Biobank FK-KMK UGM Ikut Serta dalam Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Penulisan Artikel dan Refreshing Tim SDGs Warrior 2025

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan AI dalam Penulisan Artikel dan Refreshing Tim SDGs Warrior pada Rabu, 3 September 2025 di KPTU FK-KMK UGM. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yakni sesi pagi (08.30–12.30) dan sesi siang (12.30–16.30).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sivitas akademika dalam menulis artikel kegiatan, khususnya yang mencerminkan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas staf dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mendukung proses penulisan, memperbarui data di laman unit, serta menyegarkan pemahaman tentang alur tagging dan pengiriman berita ke sistem fakultas.

Dalam pelatihan ini, Biobank FK-KMK UGM turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua perwakilan pada sesi kedua, yaitu satu orang dari kontributor SDGs dan satu orang dari tim admin web biobank. Kehadiran perwakilan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas Biobank dalam mendokumentasikan aktivitas, mempublikasikan pencapaian, serta mendukung peningkatan kontribusi fakultas terhadap indikator SDGs, seperti SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Materi utama pelatihan mencakup pemanfaatan AI untuk penulisan artikel, penjelasan pemutakhiran data link web unit/departemen, serta praktik langsung unggah berita dengan tata cara tagging yang sesuai. Di akhir sesi, peserta juga mengikuti evaluasi pelatihan serta pengumuman pemenang praktik terbaik.

Partisipasi Biobank FK-KMK UGM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk terus mendukung upaya fakultas dalam percepatan publikasi, khususnya terkait pencapaian SDGs. Dengan adanya penguatan kapasitas di bidang penulisan dan pengelolaan publikasi digital, diharapkan setiap aktivitas Biobank dapat lebih terdokumentasi dengan baik, menguatkan peran FK-KMK dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi sivitas akademika maupun masyarakat.

Kontributor: F. Linda

Biobank FK-KMK UGM Perkenalkan Infrastruktur Penunjang Riset kepada Mahasiswa Doktor 2025

Pra Kuliah Perdana Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM Angkatan 2025 menghadirkan berbagai narasumber untuk memperkenalkan fasilitas riset unggulan fakultas. Salah satu sesi penting disampaikan oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D., yang memberikan paparan mengenai Biobank FK-KMK UGM sebagai infrastruktur riset strategis.

Dalam penjelasannya di ruang kelas, dr. Junaedy menerangkan bahwa Biobank merupakan biorepositori—tempat penyimpanan biosampel beserta data terasosiasinya yang dikelola secara sistematis dan berjangka panjang. Biobank FK-KMK UGM mulai dikembangkan sejak 2015, beroperasi pada 2018, dan diresmikan tahun 2019. Fasilitas ini hadir untuk menjawab kebutuhan penelitian kesehatan, terutama penyakit kompleks yang memerlukan jumlah sampel besar dan data yang memadai agar menghasilkan kesimpulan yang kuat.

Dr. Junaedy juga memaparkan misi Biobank, yaitu menyediakan penyimpanan biosampel riset yang berkualitas, berjangka panjang, serta mendukung kolaborasi riset berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberadaan Biobank bukan sekadar penyimpanan sampel, melainkan sistem terintegrasi yang melibatkan standar etikolegal, manajemen data, serta tata kelola kolaborasi penelitian.

Mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai fasilitas penyimpanan yang tersedia, di antaranya delapan unit ultrafreezer -80°C, empat freezer -20°C, dan tiga tangki nitrogen cair. Selain itu, dijelaskan pula keberadaan Simbiox, sistem manajemen data biobank yang dikembangkan secara mandiri oleh tim FK-KMK UGM, terdaftar HKI, dan saat ini tengah diadopsi oleh Kementerian Kesehatan.

Melalui sesi ini, mahasiswa S3 diharapkan semakin memahami bahwa Biobank FK-KMK UGM dapat menjadi mitra penting dalam mendukung penelitian mereka, baik untuk penyimpanan sampel, pengelolaan data, maupun penguatan aspek etikolegal riset. “Biobank hadir untuk membangun riset kesehatan yang lebih berkualitas dan berjangka panjang, serta mendorong kerja sama lintas disiplin,” jelas dr. Junaedy.

Kehadiran Biobank FK-KMK UGM juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas penelitian kesehatan, SDG 4 (Quality Education) , SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan pengembangan sistem informasi dan infrastruktur riset, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) lewat jejaring kolaborasi nasional maupun internasional.

Sebagai penutup, Biobank menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Program Doktor tahun 2025. Semoga perjalanan studi ini membawa banyak pengalaman berharga, jejaring kolaborasi, dan kontribusi ilmiah yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat dan pencapaian SDGs di masa depan.

Kontributor F. Linda Tri P


Tendik Biobank FK-KMK UGM Raih Hibah PK-PLP 2025 untuk Kembangkan Sistem Informasi Pengelolaan Biospesimen

Yogyakarta, 20 Agustus 2025 – Salah satu tenaga kependidikan (tendik) dari Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Linda Tri Pramatasari, berhasil meraih hibah Peningkatan Kompetensi Pranata Laboratorium Pendidikan (PK-PLP) Tahun 2025. Dalam monitoring hibah yang digelar oleh Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) dan Manajemen Laboratorium Terpadu (MLT) UGM, Linda memaparkan karyanya berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Laboratorium Biobank: Pengelolaan Biospesimen di Tangki Nitrogen Cair.”

Inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, di mana pengelolaan biospesimen pada suhu ultra-rendah, khususnya di tangki nitrogen cair, menuntut sistem informasi yang terintegrasi, akurat, dan aman. Sistem ini dirancang untuk mendukung pencatatan, pelacakan, serta pemantauan biospesimen secara digital sehingga meminimalkan risiko kehilangan data maupun kesalahan dalam pengelolaan sampel.

Pada kesempatan yang sama, anggota tim hibah Efri Kurniawan turut mendemonstrasikan beberapa modul sistem yang telah berhasil dikembangkan. Modul-modul ini mencakup alur pencatatan biospesimen, struktur penamaan sampel dengan barcode, penyimpanan sampel serta tampilan awal dashboard monitoring. Demo tersebut memperlihatkan bagaimana sistem dapat mempermudah teknisi laboratorium dalam mengelola data dengan lebih cepat, sistematis, dan aman.

“Selama ini Biobank FK-KMK UGM telah memiliki sistem informasi untuk penyimpanan sampel pada suhu -80°C. Namun, penyimpanan pada tangki nitrogen cair memerlukan adaptasi khusus karena karakteristik biospesimennya berbeda. Hibah ini memberi kesempatan untuk mengembangkan sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan,” jelas Linda dalam presentasinya.

Mendukung Visi UGM dan SDGs

Pengembangan sistem informasi ini sejalan dengan visi UGM untuk menjadi universitas riset kelas dunia, khususnya dalam bidang kesehatan dan biomedis. Selain itu, inovasi ini juga memiliki kontribusi langsung pada beberapa Sustainable Development Goals (SDGs):

  • SDG 3 (Good Health and Well-Being): memastikan tersedianya data biospesimen yang berkualitas untuk mendukung penelitian kesehatan dan biomedis.

  • SDG 4 (Quality Education): memberi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti dalam memanfaatkan teknologi laboratorium modern.

  • SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): memperkuat infrastruktur riset melalui sistem informasi digital yang inovatif.

  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): membuka peluang kolaborasi dengan peneliti nasional maupun internasional melalui pemanfaatan data biobank yang terstandar.

Penguatan Peran Tendik di Riset

Pencapaian ini sekaligus menegaskan peran strategis tenaga kependidikan, khususnya pranata laboratorium pendidikan, dalam mendukung tridarma perguruan tinggi. Tendik tidak hanya menjalankan fungsi teknis, tetapi juga berkontribusi aktif dalam inovasi riset dan pengembangan infrastruktur akademik.

Ke depan, sistem informasi yang dikembangkan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh laboratorium di UGM, sehingga pengelolaan biospesimen menjadi lebih efisien, transparan, dan berdaya guna.

“Dengan adanya hibah ini, kami berharap sistem informasi biobank yang dikembangkan dapat menjadi model bagi pengelolaan biospesimen di Indonesia. Bukan hanya mendukung penelitian lokal, tetapi juga memberi kontribusi pada jejaring riset kesehatan global,” tambah Linda.

Komitmen Keberlanjutan

Monitoring hibah PK-PLP 2025 menjadi langkah awal dalam memastikan keberlanjutan inovasi ini. UGM berkomitmen mendukung para tendik, termasuk di Biobank, untuk terus berinovasi sehingga laboratorium di kampus tidak hanya berfungsi sebagai penunjang praktikum, tetapi juga sebagai pusat unggulan riset berkelas dunia.

Kontributor: F. Linda Tri P

UGM dan Shanghai Jiao Tong University Perkuat Kolaborasi Riset Kesehatan melalui Kunjungan ke Biobank

Yogyakarta, 15 Agustus 2025 – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi School of Public Health Shanghai Jiao Tong University pada 14–15 Agustus 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi akademik dan penjajakan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan kesehatan masyarakat.

Salah satu agenda penting adalah kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM, yang telah menjadi pusat penyimpanan dan pengelolaan biosampel untuk mendukung riset biomedis dan kesehatan masyarakat. Dalam sesi ini, delegasi dari kedua universitas berdiskusi terkait penguatan infrastruktur riset, pertukaran data, serta pengembangan penelitian bersama, khususnya di bidang penyakit menular, penyakit tidak menular, nutrisi, hingga biologi tumor.

Kegiatan ini selaras dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), terutama:

  • SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya meningkatkan riset kesehatan guna mendukung deteksi dini, pencegahan, dan penanganan penyakit.

  • SDG 4 (Quality Education)

  • SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan penguatan kapasitas laboratorium, pemanfaatan big data, serta inovasi biobank dalam mendukung ekosistem riset kesehatan.

  • SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun jejaring kolaborasi global yang berkelanjutan antara Indonesia dan Tiongkok.

Perwakilan School of Public Health Shanghai Jiao Tong University, Prof. Hui Wang, menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk menjawab tantangan kesehatan global. Sementara itu, perwakilan FK-KMK UGM menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum memperkuat posisi UGM sebagai pusat riset kesehatan yang berkontribusi pada solusi berbasis bukti di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui sinergi ini, diharapkan terbentuk kerja sama konkret berupa penelitian bersama, program pelatihan, hingga inovasi teknologi kesehatan yang tidak hanya bermanfaat bagi kedua institusi, tetapi juga mendukung pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan dunia.

Kontributor: F. Linda Tri Pramatasari

Peserta Pelatihan GCLP Lakukan Kunjungan ke Biobank FKKMK UGM

Yogyakarta, 23 Mei 2025 — Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) menerima kunjungan peserta pelatihan Good Clinical Laboratory Practice (GCLP) dalam rangka kegiatan observasi laboratorium. Kegiatan berlangsung pada hari Jumat, 23 Mei 2025 pukul 13.00–15.00 WIB bertempat di Biobank FKKMK UGM.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pelatihan GCLP yang diselenggarakan oleh Pusat Kedokteran Tropis FKKMK UGM, sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap praktik laboratorium yang sesuai standar internasional dalam mendukung uji klinis dan penelitian berbasis biosampel.

Selama kunjungan, para peserta mendapatkan pemaparan terkait sistem manajemen sampel, prosedur pelacakan, penyimpanan biosampel bersuhu rendah, serta penerapan standar GCLP di lingkungan Biobank. Tim pendamping dari Biobank—yang terdiri dari teknisi laboratorium yang telah mengikuti pelatihan GCLP sebelumnya—menyampaikan alur kerja dan sistem dokumentasi yang digunakan untuk menjamin mutu dan keterlacakan sampel.

Kegiatan ini juga memberikan ruang diskusi interaktif antara peserta dan tim Biobank mengenai tantangan implementasi GCLP, peran teknologi informasi dalam manajemen laboratorium, serta integrasi aspek biosafety dan biosecurity.

Kunjungan ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarunit di lingkungan FKKMK UGM dalam membangun sistem riset yang berkualitas. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) dalam hal peningkatan kapasitas laboratorium pendukung kesehatan, dan Tujuan 4 (Quality Education) melalui pendidikan dan pelatihan tenaga profesional kesehatan berbasis praktik terbaik.

Kontributor: F. Linda Tri P


Biobank FKKMK UGM Terima Kunjungan Studi Tiru dari BB Labkesmas Yogyakarta

Yogyakarta, 25 Juni 2025 — Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) menerima kunjungan studi tiru dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 25 Juni 2025, di Gedung Radiopoetro Lantai 1 FKKMK UGM.

Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi personel Instalasi K3, Pengelolaan Limbah B3, dan Biorepositori BB Labkesmas Yogyakarta, khususnya dalam tata kelola biobank dan sistem penyimpanan biosampel. Upaya ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan sistem riset kesehatan, serta Tujuan 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan pengembangan infrastruktur laboratorium yang andal dan berstandar tinggi.

Rombongan yang terdiri dari tujuh orang peserta diterima langsung oleh perwakilan tim Biobank FKKMK UGM. Dalam sambutan penerimaan, tim Biobank menyampaikan informasi mengenai struktur organisasi, alur kerja, serta sistem manajemen data dan penyimpanan biosampel yang diterapkan, termasuk pemanfaatan teknologi penyimpanan bersuhu rendah.

Selama sesi kunjungan, peserta juga mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung fasilitas penyimpanan biosampel yang dikelola Biobank FKKMK UGM, termasuk sistem pelabelan, keamanan sampel, serta pemantauan suhu secara berkala yang diterapkan guna menjaga integritas biosampel.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara peserta dan tim Biobank, membahas berbagai tantangan teknis dan administratif yang umum dihadapi dalam pengelolaan biobank. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama antarinstansi dan mendorong pengembangan kapasitas biorepositori di lingkungan laboratorium kesehatan masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Biobank FKKMK UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian SDGs melalui kolaborasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan ekosistem riset kesehatan di Indonesia.

Kontributor: F. Linda Tri P

UGM dan THSTI India Bahas Kolaborasi Pelatihan Biobank dalam Pertemuan Virtual

UGM dan THSTI India Bahas Kolaborasi Pelatihan Biobank dalam Pertemuan Virtual

Yogyakarta, 16 Juni 2025 — Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan tata kelola biobank di Indonesia, Biobank FK-KMK UGM bersama Clinical Research Unit RSA UGM menyelenggarakan pertemuan virtual dengan Translational Health Science and Technology Institute (THSTI), India. Pertemuan ini bertujuan memperkenalkan sistem biobank dan laboratorium riset klinik UGM, sekaligus menjajaki peluang kolaborasi pelatihan antarnegara.

Dalam forum diskusi, tim UGM menegaskan komitmen terhadap penguatan sistem kerja biobank yang terstruktur, terdokumentasi, dan berbasis praktik terbaik global, termasuk peningkatan mutu Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) pada setiap proses pengelolaan biosampel. Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan terstandar menjadi prioritas penting dalam menjamin integritas biospesimen dan keandalan data riset.

Menanggapi paparan tersebut, tim THSTI menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif UGM. Kedua institusi sepakat menyusun program pelatihan intensif berdurasi empat hari untuk empat personel UGM, yang akan meliputi tiga modul utama:

  1. Tata kelola biobank, etika, dan aspek administratif, sesuai standar internasional ISO 20387.

  2. Penerapan QA/QC untuk menjamin integritas biosampel dan data.

  3. Penggunaan sistem digital manajemen sampel dan data, mencakup integrasi LIMS (Laboratory Information Management System) dan ELN (Electronic Lab Notebook).

Kerja sama ini merupakan langkah awal menuju kemitraan strategis jangka panjang antara UGM dan THSTI, dengan harapan besar untuk memperkuat infrastruktur biobank nasional, memperluas jaringan riset global, serta mendorong harmonisasi sistem pengelolaan biosampel di kawasan Asia.

Inisiatif ini juga selaras dengan beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan sistem pendukung riset kesehatan yang berbasis biosampel berkualitas.

  • SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, dengan peningkatan kapasitas tenaga laboratorium melalui pelatihan internasional.

  • SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan integrasi teknologi informasi laboratorium canggih.

  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi global antarlembaga pendidikan dan riset.

Dengan kolaborasi ini, FK-KMK UGM berharap dapat mempercepat transformasi mutu laboratorium dan biobank, serta menjadi pusat unggulan biobank akademik yang mendorong inovasi riset kesehatan berstandar global.

Kontributor: F. Linda Tri P

BBLKL Tingkatkan Pengelolaan Biorepository Melalui Pendampingan Bersama Biobank FK-KMK UGM

Salatiga, 16 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat kapasitas pengelolaan biorepository yang etis, aman, dan berstandar global, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) Salatiga menyelenggarakan kegiatan pendampingan teknis dengan menghadirkan tim dari Biobank FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam peningkatan mutu tata kelola fasilitas penyimpanan biosampel dan data, khususnya untuk koleksi vektor dan hewan pembawa penyakit yang menjadi andalan BBLKL—salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Akhmad Saiku, S.KM, M.Sc.PH, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung sebagai bagian dari transformasi laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas) menuju tier lima, serta upaya menjadikan BBLKL sebagai laboratorium rujukan nasional.

drh. Aryo Ardanto, Kepala Instalasi Biorepository BBLKL, menjelaskan bahwa saat ini fasilitas telah dilengkapi dengan cold chain storage, sistem Laboratory Information Management System (LIMS) internal, dan koleksi taksidermi referensi. Namun demikian, pihaknya menilai masih diperlukan penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) dan integrasi manajemen koleksi yang lebih sistematis dan etis.

Tim Biobank FK-KMK UGM yang dipimpin oleh jajaran teknis dan manajerial menyampaikan hasil observasi lapangan serta rangkaian saran strategis, di antaranya:

  • Penguatan infrastruktur dan keamanan fisik–digital, termasuk penerapan sistem monitoring suhu terintegrasi dan pelindung risiko kebocoran data.

  • Manajemen koleksi berbasis klasifikasi risiko dan spesies, guna meningkatkan efisiensi dan keterlacakan.

  • Perencanaan jangka menengah, meliputi roadmap pengembangan kapasitas SDM, standarisasi dokumentasi etik, dan digitalisasi pengelolaan.

Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas institusi untuk membangun sistem biorepository nasional yang dapat menunjang riset, pengambilan kebijakan, serta sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit berbasis vektor dan zoonosis.

Lebih luas lagi, inisiatif ini mendukung pencapaian berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pemantauan penyakit berbasis data koleksi biologis dan hewan vektor.

  • SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan penguatan laboratorium dan sistem informasi modern.

  • SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, mengingat banyaknya vektor penyakit yang berkaitan langsung dengan perubahan iklim dan lingkungan.

  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, lewat kolaborasi antara institusi akademik dan pemerintah untuk membangun sistem data dan biorepository nasional yang kokoh dan berkelanjutan.

Dengan dukungan teknis dari Biobank FK-KMK UGM, diharapkan BBLKL Salatiga dapat menjadi salah satu pionir dalam pengembangan biorepository sektor kesehatan lingkungan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring regional pengendalian penyakit menular dan berbasis lingkungan.

Kontributor: F. Linda Tri P


Jajah Fachiroh dan dr. Wika Hartanti Tegaskan Pentingnya Etika dan Standar Global dalam Workshop Biobank Nasional

Jakarta, 11–13 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat ekosistem biobank nasional yang berstandar internasional dan berlandaskan etika, Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., dan dr. Wika Hartanti, M.I.H., menjadi narasumber utama pada “Workshop Biobank: Etik, Consenting, dan Pengenalan Program General Population” yang diselenggarakan oleh Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, di Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan langkah strategis dalam menyongsong pelaksanaan Program General Population—sebuah inisiatif nasional dalam pengumpulan biosampel berskala besar untuk riset kesehatan populasi. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan biobank, khususnya dalam aspek etika, persetujuan informasi (informed consent), dan pengenalan terhadap standar internasional ISO 20387.

Pada hari pertama, Dr. Jajah Fachiroh membawakan materi mengenai pentingnya penerapan ISO 20387 sebagai acuan kualitas dalam pendirian dan pengelolaan biobank. Standar ini memastikan bahwa pengumpulan, penyimpanan, dan distribusi sampel biologis dilakukan secara terstruktur, terdokumentasi, dan dapat ditelusuri. Dr. Wika Hartanti, di sisi lain, menyoroti pentingnya aspek etik dan prinsip keadilan dalam biobanking, termasuk perlindungan hak partisipan, jaminan kerahasiaan data, dan urgensi membangun kepercayaan masyarakat.

Hari kedua difokuskan pada sesi praktik dan diskusi mendalam, meliputi studi kasus etik, penyusunan naskah informed consent, serta simulasi proses role play consenting. Keduanya turut memandu peserta dalam menganalisis dilema etik dan mengembangkan pendekatan komunikasi yang partisipatif dan sensitif terhadap konteks budaya Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kesiapan teknis dan etik para pelaksana biobank di Indonesia, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam membangun infrastruktur riset kesehatan berbasis populasi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip global.

Partisipasi aktif Jajah Fachiroh dan dr. Wika Hartanti dalam forum ini turut mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui dukungan terhadap riset kesehatan berbasis data dan sampel yang berkualitas dan beretika.

  • SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, dengan memberikan pelatihan berbasis standar global kepada tenaga profesional kesehatan.

  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Melalui workshop ini, Biobank FK-KMK UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi rujukan dalam pengembangan biobank di Indonesia, serta menjadi mitra aktif dalam transformasi riset kesehatan nasional yang beretika dan berdaya saing global.

Kontributor: F. Linda Tri P




Jajaki Transformasi Digital Biobank Melalui Teknologi Blockchain Bersama AminoChain.io

Yogyakarta, 5 Juni 2025 — Sebagai bagian dari komitmen untuk terus berinovasi dalam pengelolaan biobank yang aman, transparan, dan berbasis teknologi mutakhir, Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., selaku Ketua Tim Pengelola Biobank FK-KMK UGM, mengikuti presentasi daring yang diselenggarakan oleh AminoChain.io—sebuah platform global berbasis blockchain untuk pengelolaan biospesimen.

AminoChain.io memperkenalkan sejumlah fitur revolusioner yang ditujukan untuk menjawab tantangan tata kelola biosampel di era digital. Salah satunya adalah Specimen Center, sebuah real-time marketplace untuk pencarian dan distribusi sampel biologis yang memungkinkan efisiensi kolaborasi riset lintas negara. Fitur lainnya termasuk penerapan Non-Fungible Token (NFT) dan smart contract, yang tidak hanya menjamin keterlacakan penggunaan sampel, tetapi juga melindungi hak donor serta memastikan penggunaan biospesimen secara etis dan transparan.

Teknologi ini menandai era baru dalam sistem manajemen biobank—yang tidak hanya mengandalkan sistem lokal tertutup, tetapi mulai mengarah pada sistem terdesentralisasi global yang tetap menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, privasi, dan partisipasi donor.

Keterlibatan FK-KMK UGM dalam sesi ini mencerminkan semangat transformasi digital dan kesiapan institusi untuk menjajaki kemitraan strategis internasional di bidang biobank. Hal ini sejalan dengan visi penguatan sistem biobank nasional yang adaptif, berbasis data, dan siap bersaing dalam lanskap riset kesehatan global.

Lebih jauh, langkah ini juga mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan mendukung inovasi berbasis data dan biospesimen untuk mempercepat riset serta layanan kesehatan yang presisi.

  • SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui eksplorasi teknologi blockchain sebagai infrastruktur digital masa depan dalam riset biomolekuler.

  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kerja sama lintas negara dan sektor dalam pengembangan ekosistem digital biobank yang inklusif dan bertanggung jawab.

Dengan menjajaki inovasi seperti AminoChain.io, FK-KMK UGM tidak hanya memantapkan posisinya dalam peta biobank nasional, tetapi juga turut menyuarakan perlunya reformasi sistem biobank global yang berbasis teknologi, etika, dan kolaborasi.

Kontributor: F. Linda Tri P