UGM dan Shanghai Jiao Tong University Perkuat Kolaborasi Riset Kesehatan melalui Kunjungan ke Biobank

Yogyakarta, 15 Agustus 2025 – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi School of Public Health Shanghai Jiao Tong University pada 14–15 Agustus 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi akademik dan penjajakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan kesehatan masyarakat.

Salah satu agenda penting adalah kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM, yang telah menjadi pusat penyimpanan dan pengelolaan biosampel untuk mendukung riset biomedis dan kesehatan masyarakat. Dalam sesi ini, delegasi dari kedua universitas berdiskusi terkait penguatan infrastruktur riset, pertukaran data, serta pengembangan penelitian bersama, khususnya di bidang penyakit menular, penyakit tidak menular, nutrisi, hingga biologi tumor.

Kegiatan ini selaras dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), terutama:

  • SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya meningkatkan riset kesehatan guna mendukung deteksi dini, pencegahan, dan penanganan penyakit.

  • SDG 4 (Quality Education)

  • SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan penguatan kapasitas laboratorium, pemanfaatan big data, serta inovasi biobank dalam mendukung ekosistem riset kesehatan.

  • SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun jejaring kolaborasi global yang berkelanjutan antara Indonesia dan Tiongkok.

Perwakilan School of Public Health Shanghai Jiao Tong University, Prof. Hui Wang, menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk menjawab tantangan kesehatan global. Sementara itu, perwakilan FK-KMK UGM menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum memperkuat posisi UGM sebagai pusat riset kesehatan yang berkontribusi pada solusi berbasis bukti di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui sinergi ini, diharapkan terbentuk kerja sama konkret berupa penelitian bersama, program pelatihan, hingga inovasi teknologi kesehatan yang tidak hanya bermanfaat bagi kedua institusi, tetapi juga mendukung pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan dunia.

Kontributor: F. Linda Tri Pramatasari