Biobank FK-KMK UGM Ikuti Rapat Lanjutan Kerja Sama 10×10 Virtual Biorepository System (VBS) untuk Perkuat Kolaborasi Riset Global
Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kolaborasi riset global melalui partisipasi dalam rapat lanjutan The 10×10 Virtual Biorepository System (VBS). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026 pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh enam peserta dari berbagai institusi. Biobank FK-KMK UGM dalam kesempatan ini diwakili oleh Jajah Fachiroh.
Rapat koordinasi ini membahas berbagai aspek teknis penting dalam pengelolaan biorepositori virtual, meliputi persiapan dan penyimpanan sampel, prosedur pemeriksaan skrining, serta mekanisme pengiriman sampel untuk pengujian lanjutan. Selain itu, diskusi juga menyoroti persyaratan administratif dan teknis terkait identifikasi sampel guna memastikan standar kualitas, keamanan, dan interoperabilitas data antar institusi.
Keterlibatan Biobank FK-KMK UGM dalam inisiatif 10×10 VBS merupakan bagian dari upaya memperkuat harmonisasi pengelolaan spesimen dan data secara global, terutama dalam mendukung kesiapsiagaan terhadap berbagai tantangan kesehatan, termasuk penyakit infeksi dan potensi pandemi di masa depan. Biobank sebagai infrastruktur riset memiliki peran strategis dalam menyediakan sampel biologis dan data berkualitas tinggi guna mendukung pengembangan penelitian biomedis dan precision medicine.
Partisipasi ini juga mencerminkan kontribusi Biobank FK-KMK UGM dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui riset berbasis bukti, penguatan inovasi dan infrastruktur penelitian, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Selain itu, keterlibatan dalam jejaring internasional menjadi langkah penting dalam mempererat kemitraan lintas institusi guna mencapai tujuan bersama di bidang kesehatan.
Melalui keterlibatan dalam forum internasional ini, Biobank FK-KMK UGM terus berupaya memperkuat kapasitas dan standar pengelolaan biobank, sekaligus berkontribusi dalam jejaring global yang mendukung pertukaran data dan spesimen secara etis, aman, dan terstandarisasi. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan riset kesehatan, mendorong inovasi berbasis data, serta meningkatkan kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapi tantangan global.

