Posts

Biobank FK-KMK UGM Hadir dalam Health Research Innovation Expo 2026

Yogyakarta, 25-26 September 2026 — Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut berpartisipasi dalam Health Research Innovation Expo (HRIE) 2026, yang diselenggarakan pada Jumat-Sabtu, 25-26 September 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi sivitas akademika untuk memperkenalkan berbagai hasil riset, inovasi, serta fasilitas pendukung penelitian di lingkungan FK-KMK UGM.

HRIE 2026 diselenggarakan di sejumlah lokasi di lingkungan FK-KMK UGM, meliputi Kompetisi Riset & Produk Inovasi di Auditorium FK-KMK UGM, Pameran Unit & Fasilitas Pendukung Penelitian dan Abdimas serta Presentasi Poster Hibah Penelitian dan Abdimas di Lobby Tahir Foundation Sayap Utara, serta Lomba Poster Presentasi Hibah Internal di sisi barat Taman Tahir Foundation. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan rangkaian Pekan Raya Medika dan diikuti oleh sivitas akademika FK-KMK UGM, mahasiswa, serta pelajar SMA dari berbagai institusi.

Sebagai salah satu fasilitas pendukung penelitian di FK-KMK UGM, Biobank hadir dalam pameran untuk memperkenalkan peran, layanan, dan pengelolaan biospesimen kepada para pengunjung. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Biobank untuk memperluas pemahaman sivitas akademika dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan biospesimen yang terstandar dalam mendukung penelitian biomedis dan kesehatan.

Dalam pameran, Biobank memperkenalkan berbagai informasi mengenai layanan dan aktivitas pengelolaan biospesimen, didukung dengan leaflet layanan, banner informasi, serta media peraga berupa cryobox penyimpanan sampel. Media tersebut digunakan untuk memberikan gambaran sederhana mengenai bagaimana biospesimen ditata, disimpan, dan dikelola sehingga dapat ditelusuri dan dimanfaatkan untuk kebutuhan penelitian.

Kehadiran Biobank dalam HRIE juga menjadi sarana untuk memperkenalkan konsep biobank kepada pengunjung yang mungkin belum familiar dengan pengelolaan biospesimen secara terorganisasi. Biobank tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan sampel. Pengelolaan biospesimen mencakup rangkaian proses yang terintegrasi, mulai dari penerimaan, pemrosesan, pelabelan, penyimpanan, pencatatan data, pelacakan, hingga penarikan biospesimen sesuai prosedur yang berlaku.

Melalui kegiatan pameran, pengunjung dapat melihat secara lebih dekat bagaimana kualitas, keamanan, dan keterlacakan biospesimen menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan penelitian. Interaksi langsung dengan pengunjung juga menjadi kesempatan bagi tim Biobank untuk menjelaskan layanan yang tersedia serta menjawab berbagai pertanyaan mengenai pengelolaan dan pemanfaatan biospesimen untuk penelitian.

Keikutsertaan Biobank dalam HRIE 2026 menunjukkan bahwa inovasi penelitian tidak hanya ditopang oleh hasil riset, tetapi juga oleh keberadaan infrastruktur, sistem, dan layanan pendukung penelitian yang mampu menjaga kualitas serta keberlanjutan pengelolaan biospesimen. Melalui partisipasi dalam HRIE 2026, Biobank FK-KMK UGM terus memperkenalkan perannya sebagai bagian dari ekosistem penelitian FK-KMK UGM dan membuka peluang interaksi serta kolaborasi dengan sivitas akademika dan peneliti.

Belajar Biosecurity melalui Pengelolaan Biospesimen: Mahasiswa Magister Biologi UGM Kunjungi Biobank FK-KMK UGM

Yogyakarta, 23 September 2026 — Sebanyak sembilan mahasiswa Program Studi Magister Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bersama satu asisten praktikum dan satu dosen pengampu mata kuliah melakukan kunjungan pembelajaran ke Unit Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Rabu (23/9). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Praktikum Mata Kuliah Biosecurity (Keamanan Hayati).

Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami penerapan prinsip biosecurity dalam pengelolaan biospesimen secara langsung di lingkungan biobank. Tidak hanya mempelajari konsep keamanan hayati secara teori, mahasiswa diajak melihat bagaimana aspek keamanan, pengendalian akses, dokumentasi, pelacakan, serta pengelolaan spesimen diterapkan sebagai bagian dari sistem manajemen biobank.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai manajemen spesimen terintegrasi di Biobank FK-KMK UGM, mulai dari penerimaan dan pemrosesan biospesimen, pelabelan dan penyimpanan, pemantauan kondisi penyimpanan, hingga proses penarikan dan pelacakan spesimen. Pembahasan juga mengaitkan pengelolaan biospesimen dengan dua aspek penting dalam keselamatan dan keamanan penelitian, yaitu biosafety dan biosecurity.

Penerapan biosecurity di biobank mencakup berbagai lapisan pengendalian. Mahasiswa diperkenalkan pada penerapan akses terbatas, pengelolaan inventaris biospesimen, penggunaan sistem informasi manajemen biobank atau SIMBIOX, pengaturan hak akses pengguna, dokumentasi, serta audit trail.

Pengelolaan spesimen juga didukung oleh berbagai Standard Operating Procedures (SOP) yang mengatur tahapan pekerjaan, mulai dari penerimaan, pemrosesan, pelabelan, penyimpanan, pelacakan, penarikan, hingga pemusnahan spesimen.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa keamanan biospesimen bukan merupakan tanggung jawab satu orang atau satu bagian saja. Setiap tahapan dalam perjalanan biospesimen membutuhkan prosedur yang jelas, personel yang terlatih, dokumentasi yang baik, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Selain membahas aspek biosecurity, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya menjaga kualitas biospesimen sejak tahap pengumpulan hingga penyimpanan jangka panjang. Kualitas spesimen sangat dipengaruhi oleh proses pra-analitik, termasuk metode pengumpulan, pelabelan, waktu dan kondisi transportasi, pemrosesan, serta kondisi penyimpanan. Mahasiswa juga diperkenalkan pada prinsip bahwa jenis biospesimen dan tujuan analisis menentukan bagaimana spesimen harus ditangani dan disimpan. DNA, RNA, protein, maupun metabolit memiliki karakteristik dan sensitivitas yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pengelolaan yang sesuai. Dokumentasi dan chain of custody menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap spesimen dapat ditelusuri sepanjang siklus hidupnya. Sistem pencatatan yang baik tidak hanya mendukung kualitas penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari pengendalian dan keamanan biospesimen.

Kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Magister Biologi untuk melihat bagaimana konsep biosecurity diterapkan dalam fasilitas pengelolaan biospesimen. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami biosecurity sebagai konsep perlindungan terhadap agen biologis, tetapi juga melihat keterkaitannya dengan SOP, fasilitas, peralatan, sumber daya manusia, sistem informasi, dokumentasi, serta tata kelola biospesimen.

Pengalaman pembelajaran langsung di fasilitas biobank diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya penerapan prinsip keamanan hayati secara menyeluruh dalam kegiatan penelitian biologi dan biomedis. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan pengelola Biobank FK-KMK UGM mengenai praktik pengelolaan biospesimen serta tantangan penerapan biosecurity di lingkungan biobank.

Prof. Dr. Sok Ching Cheong dan Dr. Annie Chai Kunjungi Biobank FK-KMK UGM

Yogyakarta, 15 September 2026 — Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan dua tamu akademik dari Cancer Research Malaysia, yaitu Prof. Dr. Sok Ching Cheong, Chief Scientific Officer, dan Dr. Annie Chai, Deputy Head Translational Cancer Biology Unit, pada Selasa, 15 September 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Visiting Professor & Guest Lecturer 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM pada 15–16 September 2026. Kedua tamu didampingi oleh Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D.

Dalam kunjungan ini, Prof. Dr. Sok Ching Cheong dan Dr. Annie Chai berkesempatan mengenal lebih dekat fasilitas, pengelolaan, serta aktivitas Biobank FK-KMK UGM dalam mendukung penelitian biomedis dan translasi. Kunjungan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan peran biobank dalam pengelolaan biospesimen dan data penelitian secara terstandar, mulai dari penerimaan dan pemrosesan spesimen, penyimpanan jangka panjang, hingga pemanfaatan biospesimen untuk mendukung penelitian.

Kehadiran kedua peneliti dari Cancer Research Malaysia juga memberikan peluang untuk memperluas diskusi mengenai penelitian kanker, biospesimen, dan translational research. Hal ini sejalan dengan tema kegiatan Visiting Professor & Guest Lecturer 2026 dari Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM , yaitu “NPC from Basic to Clinic” serta kuliah umum pascasarjana bertema “Modern Approaches in Cancer Research: from Disease Models to Target Discovery.”

Prof. Dr. Sok Ching Cheong merupakan peneliti yang memiliki fokus pada penelitian nasopharyngeal carcinoma (NPC), sedangkan Dr. Annie Chai berkiprah dalam bidang translational cancer biology, termasuk pemanfaatan pendekatan CRISPR dan big data untuk mendukung penemuan target kanker.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi penelitian antara FK-KMK UGM, Biobank FK-KMK UGM, dan institusi penelitian kanker di tingkat internasional. Pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan biospesimen, data, serta pemanfaatannya dalam penelitian kanker menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengembangan penelitian biomedis yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan seperti ini, Biobank FK-KMK UGM terus membuka ruang untuk kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan jejaring penelitian dalam mendukung kemajuan ilmu biomedis dan kesehatan.

Mengenal Lebih Dekat Biobank FK-KMK UGM, Mahasiswa Baru S3 Diajak Melihat Langsung Fasilitas Pendukung Riset

Yogyakarta, 31 Agustus 2026

Bagaimana sebuah sampel biologis disimpan agar tetap terjaga kualitasnya dan dapat dimanfaatkan kembali untuk penelitian? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu hal yang dikenalkan kepada mahasiswa baru Program Studi Doktor (S3) FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kunjungan ke Laboratorium Biobank FK-KMK UGM, Senin 31 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengenalan fasilitas kampus bagi mahasiswa baru Program Studi S3 Angkatan 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada fasilitas yang tersedia di lingkungan FK-KMK UGM, tetapi juga diajak melihat secara langsung bagaimana Biobank mendukung kegiatan penelitian kesehatan.

Berbeda dengan pengenalan yang diawali dengan pemaparan materi, kegiatan kali ini mengajak mahasiswa untuk melihat fasilitas Biobank terlebih dahulu. Peserta berkesempatan mengamati area kerja, fasilitas penyimpanan spesimen, serta sistem pengelolaan data yang digunakan dalam mendukung penelusuran dan pengelolaan sampel.

“Biobank bukan hanya tempat menyimpan sampel. Di dalamnya terdapat rangkaian proses yang harus dikelola secara sistematis, mulai dari pengelolaan spesimen, kualitas dan keamanan penyimpanan, hingga pengelolaan data dan penelusuran sampel,” jelas Linda selaku teknisi Laboratorium.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai layanan yang tersedia di Biobank FK-KMK UGM. Layanan tersebut meliputi konsultasi dan pendampingan pengelolaan spesimen, penyimpanan spesimen jangka panjang menggunakan ultra-low temperature freezer (ULTF) dan liquid nitrogen (LN₂), isolasi DNA, serta dukungan terhadap kegiatan penelitian dan pelatihan di bidang pengelolaan biobank.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan adalah keterkaitan antara spesimen dan data. Setiap sampel yang disimpan perlu memiliki identitas, informasi, serta lokasi penyimpanan yang dapat ditelusuri. Untuk mendukung proses tersebut, Biobank FK-KMK UGM memanfaatkan sistem informasi yang membantu pengelolaan data dan lokasi spesimen.

Bagi mahasiswa Program Studi S3, pengenalan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung salah satu infrastruktur yang dapat mendukung proses penelitian di FK-KMK UGM. Keberadaan Biobank diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan spesimen secara lebih terstruktur sekaligus mendukung penelitian yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai konsep, fungsi, dan pengelolaan Biobank oleh dr Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D selaku Ketua Divisi Tim Operasional Biobank FKKMK UGM. Setelah melihat langsung fasilitasnya, mahasiswa diajak memahami lebih jauh bahwa Biobank bukan sekadar fasilitas penyimpanan spesimen, melainkan sebuah sistem yang mengintegrasikan spesimen, data, kualitas, keamanan, dan tata kelola untuk mendukung penelitian kesehatan.

Melalui kegiatan pengenalan ini, mahasiswa baru Program Studi S3 Angkatan 2026 diharapkan semakin mengenal fasilitas penelitian yang tersedia di FK-KMK UGM dan dapat memanfaatkannya sebagai bagian dari perjalanan akademik serta pengembangan riset mereka.

 

Peserta Workshop Nasional Biobank Kunjungi Fasilitas Biobank FK-KMK UGM

Yogyakarta, 10–12 Agustus 2026 — Selain mengikuti rangkaian paparan dan diskusi di dalam kelas, peserta Workshop Nasional Manajemen Data Biobank mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung pengelolaan fasilitas biobank di FK-KMK UGM. Kegiatan kunjungan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih konkret kepada peserta mengenai penerapan prinsip-prinsip pengelolaan biobank, khususnya dari sisi fasilitas, sarana dan prasarana, serta alur penyimpanan biosampel.

Sebanyak 34 peserta dari 17 instansi mengikuti workshop yang diselenggarakan pada 10–12 Agustus 2026 di FK-KMK UGM. Selama pelaksanaan workshop, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti kunjungan ke fasilitas Biobank FK-KMK UGM secara bergantian. Setiap hari, satu kelompok mendapatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan pada waktu istirahat, sehingga seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk melihat fasilitas biobank secara langsung.

Kunjungan tersebut menjadi bagian yang melengkapi materi yang diberikan di dalam kelas. Jika pada sesi pembelajaran peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep, standar, fasilitas, manajemen sampel, serta sistem pengelolaan biobank, melalui kunjungan ini peserta dapat melihat secara langsung bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam lingkungan operasional biobank.

Dalam kunjungan, peserta diperkenalkan dengan berbagai fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung kegiatan biobank. Peserta dapat melihat secara langsung area pengelolaan dan penyimpanan biosampel, sistem penataan sampel, serta berbagai aspek pendukung yang diperlukan untuk menjaga keamanan, kualitas, dan ketertelusuran biosampel.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan pengelola Biobank FK-KMK UGM mengenai praktik operasional yang diterapkan. Peserta dapat mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan sampel, sistem penyimpanan, pemantauan kondisi penyimpanan, penataan lokasi sampel, hingga aspek keselamatan dan keamanan fasilitas.

Kunjungan lapangan menjadi semakin relevan dengan materi workshop mengenai Best Practices Fasilitas dan Manajemen Sampel Biobank. Dalam materi tersebut, peserta diperkenalkan pada pentingnya desain dan zonasi fasilitas, pengendalian suhu dan daya, kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat, sistem backup penyimpanan, serta pengelolaan fasilitas yang mendukung keberlangsungan operasional biobank.

Melalui pengalaman melihat fasilitas secara langsung, peserta tidak hanya memperoleh gambaran teoritis mengenai standar dan praktik terbaik, tetapi juga dapat menghubungkan materi yang disampaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Hal ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi peserta dalam mengembangkan atau memperkuat pengelolaan biobank di institusi masing-masing.

Pembagian kunjungan menjadi tiga kelompok selama tiga hari juga memungkinkan kegiatan berlangsung secara lebih efektif tanpa mengganggu rangkaian materi utama workshop. Secara bergantian, peserta tetap dapat mengikuti seluruh agenda pembelajaran sekaligus mendapatkan pengalaman observasi langsung di fasilitas Biobank FK-KMK UGM.

Kegiatan kunjungan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual dalam Workshop Nasional Manajemen Data Biobank, yang tidak hanya menggabungkan paparan dan diskusi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung implementasi pengelolaan biobank. Dengan demikian, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai keterkaitan antara sumber daya manusia, fasilitas, biosampel, proses, dan sistem manajemen data dalam mendukung penyelenggaraan biobank yang berkualitas.

 

Workshop Nasional Biobank Hari Ketiga: Peserta Praktik Langsung Pengelolaan Data dan Meta Data

Yogyakarta, 12 Agustus 2026 — Setelah mendapatkan pembekalan konseptual mengenai biobank dan manajemen data selama dua hari, peserta Workshop Nasional Manajemen Data Biobank memasuki tahap praktik pada hari ketiga. Kegiatan hari ketiga dirancang sebagai sesi hands-on untuk memberikan pengalaman langsung dalam penerapan sistem manajemen data biobank.

Sesi praktik menjadi bagian penting dalam rangkaian workshop karena tujuan kegiatan tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga memberikan pengalaman praktik langsung dalam sistem manajemen data biobank.

Kegiatan diawali dengan pembagian peserta ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti rangkaian praktik, peserta diajak untuk melihat video profil Biobank dan pengelolaan biosampel serta data di Biobank FK-KMK UGM. Peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya jawab dan berdiskusi pada sesi ini. Selanjutnya, peserta mulai memasuki sesi praktik yang berfokus pada registrasi kontrak, sampel serta input data demografi dan biospesimen.  Sesi yang difasilitasi oleh F. Linda Tri P., S.Tr.Kes memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami alur pencatatan data sejak tahap registrasi serta bagaimana informasi donor dan biospesimen dimasukkan ke dalam sistem. Praktik kemudian dilanjutkan dengan materi Labeling dan Freezer Mapping. Peserta mempelajari keterkaitan antara identitas sampel, label, serta lokasi penyimpanan. Konsep freezer mapping menjadi bagian penting dalam menjaga ketertelusuran posisi biosampel di dalam sistem penyimpanan.

Sesi berikutnya membahas Tracking, Traceability, Penarikan, Aliquot, dan Pemusnahan yang difasilitasi oleh Efri Kurniawan, S.Tr.AK. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana pergerakan dan lokasi biosampel dapat ditelusuri sehingga keberadaan dan riwayat pengelolaannya dapat terdokumentasi dengan baik.

Selanjutnya, Nurdin Fauzi Zaman, S.T. membawakan materi mengenai SIMBIOX, Role & Akses Pengguna serta Backup Data dan Keamanan Sistem. Peserta diperkenalkan pada pentingnya pengaturan hak akses pengguna berdasarkan peran serta mekanisme perlindungan dan pencadangan data dalam sistem informasi biobank.

Setelah sesi praktik, peserta mendapatkan tugas kelompok. Dalam kegiatan tersebut, Setiap kelompok diminta untuk menyusun 1 (satu) rancangan biobank berdasarkan kondisi dan kebutuhan institusi masing-masing, yang mencakup:Tujuan dan pemanfaatan biobank, Rencana pengembangan biobank, Struktur dan pengelolaan data, Jenis biospesimen yang akan disimpan, Identifikasi pemangku kepentingan dan pengguna, serta Mekanisme komunikasi dan koordinasi antar-pengguna.

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan rancangan yang telah disusun. Peserta kemudian mempresentasikan hasil tugas kelompok dan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan ulasan terhadap hasil pekerjaan mereka. Sesi ini menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan mendiskusikan bagaimana konsep manajemen data dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing institusi.

Rangkaian workshop ditutup dengan evaluasi kegiatan. Tiga hari pelaksanaan workshop memberikan pengalaman pembelajaran yang bertahap, dimulai dari pemahaman dasar mengenai biobank, dilanjutkan dengan penguatan aspek manajemen data, etika, hukum, keamanan dan standardisasi, hingga praktik langsung pengelolaan data dan meta data.

Melalui kombinasi paparan, diskusi, dan praktik, workshop diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas pengelola biobank, peneliti, teknisi laboratorium, data manager, IT biobank, akademisi, serta institusi kesehatan dan penelitian dalam membangun sistem manajemen biobank yang lebih efektif, efisien, aman, dan sesuai dengan standar internasional.

Dengan berakhirnya sesi hands-on dan evaluasi, Workshop Nasional Manajemen Data Biobank 2026 resmi menuntaskan rangkaian kegiatan tiga hari di FK-KMK UGM, dengan menempatkan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola data sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem biobank di Indonesia.

Workshop Nasional Biobank Hari Kedua: Memperkuat Manajemen Data, Etika, dan Keamanan Informasi

Yogyakarta, 11 Agustus 2026 — Setelah membangun pemahaman mengenai prinsip dasar dan praktik pengelolaan biobank pada hari pertama, Workshop Nasional Manajemen Data Biobank memasuki hari kedua dengan fokus utama pada manajemen data dan metadata biobank.

Manajemen data menjadi bagian yang semakin penting dalam penyelenggaraan biobank karena data yang menyertai biosampel mencakup berbagai informasi, mulai dari identitas sampel, data klinis, informasi pre-analitik, hingga riwayat penyimpanan dan distribusi. Pengelolaan yang tidak terstruktur dapat meningkatkan risiko inkonsistensi, kehilangan data, kesalahan pencatatan, dan keterbatasan traceability.

Kegiatan hari kedua diawali dengan materi Best Practices in Data Management dan Standardisasi Data yang disampaikan oleh dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. Peserta diperkenalkan pada praktik terbaik dalam pencatatan dan dokumentasi biobank untuk menjamin ketertelusuran biosampel. Pembahasan mencakup Good Documentation Practice, pengelolaan dokumen dan rekaman, pengendalian dokumen, pencatatan kegiatan laboratorium, dokumentasi penggunaan peralatan, monitoring lingkungan penyimpanan, pengelolaan arsip, hingga audit trail.

Pembahasan kemudian berlanjut pada pengenalan SIMBIOX yang disampaikan oleh Sunandar Hariyanto, S.T., M.Eng. Sesi ini memberikan gambaran mengenai penerapan sistem informasi untuk mendukung digitalisasi dan standardisasi pengelolaan data biobank di Biobank FK-KMK UGM. .

Pengalaman implementasi biobank menjadi topik berikutnya melalui sesi yang menghadirkan Abdullah Faqih Al Mubarok, M.Sc. dari BGSi Kementerian Kesehatan RI. Peserta memperoleh gambaran mengenai pengalaman implementasi biobank serta jenis data dan metadata yang dicatat untuk mendukung ketertelusuran dan pemanfaatan biosampel. Pembahasan juga mengangkat tantangan implementasi dan pembelajaran yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan biobank di Indonesia.

Perspektif internasional kemudian dihadirkan melalui materi Standard Practices in Data Management Biobank and ISO 20387 oleh Riad Gacem, M.S dari Didata Switzerland. Sesi ini membahas praktik standar dalam manajemen data dan metadata biobank, termasuk upaya menjaga kualitas, integritas, keamanan, dan ketertelusuran data serta penerapan ISO 20387.

Setelah sesi pagi, pembahasan dilanjutkan pada aspek bioetika oleh dr. Wika Hartanti, MIH membawakan materi mengenai bioetika dalam pengumpulan, penggunaan, dan pemanfaatan jangka panjang data serta biosampel pada biobank. Peserta diajak memahami prinsip otonomi, beneficence, non-maleficence, dan justice, termasuk penerapan informed consent, broad consent, secondary use, perlindungan privasi, serta tata kelola pemanfaatan data dan biosampel secara bertanggung jawab.

Aspek etika kemudian dilengkapi dengan pembahasan aspek hukum dalam pengumpulan data, data sharing, dan biospecimen sharing yang disampaikan oleh Dr. Rimawati, S.H., M.Hum. Materi menyoroti kerangka regulasi, perlindungan data pribadi, hak dan kewajiban para pihak, serta aspek hukum dalam kerja sama dan pertukaran data maupun biosampel antarinstitusi.

Selanjutnya, Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D. membawakan materi mengenai Keamanan Data, Privasi, Interoperabilitas, dan Standardisasi Data. Peserta mendapatkan perspektif mengenai pentingnya membangun ekosistem data yang aman dan terintegrasi, termasuk penerapan prinsip FAIR serta pengelolaan metadata dan keterlacakan data untuk mendukung kolaborasi riset berbasis data.

Rangkaian materi hari kedua ditutup dengan diskusi panel mengenai tantangan implementasi data biobank di Indonesia. Panel menghadirkan dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D., Dr. Rimawati, S.H., M.Hum., dr. Wika Hartanti, MIH, dan Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D. Diskusi membahas tantangan pengelolaan data dan metadata, interoperabilitas dan integrasi sistem informasi, perlindungan data pribadi, keamanan informasi, aspek etik dan hukum, kesiapan infrastruktur dan sumber daya, serta kebutuhan kolaborasi antarlembaga.

Dengan berakhirnya sesi hari kedua, peserta telah memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif bahwa pengelolaan biobank tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dan pemeliharaan biosampel, tetapi juga membutuhkan tata kelola data yang terstandar, aman, etis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pembahasan tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti hari ketiga yang dirancang dalam bentuk hands-on, sehingga konsep yang telah diperoleh selama dua hari dapat diterapkan melalui simulasi dan praktik pengelolaan data biobank.

Workshop Nasional Biobank Hari Pertama: Memperkuat Fondasi Pengelolaan Biobank yang Berkualitas

Yogyakarta, 10 Agustus 2026 — Pengelolaan biobank yang berkualitas tidak hanya bergantung pada tersedianya fasilitas penyimpanan biosampel, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan yang terstandar, terdokumentasi, dan mampu menjamin kualitas serta ketertelusuran sampel. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama pada hari pertama Workshop Nasional Manajemen Data Biobank yang diselenggarakan pada 10–12 Agustus 2026 di Auditorium U.8.6, Lantai 8, Gedung Tahir Foundation Sayap Utara, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM).

Workshop yang mengangkat tema “Basic Best Practises in Biobank with a specific topic on Strengthening Biobank Data Management for Research” ini diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari 17 instansi. Peserta berasal dari berbagai latar belakang dan institusi yang berkaitan dengan pengelolaan biosampel, penelitian kesehatan, laboratorium, serta manajemen data biobank. Keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu kekuatan kegiatan karena memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman dan praktik pengelolaan biobank dari berbagai institusi.

Workshop ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam manajemen data biobank yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan standar internasional. Selain itu, kegiatan juga memberikan pemahaman mengenai konsep dasar biobank, praktik terbaik dalam pengelolaan sampel dan infrastruktur, aspek keamanan dan etika, serta pengalaman praktik langsung dalam sistem manajemen data biobank.

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan. Dalam sambutannya, Ketua Panitia, dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D., menyampaikan pengantar mengenai pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan biobank. Kegiatan pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Dekan Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad, Subsp. PRP-(K) serta foto bersama peserta dan panitia.

Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai Konsep Dasar Biobank yang disampaikan oleh Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D. Materi membahas konsep dan fungsi biobank, perannya dalam mendukung penelitian kesehatan, siklus hidup biosampel, berbagai jenis biosampel, serta penerapan standar dan pedoman internasional dalam penyelenggaraan biobank.

Sesi berikutnya membahas Best Practices Infrastruktur dan Bahan yang disampaikan oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D. Materi membahas mengenai pentingnya standar biobank, perbandingan ISBER–NCI–IARC hingga strategi penerapan bertahap menuju ISO 20387

Aspek penyimpanan biosampel kemudian diperdalam melalui materi “No Downtime, No Compromise: Choosing the Right Cryopreservation Strategy” yang disampaikan oleh Sarifin, S.Si., M.M. Pembahasan menyoroti strategi cryopreservation, pemilihan metode penyimpanan berdasarkan karakteristik biosampel, penggunaan ultra-low temperature freezer dan liquid nitrogen, sistem monitoring dan peringatan dini, serta pentingnya perencanaan backup dan pengelolaan risiko kegagalan penyimpanan.

Setelah sesi siang, peserta memperoleh materi Manajemen Sampel dari dr. Ery Kus Dwianingsih, Ph.D., Sp.P.A., Subsp. M.S. (K), Subsp. S.M. (K). Materi menekankan pentingnya pengelolaan biosampel sejak tahap pre-analitik, penerimaan dan registrasi, aliquoting dan pemrosesan, hingga penyimpanan, quality control, dokumentasi, dan traceability. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan integritas biosampel selama seluruh siklus pengelolaannya.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi Biosafety dan Biosecurity pada Koleksi dan Penyimpanan Sampel Infeksius Jangka Panjang oleh  Dra. Dewajani Purnomosari, M.Si., Ph.D. dari tim Biosafety FKKMK UGM yang membahas penerapan prinsip keselamatan dan keamanan biologis dalam pengelolaan biosampel. Materi mencakup penilaian risiko, pengendalian teknis dan administratif, penggunaan alat pelindung diri, pengelolaan akses, tanggap darurat, serta monitoring dan evaluasi sistem manajemen biorisiko.

Hari pertama ditutup dengan materi Quality Control in Biobank Practice yang kembali disampaikan oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D. Peserta diperkenalkan pada hubungan antara Quality Management System (QMS), Quality Assurance (QA), dan Quality Control (QC), termasuk penerapan QC terhadap biosampel, data, dan proses pengelolaan biobank.

Rangkaian materi hari pertama memberikan landasan konseptual bagi peserta sebelum memasuki pembahasan yang lebih spesifik mengenai manajemen data pada hari kedua. Dengan pemahaman mengenai sampel, infrastruktur, biosafety, dan mutu, peserta diharapkan memiliki perspektif yang utuh bahwa pengelolaan biosampel dan data merupakan dua komponen yang saling terintegrasi dalam membangun biobank yang berkualitas.

Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami berbagai tantangan pengelolaan biobank di institusi masing-masing.

Biobank FK-KMK UGM Ikuti Rapat Lanjutan Kerja Sama 10×10 Virtual Biorepository System (VBS) untuk Perkuat Kolaborasi Riset Global

Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kolaborasi riset global melalui partisipasi dalam rapat lanjutan The 10×10 Virtual Biorepository System (VBS). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026 pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh enam peserta dari berbagai institusi. Biobank FK-KMK UGM dalam kesempatan ini diwakili oleh Jajah Fachiroh.

Rapat koordinasi ini membahas berbagai aspek teknis penting dalam pengelolaan biorepositori virtual, meliputi persiapan dan penyimpanan sampel, prosedur pemeriksaan skrining, serta mekanisme pengiriman sampel untuk pengujian lanjutan. Selain itu, diskusi juga menyoroti persyaratan administratif dan teknis terkait identifikasi sampel guna memastikan standar kualitas, keamanan, dan interoperabilitas data antar institusi.

Keterlibatan Biobank FK-KMK UGM dalam inisiatif 10×10 VBS merupakan bagian dari upaya memperkuat harmonisasi pengelolaan spesimen dan data secara global, terutama dalam mendukung kesiapsiagaan terhadap berbagai tantangan kesehatan, termasuk penyakit infeksi dan potensi pandemi di masa depan. Biobank sebagai infrastruktur riset memiliki peran strategis dalam menyediakan sampel biologis dan data berkualitas tinggi guna mendukung pengembangan penelitian biomedis dan precision medicine.

Partisipasi ini juga mencerminkan kontribusi Biobank FK-KMK UGM dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui riset berbasis bukti, penguatan inovasi dan infrastruktur penelitian, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Selain itu, keterlibatan dalam jejaring internasional menjadi langkah penting dalam mempererat kemitraan lintas institusi guna mencapai tujuan bersama di bidang kesehatan.

Melalui keterlibatan dalam forum internasional ini, Biobank FK-KMK UGM terus berupaya memperkuat kapasitas dan standar pengelolaan biobank, sekaligus berkontribusi dalam jejaring global yang mendukung pertukaran data dan spesimen secara etis, aman, dan terstandarisasi. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan riset kesehatan, mendorong inovasi berbasis data, serta meningkatkan kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapi tantangan global.

Dukung Komunikasi Publik, FK-KMK UGM Ikuti Workshop Konten Media tentang SDGs

Yogyakarta, 21 April 2026 – Sebanyak lima perwakilan dari FK-KMK UGM mengikuti kegiatan Workshop Menulis Siaran Pers dan Konten Media tentang SDGs yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada di Ruang Multimedia 1, Lantai 3 Sayap Utara Gedung Pusat UGM. Salah satu peserta yang hadir merupakan perwakilan dari Biobank FK-KMK UGM.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan fungsi kehumasan di lingkungan universitas, khususnya dalam meningkatkan kemampuan staf humas dan pengelola media dalam menyusun siaran pers serta konten publikasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada sesi materi, narasumber dari Biro Transformasi Digital UGM menyampaikan pemanfaatan tools digital untuk optimalisasi konten SDGs. Tools digital yang diperkenalkan merupakan produk internal hasil pengembangan unit tersebut. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung optimalisasi penyusunan konten dan publikasi terkait SDGs, serta saat ini masih terus dalam tahap penyempurnaan agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna di lingkungan universitas. Selain itu, peserta juga mendapatkan arahan dari Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu selaku Sekretaris Universitas mengenai pentingnya peran humas dalam mendukung reputasi institusi melalui pemberitaan yang berkualitas.

Pada sesi penyampaian materi berikutnya, peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber Kompas mengenai strategi penulisan siaran pers yang efektif, teknik menyusun konten media yang menarik, serta cara mengangkat isu SDGs menjadi berita yang relevan dan bernilai publikasi.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan perwakilan FK-KMK UGM dapat semakin meningkatkan kualitas publikasi, memperluas diseminasi informasi, serta mendukung capaian institusi yang selaras dengan agenda SDGs.

Kontributor: F. Linda Tri P