Berkolaborasi untuk Meningkatkan Sistem Kesehatan: Balai Besar Labkesmas Jakarta Giatkan Persiapan Biorepositori

Dalam upaya mencapai tujuan Transformasi Kesehatan yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, pemerintah Indonesia terus menggalakkan restrukturisasi dalam sektor layanan kesehatan. Salah satu langkah konkret adalah penataan ulang laboratorium kesehatan di seluruh Indonesia adalah Laboratorium Kesehatan Medis dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).

Sebagai langkah tindak lanjut, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2023 telah dikeluarkan, yang mengatur mengenai organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Salah satu fungsi utama yang diemban oleh Unit Pelaksana Teknis tersebut adalah pengelolaan biorepositori.

Mengambil momentum ini, pada tanggal 25 April 2024, Balai Besar Labkesmas Jakarta melakukan kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM untuk mendapatkan Bimbingan dan Pembelajaran Teknis Persiapan Pelaksanaan Biorepositori. Acara ini diawali dengan sambutan dan presentasi dari Kepala Instalasi K3, Limbah, dan Biorepositori oleh Imelda Husdiani, S.T., M.Kes, dilanjutkan dengan presentasi dari Ketua Tim Pengelola Biobank Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D. Diskusi intensif dan peninjauan langsung terhadap sistem dan sarana prasarana Biobank FK-KMK UGM juga dilakukan.

Tim Biobank FK-KMK UGM menyampaikan harapannya bahwa kunjungan ini dapat membantu Balai Besar Labkesmas Jakarta dalam mendirikan fasilitas pengelolaan biorepositori. Keberadaan Labkesmas dianggap sangat penting dalam mendukung sistem ketahanan kesehatan nasional, terutama dalam memperkuat surveilans penyakit dan faktor risiko kesehatan yang berbasis laboratorium.

Kolaborasi antar lembaga seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional dan mencapai tujuan Transformasi Kesehatan yang diamanatkan oleh pemerintah.

Kata kunci SDGs : SDGs 3, SDGS 4, dan SDGs17

Narasumber :  Imelda Husdiani, S.T., M.Kes dan Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D

Kontributor : F. Linda Tri P

Tinjauan Kepala Laboratorium INA Respond Tangerang terhadap Sarana Infrastruktur Biobank FK-KMK UGM

Kepala Laboratorium Ina Respond dengan Ketua Pengelola Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 1 Maret 2024, sebagai bagian dari serangkaian kegiatan dalam workshop biobank infeksi, kepala laboratorium Ina Respond Tangerang, dr. Dewi Lokida, Sp.PK, melakukan kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM. Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang alur kerja dan sarana prasarana yang tersedia di dalamnya. Selama kunjungan tersebut, dr. Dewi Lokida secara teliti mengamati setiap proses yang terjadi di Biobank FK-KMK UGM. Dengan pengalamannya yang luas dalam bidang ini, beliau memberikan masukan yang berharga terkait aspek-aspek yang perlu diperbaiki guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional biobank ini. Selain itu, dr. Dewi Lokida juga memberikan apresiasi terhadap hal-hal baik yang telah dilakukan oleh tim di Biobank FK-KMK UGM, serta menekankan pentingnya mempertahankan praktik-praktik terbaik tersebut sebagai landasan untuk kemajuan lebih lanjut.

Kata kunci SDGs: SDGs 3, SDGS 4, dan SDGs17

Kontributor: F. Linda Tri P

 

Peran Biobank FK-KMK UGM: Edukasi dan Advokasi Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia

Jajah Fachiroh memaparkan tentang Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 31 Maret 2024 JF mempresentasikan Education and Advocation about Biobank in Indonesia: a Single Institution Experience dikegiatan 16th China Holistic Integraye Biobankology Conference 2024 & the 11th Hospital Dean’s Summit on Biobank yang diselenggarakan oleh Biobank Branch, China Medical Biotech Assosiation (BBCMBA).

Pada paparannya Jajah fachiroh menyampaikan peran Biobank FK-KMK UGM untuk memajukan pengetahuan para peneliti, pemangku kebijakan, dan mahasiswa terkait aspek-aspek biobank dan hal-hal teknis terkait penyelenggaraan biobank. Sampai saat ini unit Biobank FK-KMK merupakan satu-satunya penyelanggara pelatihan Biobank di Indonesia. Pada presentasinya Jajah Fachiroh memaparkan secara mendetail mengenai struktur pelatihan biobank yang diselenggarakan secara rutin diakhir tahun (2021-sekarang) maupun yang bersifat insidental. Pelatihan biobank yang diselenggarakan oleh unit Biobank FK-KMK UGM diselenggarakan selama 3 hari yang terdiri dari aspek teknis dan non teknis, meliputi pemahaman teori dan praktek. Metode bauran digunakan dengan belajar mandiri (asychronous) selama satu minggu sebelum tatap muka (synchronous).

Dikegiatan tersebut, dilakukan diskusi dengan kesimpulan bahwa biobank di LMIC (Low Middle Income Country) memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda dengan di HIC (High Income Country). Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kerjasama untuk pengembangan biobank di LMIC yang melibatkan kerjasama antara Asean dengan Republik Rakyat China. Selain itu, standarisasi penyelenggaraan Biobank khususnya di Indonesia harus diinisiasi. Indonesia bisa belajar proses standarisasi penyelenggaran Biobank di Republik Rakyat China untuk proses standarisasi biobank, mengingat lokasi geografis Republik Rakyat China lebih dekat dibandingan dengan Eropa dan Amerika Utara.

Kegiatan ditutup dengan agenda foto bersama perwakilan WHO-IARC (dr. Zisis Kozlakidis), dr Gao (Head Shanghai Biobank, biobank terbesar di china), dan pembicara internasional lain.

Foto bersama peserta

Narasumber: Jajah Fachiroh

Kontributor: F. Linda Tri P

Kata kunci SDGs: SDGs 3, SDGs4, dan SDGs17