Biobank FK-KMK UGM Ikuti Rapat Lanjutan Kerja Sama 10×10 Virtual Biorepository System (VBS) untuk Perkuat Kolaborasi Riset Global

Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kolaborasi riset global melalui partisipasi dalam rapat lanjutan The 10×10 Virtual Biorepository System (VBS). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026 pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh enam peserta dari berbagai institusi. Biobank FK-KMK UGM dalam kesempatan ini diwakili oleh Jajah Fachiroh.

Rapat koordinasi ini membahas berbagai aspek teknis penting dalam pengelolaan biorepositori virtual, meliputi persiapan dan penyimpanan sampel, prosedur pemeriksaan skrining, serta mekanisme pengiriman sampel untuk pengujian lanjutan. Selain itu, diskusi juga menyoroti persyaratan administratif dan teknis terkait identifikasi sampel guna memastikan standar kualitas, keamanan, dan interoperabilitas data antar institusi.

Keterlibatan Biobank FK-KMK UGM dalam inisiatif 10×10 VBS merupakan bagian dari upaya memperkuat harmonisasi pengelolaan spesimen dan data secara global, terutama dalam mendukung kesiapsiagaan terhadap berbagai tantangan kesehatan, termasuk penyakit infeksi dan potensi pandemi di masa depan. Biobank sebagai infrastruktur riset memiliki peran strategis dalam menyediakan sampel biologis dan data berkualitas tinggi guna mendukung pengembangan penelitian biomedis dan precision medicine.

Partisipasi ini juga mencerminkan kontribusi Biobank FK-KMK UGM dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui riset berbasis bukti, penguatan inovasi dan infrastruktur penelitian, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Selain itu, keterlibatan dalam jejaring internasional menjadi langkah penting dalam mempererat kemitraan lintas institusi guna mencapai tujuan bersama di bidang kesehatan.

Melalui keterlibatan dalam forum internasional ini, Biobank FK-KMK UGM terus berupaya memperkuat kapasitas dan standar pengelolaan biobank, sekaligus berkontribusi dalam jejaring global yang mendukung pertukaran data dan spesimen secara etis, aman, dan terstandarisasi. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan riset kesehatan, mendorong inovasi berbasis data, serta meningkatkan kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapi tantangan global.

Biobank FK-KMK UGM Berbagi Praktik Baik Pengelolaan Biobank

Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi aktif dalam pengembangan ekosistem biobank nasional melalui partisipasi sebagai narasumber pada Webinar Biobanking #3 yang diselenggarakan oleh PT Indotech Scientific. Kegiatan bertajuk “Data Tersimpan, Ilmu Berkembang: Biobank & Biorepository dalam Mendukung Inovasi Kesehatan & Bioteknologi” ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 18 Desember 2025.

Pada kegiatan tersebut, Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., selaku Ketua Tim Pengelola Biobank FK-KMK UGM, hadir sebagai narasumber yang mewakili Biobank FK-KMK UGM. Dalam paparannya yang berjudul “Biobank untuk Riset: Integrasi Multi-omik untuk Kemajuan Riset”,  Jajah menekankan peran strategis biobank sebagai infrastruktur riset jangka panjang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan biosampel, tetapi juga sebagai pusat integrasi data klinis dan multi-omik untuk mendukung riset translasi dan precision medicine.

Jajah menjelaskan bahwa Biobank FK-KMK UGM terus mengembangkan tata kelola biobank yang berlandaskan standar mutu, etika, dan keamanan data, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam manajemen biosampel. Integrasi data yang baik dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan nilai ilmiah biosampel dan memperluas peluang kolaborasi riset lintas disiplin dan institusi.

Webinar ini juga menghadirkan narasumber lain dari sektor laboratorium kesehatan dan layanan klinis yang membahas implementasi teknologi otomasi biobank serta peran biobank dalam mendukung pelayanan diagnostik masa depan. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa tantangan pengelolaan biosampel secara manual masih menjadi isu di banyak institusi, sehingga penguatan sistem dan standardisasi biobank menjadi kebutuhan mendesak.

Partisipasi Biobank FK-KMK UGM dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk berbagi praktik baik (best practices), memperluas jejaring, serta berkontribusi dalam penguatan kapasitas biobank di Indonesia. Melalui forum ilmiah seperti ini, Biobank FK-KMK UGM diharapkan dapat terus berperan aktif sebagai pusat rujukan dan mitra strategis dalam pengembangan biobank yang andal, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemajuan riset kesehatan dan bioteknologi nasional.

Kontributor: F. Linda Tri P

Biobank FK-KMK UGM Berperan Aktif dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem dan Pedoman Biobank Nasional

Yogyakarta–Jakarta, 15–16 Desember 2025 – Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada berpartisipasi aktif sebagai narasumber dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem dan Teknologi Informasi serta Pembahasan Pedoman Biobank dan Biorepositori yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, secara hybrid dari Jakarta dan daring. Dalam kegiatan ini, Biobank FK-KMK UGM menghadirkan Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D. dan Sunandar Hariyanto, S.T., M.Eng. sebagai narasumber pada sesi pembahasan pengembangan sistem informasi.
Pada sesi tersebut, Jajah Fachiroh menyampaikan paparan mengenai manajemen spesimen dan sistem informasi Biobank FK-KMK UGM, yang menekankan pentingnya integrasi proses bisnis biobank dengan sistem pencatatan dan pelaporan yang terstandar. Sementara itu, Sunandar Hariyanto memaparkan mekanisme Sistem Informasi Biobank (SIMBIOX) yang telah dikembangkan dan diimplementasikan di Biobank FK-KMK UGM sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan data biobank.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Selasa, 16 Desember 2025, melalui pertemuan koordinasi yang difokuskan pada pembahasan Draft Pedoman Biobank dan Biorepositori. Dalam kegiatan ini, Biobank FK-KMK UGM kembali berkontribusi melalui keterlibatan dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D., yang memberikan masukan substansial dalam sesi diskusi terkait aspek operasional dan penelitian biobank. Diskusi difokuskan pada penyempurnaan pedoman agar selaras dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, sekaligus tetap aplikatif untuk diimplementasikan di berbagai institusi.

Keterlibatan Biobank FK-KMK UGM dalam dua kegiatan ini mencerminkan peran aktif institusi akademik dalam mendukung pengembangan sistem informasi serta penyusunan pedoman nasional Biobank dan Biorepositori. Melalui kontribusi keilmuan dan pengalaman implementatif yang dimiliki, Biobank FK-KMK UGM terus berkomitmen untuk mendukung penguatan tata kelola biobank yang terstandardisasi, terintegrasi, dan berkelanjutan di Indonesia.

Kontributor: F. Linda Tri P

Pertemuan Penyusunan Dokumen Mutu Pengelolaan Biorepositori BBLKM Jakarta

Jakarta, 18-19 November 2025 – Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Jakarta menyelenggarakan Pertemuan Penyusunan Dokumen Mutu Pengelolaan Biorepositori dengan menghadirkan Biobank FK-KMK UGM sebagai narasumber. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta, Laboratorium Kesehatan Daerah Jakarta, Laboratorium Kesehatan Daerah Banten, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jawa Barat, yang saat ini tengah mempersiapkan pengembangan fasilitas biorepositori di wilayah masing-masing.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala BBLKM Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan penyusunan dokumen mutu biorepositori di lingkungan BBLKM. Tim Biobank FK-KMK UGM memberikan materi mengenai penerapan biorepositori, standar mutu, serta SOP mengenai pengelolaan biospesimen yang telah diterapkan di UGM.

Pada sesi berikutnya, peserta bersama narasumber melakukan kunjungan lapangan ke ruang biorepositori, untuk meninjau alur penyimpanan biospesimen, infrastruktur pendukung, serta prosedur keamanan. Dalam kunjungan ini, peserta juga diminta mengisi checklist fasilitas sebagai bagian dari evaluasi kesiapan dan penilaian kesenjangan (gap assessment) terhadap standar ISBER.

Memasuki hari kedua, hasil pengisian checklist dipresentasikan dan dibahas pada sesi pemaparan rekomendasi. Tim Biobank FK-KMK UGM memberikan berbagai masukan terkait peningkatan fasilitas, penyempurnaan dokumen mutu, serta arah pengembangan biorepositori yang berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan review pedoman biorepositori BBLKM Jakarta, termasuk penilaian kelengkapan struktur dokumen, kebutuhan operasional, dan kesesuaiannya dengan standar nasional serta praktik terbaik internasional.

Pertemuan ditutup dengan penyampaian pesan dari pimpinan BBLKM Jakarta, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antar laboratorium kesehatan dalam membangun sistem biorepositori yang andal, aman, dan terstandardisasi, guna mendukung penelitian kesehatan serta layanan diagnostik di Indonesia.

Kontributor: F. Linda Tri P

UGM Berkontribusi dalam Penyusunan Pedoman Biobank dan Biorepositori Nasional

Yogyakarta, 7 November 2025

Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan kebijakan nasional melalui keikutsertaan Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., Ketua Tim Pengembang Biobank FK-KMK UGM, sebagai narasumber dalam Rapat Pembahasan Draft Pedoman Biobank dan Biorepositori yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan RI.

Pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 7 November 2025, secara daring melalui Zoom, merupakan tindak lanjut penyusunan pedoman teknis biobank dan biorepositori sebagai turunan dari UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan PP No. 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 17 Tahun 2023. Penyusunan pedoman ini penting untuk memastikan standar operasional, tata kelola, dan aspek etika pengelolaan biobank di seluruh Indonesia.

Acara dibuka oleh Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan dan dilanjutkan dengan paparan dari Tim Kerja Inovasi Genomik dan Molekuler serta Uji Klinis. Dalam sesi diskusi, Jajah Fachiroh memberikan masukan teknis terkait pengelolaan biosampel, infrastruktur biorepositori, alur akuisisi, penyimpanan, dokumentasi, serta aspek etika dan legal yang harus diperhatikan dalam pedoman nasional.

Keterlibatan UGM melalui Biobank FK-KMK UGM mencerminkan peran penting institusi akademik dalam mendukung pengembangan regulasi berbasis ilmu pengetahuan (evidence-based policy). Selain itu, pengalaman UGM Biobank dalam pengembangan biobank nasional selama satu dekade memberikan perspektif praktis untuk memastikan pedoman yang disusun aplikatif dan sesuai kebutuhan lapangan.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat tata kelola biobank secara nasional, meningkatkan keseragaman standar, serta mendukung riset kesehatan yang berintegritas dan berkelanjutan di Indonesia.

Kontributor: F. Linda Tri P

Tim Biobank FK-KMK UGM Berbagi Pengalaman di RS Kanker Dharmais

Jakarta, 24 Oktober 2025 – Tim Biobank FK-KMK UGM turut ambil bagian dalam pertemuan ilmiah Cancer Genomic for Precision Medicine yang menjadi rangkaian acara peringatan HUT ke-32 Rumah Sakit Kanker Dharmais. Dalam kesempatan tersebut, tiga narasumber dari UGM: dr. Ery Kus Dwianingsih, Ph.D., Sp.PA(K), dr. Junaedy Yunus, MSc, Ph.D, dan dr. Wika Hartanti, MIH, tampil mewakili Biobank FK-KMK UGM untuk berbagi pengalaman dan konsep pengelolaan biobank yang mendukung penelitian kanker di Indonesia.

Sesi yang berlangsung di Auditorium Utama RS Kanker Dharmais ini menjadi bagian dari hari keempat rangkaian kegiatan, dengan tema besar Aspek Teknis Biobank. dr. Ery Kus membuka sesi dengan paparan berjudul “Pengenalan Konsep Biobank untuk Penelitian Kanker”, menjelaskan peran biobank dalam menyediakan sumber daya biosampel yang berkualitas untuk menunjang riset genomik dan pengembangan precision medicine di bidang onkologi.

Dilanjutkan oleh dr. Junaedy Yunus, yang memaparkan “Best Practices Fasilitas dan Manajemen Sampel Biobank”, peserta diajak memahami bagaimana penerapan standar mutu, keamanan, dan integrasi sistem informasi menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan fasilitas biobank modern. Sementara itu, dr. Wika Hartanti menutup sesi dengan pembahasan mengenai “Aspek Etik Perekrutan Pasien dan Informed Consent”, menekankan pentingnya perlindungan hak donor serta kepatuhan terhadap prinsip etik dan regulasi dalam seluruh proses biobanking.

Partisipasi tim Biobank FK-KMK UGM dalam forum ini tidak hanya memperkenalkan praktik biobank di lingkungan akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi nasional antara universitas, rumah sakit, dan lembaga penelitian dalam mendukung implementasi precision medicine untuk kanker di Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh narasumber dan peserta, menandai komitmen bersama untuk memperkuat jaringan riset kanker berbasis data genomik dan biobank yang terintegrasi di Indonesia.

RSPON dan Biobank FK-KMK UGM Sepakati Kerja Sama Penggunaan SIMBIOX

Sebagai tindak lanjut dari surat permohonan penggunaan SIMBIOX yang diajukan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta pada 28 Agustus 2025, Biobank FK-KMK UGM dan RSPON mengadakan pertemuan daring melalui Zoom pada 24 September 2025.

Dalam kesempatan ini, pihak RSPON memaparkan alasan kebutuhan terhadap platform SIMBIOX, sebuah Laboratory Information Management System (LIMS) yang dikembangkan oleh Biobank FK-KMK UGM. RSPON menekankan pentingnya SIMBIOX dalam mendukung pengelolaan spesimen dan data biologi secara terintegrasi, aman, dan efisien, serta sebagai sarana memperkuat kolaborasi riset biomedis lintas institusi.

Tim Biobank FK-KMK UGM kemudian menjelaskan alur kerja SIMBIOX, mulai dari sistem pengkodean biosampel, keamanan data, hingga kemudahan integrasi dengan penelitian klinis. Diskusi berlangsung interaktif, dengan tanya jawab mengenai aspek teknis, prosedural, dan peluang pengembangan kerja sama lebih lanjut.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk menjalin kolaborasi melalui pemanfaatan SIMBIOX di lingkungan RSPON. Kesepakatan ini diharapkan memperkuat ekosistem biobank nasional sekaligus meningkatkan kualitas penelitian dan pelayanan kesehatan berbasis data biomedis.

Kerja sama ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  • SDG 3 (Good Health and Well-Being): meningkatkan kualitas penelitian kesehatan dan pengembangan terapi berbasis data biomedis.

  • SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): memperkuat infrastruktur riset melalui penerapan teknologi inovatif di bidang biobank.

  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): membangun kemitraan strategis antara institusi akademik dan rumah sakit dalam penelitian kesehatan.

Dengan adanya kerja sama ini, SIMBIOX diharapkan dapat menjadi model pengelolaan biobank modern yang dapat direplikasi di berbagai institusi kesehatan di Indonesia, serta turut mendorong tercapainya target SDGs melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Kontributor: F. Linda

Biobank FK-KMK UGM Terlibat dalam Konsorsium Internasional Contagio Network 10×10 Virtual Biobank System

Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM terus memperkuat perannya di kancah internasional melalui keterlibatannya dalam Contagio Network, sebuah jejaring global yang dibentuk untuk mendukung pandemic preparedness. Salah satu program utama yang tengah dikembangkan adalah 10×10 Virtual Biobank System (VBS), sebuah inisiatif untuk membangun protokol dan best practice biobank yang memungkinkan harmonisasi koleksi spesimen dan data, sehingga dapat dimanfaatkan bersama secara global.

Dalam diskusi bulanan 10×10 yang baru saja diikuti, konsorsium telah mencapai tahap penyusunan draft protokol, template informed consent, dan governance. Selain itu, rencana koleksi 10 sampel orang sehat yang terstandar juga telah ditetapkan sebagai langkah awal harmonisasi. Biobank FK-KMK UGM akan melakukan diskusi internal lebih lanjut guna memberikan masukan terhadap tiga draft penting tersebut.

Keikutsertaan Biobank FK-KMK UGM dalam konsorsium ini menegaskan komitmen untuk berkontribusi dalam penelitian global, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat dan kesiapsiagaan terhadap pandemi di masa depan.

Sebagai agenda ke depan, Pertemuan Konsorsium Contagio Network akan berlangsung pada 17–19 November 2025 di Kolombia. Dalam kesempatan ini, Biobank FK-KMK UGM mendapat kehormatan untuk mengirimkan satu orang perwakilan sebagai anggota resmi konsorsium 10×10 VBS.

Kontributor: F. Linda

Mahasiswa Baru Program Doktor Kunjungi Biobank FK-KMK UGM: Kenali Sarana, Prasarana, dan SIMBIOX

Yogyakarta – Sebagai bagian dari rangkaian Pra Kuliah Perdana, mahasiswa baru Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM angkatan 2025 melakukan kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM pada tanggal 26 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai sarana, prasarana, dan sistem informasi yang mendukung pengelolaan biosampel untuk penelitian kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa dipandu oleh teknisi laboratorium dan data manager Biobank FK-KMK UGM. Mereka menjelaskan fungsi berbagai fasilitas penyimpanan, mulai dari delapan unit ultrafreezer -80°C dengan kapasitas sekitar 300.000 vial, dua freezer -20°Cdua refigerator 4°C hingga tiga tangki nitrogen cair yang digunakan untuk penyimpanan sampel pada suhu ultra rendah. Mahasiswa diperlihatkan bagaimana standar kualitas diterapkan untuk menjaga stabilitas biosampel jangka panjang.

Selain sarana fisik, mahasiswa juga dikenalkan dengan SIMBIOX, sistem informasi manajemen biobank yang dikembangkan secara mandiri oleh FK-KMK UGM. Melalui sistem ini, setiap biosampel dapat dicatat, dilacak, dan dilaporkan secara akurat, mulai dari identitas peneliti, jenis sampel, hingga lokasi penyimpanan. SIMBIOX telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI), bersifat open source, dan kini telah diadopsi oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai standar nasional biobanking pada program BGSI.

Kunjungan ini menegaskan bahwa Biobank FK-KMK UGM bukan sekadar tempat penyimpanan sampel, melainkan pusat inovasi riset yang mengintegrasikan teknologi, etik, dan kolaborasi. Kehadiran Biobank mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Sebagai penutup, FK-KMK UGM menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa baru Program Doktor tahun 2025. Semoga kunjungan ini menjadi langkah awal yang inspiratif dalam perjalanan akademik, serta memotivasi lahirnya riset-riset berkualitas yang memberi manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat.

Kontributor: F. Linda Tri P




UGM dan THSTI India Bahas Kolaborasi Pelatihan Biobank dalam Pertemuan Virtual

UGM dan THSTI India Bahas Kolaborasi Pelatihan Biobank dalam Pertemuan Virtual

Yogyakarta, 16 Juni 2025 — Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan tata kelola biobank di Indonesia, Biobank FK-KMK UGM bersama Clinical Research Unit RSA UGM menyelenggarakan pertemuan virtual dengan Translational Health Science and Technology Institute (THSTI), India. Pertemuan ini bertujuan memperkenalkan sistem biobank dan laboratorium riset klinik UGM, sekaligus menjajaki peluang kolaborasi pelatihan antarnegara.

Dalam forum diskusi, tim UGM menegaskan komitmen terhadap penguatan sistem kerja biobank yang terstruktur, terdokumentasi, dan berbasis praktik terbaik global, termasuk peningkatan mutu Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) pada setiap proses pengelolaan biosampel. Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan terstandar menjadi prioritas penting dalam menjamin integritas biospesimen dan keandalan data riset.

Menanggapi paparan tersebut, tim THSTI menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif UGM. Kedua institusi sepakat menyusun program pelatihan intensif berdurasi empat hari untuk empat personel UGM, yang akan meliputi tiga modul utama:

  1. Tata kelola biobank, etika, dan aspek administratif, sesuai standar internasional ISO 20387.

  2. Penerapan QA/QC untuk menjamin integritas biosampel dan data.

  3. Penggunaan sistem digital manajemen sampel dan data, mencakup integrasi LIMS (Laboratory Information Management System) dan ELN (Electronic Lab Notebook).

Kerja sama ini merupakan langkah awal menuju kemitraan strategis jangka panjang antara UGM dan THSTI, dengan harapan besar untuk memperkuat infrastruktur biobank nasional, memperluas jaringan riset global, serta mendorong harmonisasi sistem pengelolaan biosampel di kawasan Asia.

Inisiatif ini juga selaras dengan beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan sistem pendukung riset kesehatan yang berbasis biosampel berkualitas.

  • SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, dengan peningkatan kapasitas tenaga laboratorium melalui pelatihan internasional.

  • SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan integrasi teknologi informasi laboratorium canggih.

  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi global antarlembaga pendidikan dan riset.

Dengan kolaborasi ini, FK-KMK UGM berharap dapat mempercepat transformasi mutu laboratorium dan biobank, serta menjadi pusat unggulan biobank akademik yang mendorong inovasi riset kesehatan berstandar global.

Kontributor: F. Linda Tri P