas biobank klinis dan berbasis populasi telah menjadi bagian integral dalam mendukung kegiatan penelitian dan layanan klinis. Namun, di negara berkembang seperti Indonesia, biobank masih merupakan konsep yang relatif baru. Untuk dapat menerapkan dan mengembangkan biobank yang memenuhi standar internasional, biobank di negara berkembang perlu terus mempelajari tata kelola biobank dan praktik terbaik (good practices).
Menindaklanjuti hal tersebut, Biobank FK-KMK UGM menyelenggarakan Workshop Nasional Jejaring Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia dengan tema “Koleksi Biospesimen Klinis berkualitas dan Manajemen Biobank”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis terkait proses pengumpulan spesimen yang memenuhi standar mutu teknis serta kepatuhan terhadap kaidah etik, sekaligus memperkaya keterampilan teknis dalam isolasi DNA.
Pada tahun 2019, Biobank FK-KMK UGM kembali mengundang institusi jejaring serta Bart Scheeders (Kepala Kantor Hubungan Internasional UMCG; sebelumnya Manajer Teknis Lifelines Cohort Biobank) untuk memperkaya wawasan terkait operasional biobank sehari-hari, memberikan masukan mengenai manajemen dan rencana bisnis, serta mendiskusikan penguatan organisasi jejaring biobank untuk riset kesehatan di Indonesia.
Biobank FK-KMK UGM Menerima Pendanaan Hibah dari LPDP Kementerian Keuangan
Pada November 2018, Unit Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperoleh hibah penelitian dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengembangkan sistem tata kelola biobank bagi kepentingan riset kesehatan di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Akademik UGM (RSA UGM) serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Balitbang Kemenkes RI).
Penelitian tersebut berjudul “Pemodelan Sistem dan Kerangka Kebijakan Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia”, dengan tujuan:
Menghasilkan konsep, draf kebijakan, dan sistem terkait biobank di institusi akademik di Indonesia
Melakukan pendaftaran dan publikasi ilmiah pada tingkat nasional maupun internasional
Saat ini, luaran penelitian berupa naskah akademik dan pemodelan sistem telah mencapai sekitar 80% dari target yang direncanakan. Naskah akademik beserta draf awal (zero draft) Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Penyelenggaraan Biobank untuk Riset Kesehatan telah disampaikan kepada Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI untuk ditelaah lebih lanjut dalam lokakarya yang diselenggarakan pada 13 November 2019.



Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) Yogyakarta, Indonesia, memiliki beberapa fasilitas inti (core facilities), di antaranya Biobank dan HDSS (Health and Demographic Surveillance System). Biobank untuk kepentingan penelitian telah beroperasi sejak 2018, sementara HDSS telah menyelesaikan empat siklus survei tahunan pada sekitar 5.000 rumah tangga di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk mengkaji peluang pembentukan biobank kohort berbasis populasi, HDSS dan Biobank FK-KMK UGM melaksanakan studi pendahuluan pada peserta HDSS bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. Studi pendahuluan ini menguji berbagai protokol, meliputi rekrutmen peserta, pemberian informed consent, pengisian kuesioner, serta pengambilan sampel darah. Sebagai timbal balik, para peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar (meliputi pemeriksaan glukosa darah, kolesterol, indeks massa tubuh/BMI, dan EKG) serta edukasi kesehatan terkait pencegahan penyakit tidak menular, disertai konsultasi medis.
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama dua minggu pada Mei 2019. Dari total 240 undangan, sebanyak 135 peserta hadir di titik rekrutmen, dengan tingkat partisipasi mencapai 95%. Dalam proses persetujuan, hanya sebagian kecil peserta yang tidak menyetujui pembagian informasi mereka kepada pihak di luar UGM. Seluruh data yang terkumpul selanjutnya diintegrasikan ke dalam basis data HDSS, sedangkan sampel darah disimpan di Biobank.
Evaluasi terhadap kegiatan ini masih terus berlangsung untuk menentukan pendekatan terbaik dalam pembentukan biobank kohort berbasis populasi di masa mendatang.
Workshop internal diselenggarakan untuk meninjau capaian kinerja tahun 2019, mengidentifikasi kegiatan yang belum terlaksana, serta melakukan evaluasi kinerja. Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi rencana kerja tahun 2020.
Bertepatan dengan penyelenggaraan Health Research Expo (HRE) pada Selasa, 20 Agustus, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, dr. Yodi Mahendradhata, MSc., PhD., meresmikan Biobank FK-KMK UGM.
Fasilitas dan infrastruktur Biobank FK-KMK UGM yang diresmikan meliputi ruang penyimpanan dan pengolahan biosampel (khususnya sampel cairan tubuh) yang dilengkapi dengan sistem freezer –80°C dan tangki nitrogen cair, serta ruang staf yang juga difungsikan sebagai ruang pertemuan.
Biobank FK-KMK UGM telah dirintis sejak tahun 2015 dengan melibatkan tim pengembangan yang terdiri atas lima orang. Kegiatan pemodelan dan penelitian terkait biobank dilaksanakan selama tiga tahun. Sejak tahun 2018, Biobank FK-KMK UGM mulai memberikan layanan terbatas untuk penyimpanan biosampel beserta data pendukungnya. Saat ini, tim pengembangan biobank berjumlah enam orang dan terus berfokus pada pengembangan sistem, sementara operasional harian dilaksanakan oleh dua teknisi laboratorium dan satu data manager.
Biobank diharapkan menjadi bagian dari fasilitas penelitian bersama yang memungkinkan terjadinya kolaborasi lintas disiplin, sekaligus berperan sebagai infrastruktur penghasil data. Untuk menjawab tantangan tersebut, pengembangan biobank berbasis rumah sakit dalam kerangka Academic Health System (AHS) serta biobank kohort bekerja sama dengan HDSS Sleman menjadi langkah strategis yang sangat diperlukan.
Secara keseluruhan, terdapat tujuh proyek penelitian yang terlibat dalam tahap ini setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing peneliti. Ketujuh penelitian tersebut telah menghasilkan sebanyak 1.924 sampel biologis (tabung).
Workshop Jaringan Biobank Riset Indonesia ke-4 dan Seminar Biobank dengan tema “Defining Business Model of Institutional Biobank” diselenggarakan pada 12–13 November 2018 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Topik yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi Biobank on Cohort Network (BCNet) sebagai upaya penguatan jejaring biobank di Low and Middle-Income Countries (LMIC), peran biobank kohort Lifelines dalam penelitian, pengembangan jejaring biobank riset di Indonesia, serta konsep dan pengembangan biobank jaringan (tissue biobank).
Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional, yaitu Dr. Maimuna Mendy (Kepala IARC Biobank dan Koordinator BCNet WHO–IARC) serta Dr. Baart Scheerder (Manajer Teknis Biobank UMCG, Belanda/Lifelines), yang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan dan pengembangan biobank institusional.
Workshop Internal Biobank ke-2 merupakan kelanjutan dari Internal Biobank Workshop pertama yang melibatkan Biobank FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Kegiatan ini diselenggarakan pada 9–10 November 2018 di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
Workshop ini membahas lebih lanjut perkembangan pelaksanaan kegiatan biobank di ketiga institusi tersebut, serta strategi keberlanjutan biobank dalam rencana jangka panjang lima tahun. Selain itu, Biobank UGM kembali menghadirkan pembicara internasional, yaitu Dr. Maimuna Mendy (Kepala IARC Biobank dan Koordinator BCNet WHO–IARC) serta Dr. Baart Scheerder (Manajer Teknis Biobank UMCG, Belanda/Lifelines), untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan serta pengembangan biobank.
Pengembangan basis data dilakukan pada tahun 2018 oleh dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. selaku Ketua Program, bersama Sunandar Hariyanto, S.T., M.Eng. dan Ferdycov Sitanggang, S.KM., M.PH. sebagai programmer, dengan sistem berbasis web.
Sistem aplikasi biorepositori dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data biosampel secara elektronik. Aplikasi ini mengelola berbagai informasi, antara lain data subjek (pasien sebagai sumber sampel), jenis biosampel, serta informasi pendukung lainnya seperti kode unik biorepositori, kode boks, kode posisi penyimpanan, tanggal penerimaan sampel, petugas penerima, jenis sampel, hasil analit akhir, jenis tabung, suhu penyimpanan, pemilik sampel (peneliti), dan informasi relevan lainnya.
Basis data sistem aplikasi biorepositori prospektif ini selanjutnya diberi nama SIMBIOX (Biobank Management Information System).
International Society for Biological and Environmental Repositories (ISBER) 2018 SEIZING BIG OPPORTUNITIES IN BIOBANKING THROUGH DATA, COLLABORATION AND INNOVATION diselenggarakan pada 20-24 Mei 2018 di Dallas, USA.
Kegiatan ini di hadiri oleh Jajah Fachiroh, S.P, M.Si, Ph.D, yang menyampaikan “Development of a Biobank for Research in an Academic Institution in Indonesia: How to Keep on Going”.
Pada tahun 2018, Biobank FK-KMK UGM menjalin kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Rumah Sakit Akademik UGM dalam rangka pengembangan biobank berbasis rumah sakit serta penyusunan kebijakan biobank untuk penelitian kesehatan. Seiring dengan hal tersebut, dilakukan penyusunan dan pengajuan pendanaan RISPRO LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Sesuai dengan rencana kerja Tim Biobank FK UGM tahun 2017, pada periode September hingga Desember 2017 telah dilaksanakan kegiatan pemodelan sampel prospektif oleh Tim Biobank FK UGM.
Secara keseluruhan, terdapat lima proyek penelitian yang terlibat dalam tahap ini setelah memperoleh persetujuan dari masing-masing peneliti. Ketujuh penelitian tersebut menghasilkan sebanyak 557 sampel biologis (tabung) yang berasal dari 131 subjek yang terlibat dalam pemodelan fase prospektif.
Kegiatan pemodelan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, antara lain dua kali lokakarya persiapan pemodelan prospektif yang melibatkan peneliti calon peserta. Selanjutnya, peneliti yang berminat menandatangani formulir kontrak pemodelan prospektif. Sebanyak tujuh peneliti bergabung sebagai bagian dari kegiatan pemodelan ini. Hasil pemodelan secara ringkas disajikan dalam tabel pada halaman berikutnya.
Workshop Nasional Biobank ke-3 diselenggarakan pada 6–7 November 2017 di IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Workshop ini mengusung tema “Strengthening the Research Biobank Network through Capacity Building” dengan menghadirkan pembicara internasional, yaitu Dr. Maimuna Mendy (Head of IARC Biobank & Koordinator BCNet WHO–IARC) dan Dr. Baart Scheerder (Technical Manager Biobank UMCG, Belanda/Lifelines).
Topik yang dibahas meliputi inisiasi pendirian biobank, program katalog IARC, MIABIS, kebijakan berbagi data (data sharing policy), BCNet, EPIC, kualitas sampel, serta kepemilikan sampel.
Workshop Internal Biobank merupakan kelanjutan dari workshop inisiasi sistem (jejaring) yang melibatkan Biobank FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan Rumah Sakit Akademik UGM. Workshop ini diselenggarakan pada 4 November 2017 di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
Kegiatan ini membahas lebih lanjut pengembangan dan perencanaan kegiatan biobank pada ketiga institusi dalam kerangka rencana jangka panjang lima tahun. Selain itu, Biobank FK-KMK UGM kembali menghadirkan narasumber internasional, yaitu Dr. Maimuna Mendy (Head of IARC Biobank & Koordinator BCNet WHO–IARC) dan Dr. Baart Scheerder (Technical Manager Biobank UMCG, Belanda/Lifelines).
International Society for Biological and Environmental Repositories (ISBER) 2017 Annual Meeting and Exhibits Due North: “Aligning Biobanking Practice With Evolving Evidence and Innovation” diselenggarakan pada 9-12 Mei 2017 di Toronto, Ontario, Canada.
Kegiatan ini dihadiri oleh 2 anggota Biobank FK-KMK UGM yaitu Jajah Fachiroh, S.P, M.Si, Ph.D dan dr. Ery Kus Dwianingsih, Ph.D, Sp.PA, yang menyampaikan mengenai “retrospective modeling at Biobank UGM” dan “Network Biobank in Indonesia”.
Pelatihan Biobank IARC BCNet bagi dokter patologi anatomi serta teknisi patologi/histologi diselenggarakan di Children’s Cancer Hospital Egypt – 57357 pada Mei 2017. Pada kegiatan ini, dr. Ery Kus Dwianingsih, Ph.D., Sp.PA(K) mempresentasikan aktivitas Biobank di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia.
Pada tahun 2016, Tim Biobank menyusun sistem prospektif yang meliputi penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), petunjuk teknis, serta sistem penyimpanan data, disertai dengan kegiatan sosialisasi.
Workshop Nasional Biobank ke-2 diselenggarakan di UGM University Club (UC) Ruang Sekip pada 7–8 November 2016. Workshop ini mengusung tema “Building a Biobank Network in Indonesia: Biobank Governance” dengan menghadirkan pembicara internasional, yaitu Dr. Maimuna Mendy (Head of IARC Biobank & Koordinator BCNet WHO–IARC) dan Dr. Baart Scheerder (Technical Manager Biobank UMCG, Belanda/Lifelines).
Pengembangan dan pemeliharaan basis data dilakukan pada tahun 2016 oleh dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. selaku Ketua Program, bersama Sunandar Hariyanto, S.T., M.Eng. sebagai programmer, dengan sistem berbasis web.
Sistem aplikasi biorepositori dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data biosampel secara elektronik. Aplikasi ini mengelola berbagai informasi, meliputi data subjek (pasien sebagai sumber sampel), jenis biosampel, serta informasi pendukung lainnya seperti kode unik biorepositori, kode boks, kode posisi penyimpanan, tanggal penerimaan sampel, petugas penerima, jenis sampel, hasil analit akhir, jenis tabung, suhu penyimpanan, pemilik sampel (peneliti), dan informasi terkait lainnya.
Penggunaan sistem ini terintegrasi langsung dengan sampel fisik yang disimpan di Laboratorium Biologi Molekuler FK-KMK UGM. Selama satu tahun penerapan, ditemukan beberapa kekurangan pada basis data yang kemudian dilakukan evaluasi dan perbaikan untuk penyempurnaan sistem.
International Society of Biological and Environmental Repositories (ISBER) 2016: Breaking Down Walls: Unifying Biobanking Communities to Secure Our Sustainability diselenggarakan pada 5-8 April 2016 di Berlin, Germany. Pada kegiatan ini, Jajah Fachiroh, S.P., M.Si, Ph.D memaparkan “Retrospective Modeling to Build Biobank System at Gadjah Mada University, Indonesia”.
Workshop ini diselenggarakan pada 9 November 2016 di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Kegiatan ini membahas proses pengolahan dan penyimpanan biosampel di Departemen Patologi Anatomi University Medical Center Groningen (UMCG), aspek hukum dan etik dalam pengelolaan bank jaringan, serta manfaat berbagi data dan sampel untuk mendukung kolaborasi penelitian.
Workshop ini menghadirkan Dr. Baart Scheeder selaku Technical Manager UMCG/Lifelines Groningen, Belanda.
Workshop ini diselenggarakan pada 16 November 2016 di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dengan tujuan menginisiasi kolaborasi antara tiga institusi, yaitu FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan Rumah Sakit Akademik UGM.
Kegiatan ini membahas aspek etika dan hukum, ketersediaan serta kesiapan infrastruktur, penyimpanan jangka panjang biosampel di masing-masing institusi, serta diskusi mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk pengembangan sistem bersama.
Menindaklanjuti hasil Workshop Nasional Biobank pertama dan kedua, tim Biobank mengembangkan kolaborasi dengan RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Akademik UGM dalam rangka membentuk unit biobank yang terintegrasi dan berstandar internasional. Dari kolaborasi ini dihasilkan peta jalan (roadmap) serta rencana jangka panjang terperinci selama lima tahun (2017–2021).
Kegiatan pemodelan ini melibatkan 12 proyek penelitian dengan total 12.298 sampel serta menghasilkan kebijakan umum dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dalam proyek ini juga dilakukan penambahan anggota tim inti, yaitu Sunandar Hariyanto, S.T., M.Eng. sebagai programmer dan F. Linda Tri P., A.Md.AK. sebagai teknisi laboratorium.
Workshop Nasional Biobank pertama kali diselenggarakan di FK-KMK UGM, Yogyakarta, dengan menghadirkan narasumber jejaring internasional, yaitu Dr. Maimuna Mendy (Head of IARC Biobank & Koordinator BCNet WHO–IARC) dan Dr. Baart Scheerder (Technical Manager Biobank UMCG, Belanda/Lifelines).
Workshop ini dilaksanakan selama tiga hari (4–6 Desember 2015) dengan tema “Building Biobank Network in Indonesia: Opportunity and Challenge”.