UGM Biobank Tampilkan Peran Strategis dalam Pengembangan Biobank Indonesia pada ABNA 2025

Yogyakarta, September 2025

Biobank FK-KMK UGM kembali mendapatkan perhatian internasional melalui partisipasi dalam ABNA Annual Conference 2025 di Newcastle, Australia. Pada kegiatan ini, Jajah Fachiroh, Ph.D., dosen Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM, Ketua Tim Pengelola UGM Biobank, sekaligus ISBER Ambassador untuk Indonesia Pacific Rim, terpilih sebagai salah satu penerima Asia Pacific Travel Grant Award 2025. Pada konferensi tersebut, Jajah mempresentasikan karya berjudul “UGM Biobank Role in Development of Biobank in Indonesia: a 10 Years Experience.”

Presentasi tersebut merangkum perjalanan 10 tahun UGM Biobank dalam membangun ekosistem biobanking nasional, mulai dari tahap awal pengembangan, standardisasi proses, peningkatan kapasitas SDM, hingga dukungan pengembangan kebijakan dan pendampingan biobank di berbagai lembaga di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Jajah berharap dapat menjalin koneksi dengan biobankers regional, mempelajari implementasi standar operasional biobank secara internasional, dan memperdalam pemahaman mengenai aspek etika, legal, dan sosial (ELSI).

Partisipasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem biobank nasional dan meningkatkan kontribusi Indonesia dalam jejaring biobank internasional.

Kontributor: F. Linda Tri P

Advancing Solutions for Effective, Ethical, and Equitable Data Sharing

Bangkok, 27–28 Mei 2025 — Dr. Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., mewakili Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam lokakarya tingkat tinggi bertajuk “Advancing Solutions for Effective, Ethical, and Equitable Data Sharing”, yang diselenggarakan oleh Southeast Asia Bioethics Network bekerja sama dengan Mahidol Oxford Tropical Medicine Research Unit (MORU). Kegiatan ini mempertemukan peneliti, pengambil kebijakan, dan praktisi dari seluruh Asia Tenggara dalam upaya memperkuat kerangka kerja berbagi data yang bertanggung jawab dalam riset kesehatan.

Selama dua hari sesi intensif, Dr. Jajah Fachiroh—yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengelola Biobank FK-KMK UGM—berpartisipasi aktif dalam diskusi panel dan sesi interaktif yang membahas tata kelola data, pembangunan infrastruktur data yang tepercaya, pengelolaan akses data yang adil, serta pentingnya transparansi dan keterlibatan komunitas dalam seluruh proses pengambilan keputusan berbasis data. Topik seperti manfaat bersama dari data riset dan pentingnya membangun kepercayaan antarlembaga menjadi sorotan utama dalam pembahasan.

Kehadiran Dr. Jajah menandai langkah strategis UGM, khususnya FK-KMK, dalam memperkuat kapasitas nasional di bidang pengelolaan data biobank yang etis dan kolaboratif, sejalan dengan prinsip FAIR (Findable, Accessible, Interoperable, Reusable) serta prinsip keadilan dan kedaulatan data.

Partisipasi ini juga merefleksikan dukungan nyata UGM terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya:

  • SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan mendorong riset kesehatan berbasis data yang inklusif dan bertanggung jawab.
  • SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan sistem digitalisasi biobank dan pengelolaan data berbasis prinsip global.
  • SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dengan membangun tata kelola data yang transparan, adil, dan menghargai hak individu serta komunitas.
  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi regional yang memperkuat integrasi ilmu pengetahuan dan kebijakan data lintas negara.

Dengan mengadopsi prinsip-prinsip dan pembelajaran dari forum ini, FK-KMK UGM berharap dapat terus mengembangkan sistem manajemen data dan digitalisasi biobank yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai etik, keadilan, dan kolaborasi regional dalam riset kesehatan masa depan.

Kontributor: F. Linda Tri P

Webinar Biobank: Optimalisasi Manajemen Sampel untuk Mencegah Kesalahan Pra-Analitik

Yogyakarta, 3o Januari 2025 – Biobank FK-KMK UGM berperan aktif dalam peningkatan kualitas penelitian melalui partisipasi dalam webinar bertajuk “Pencegahan Kesalahan Pra-Analitik: Kunci Sukses Penelitian Berkualitas dengan Teknologi Inovatif” yang diselenggarakan oleh PT. Indotech. Dalam kegiatan ini, PT. Indotech mengundang Jajah Fachiroh, S.P, M.Si, Ph.D dari Biobank FK-KMK UGM sebagai salahs atu narasumber.

Sebagai pembicara utama, Jajah Fachiroh, S.P, M.Si, Ph.D menyampaikan materi mengenai Optimalisasi Manajemen Sampel: Strategi untuk Mencegah Kesalahan Pra-Analitik dalam Penelitian. Dalam paparannya, Jajah menekankan bahwa kesalahan pada tahap pra-analitik menyumbang hingga 61% dari total kesalahan dalam laboratorium, meliputi kesalahan dalam pengambilan, penanganan, dan penyimpanan sampel. Oleh karena itu, pengelolaan sampel yang sistematis dan sesuai standar menjadi kunci utama dalam memastikan validitas dan keandalan hasil penelitian.

“Manajemen sampel yang baik tidak hanya menjamin kualitas penelitian, tetapi juga mengurangi kebutuhan pengulangan eksperimen yang memakan waktu dan biaya. Dengan penerapan prosedur standar yang ketat, kita dapat meningkatkan efisiensi dan keakuratan data penelitian,” ujar Jajah.

Selain itu, webinar ini juga menghadirkan Farah Zafirah Putri yang membahas tentang teknologi inovatif dalam manajemen sampel. Farah memperkenalkan solusi berbasis otomatisasi yang mampu meningkatkan presisi dalam penanganan sampel, sehingga mengurangi risiko kesalahan manusia dan mempertahankan stabilitas sampel dalam jangka panjang.

Webinar ini diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk peneliti, teknisi laboratorium, manajer laboratorium, serta mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami dan mengimplementasikan praktik terbaik dalam manajemen sampel.

Biobank FK-KMK UGM terus berkomitmen dalam mendukung penelitian berkualitas melalui pengelolaan sampel yang optimal. Dengan adanya webinar ini, diharapkan semakin banyak laboratorium dan institusi penelitian yang menyadari pentingnya penerapan standar tinggi dalam setiap tahapan penelitian, khususnya dalam mencegah kesalahan pra-analitik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai peran Biobank FK-KMK UGM dalam pengelolaan sampel penelitian, silakan kunjungi situs resmi FK-KMK UGM atau hubungi tim Biobank melalui kontak yang tersedia.

Kontributor: F. Linda Tri P

One Day Seminar: “Ethics-Legal-Social Implication in Science and Technology Advancement and Precision Medicine”

Pada tanggal 6 November 2024, Tim PUAPT Working Group Health Autonomy, Precicion Medicine dan ELSI bekerjasama dengan Balai Besar Binomika Kementerian Kesehatan RI sukses menyelenggarakan One Day Seminar on “Ethics-Legal-Social Implication in Science and Technology Advancement and Precision Medicine” di Alana Convention Hall, Yogyakarta. Seminar ini merupakan bagian dari pendanaan Program Unggulan Aktivitas Pendidikan dan Teknologi (PUAPT) UGM 2024 yang berfokus pada aspek bioetika dalam kedokteran presisi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian International Bioethics and Humanities Conference (IBHC) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat Kajian Etik UGM.

Seminar ini bertujuan untuk Mengeksplorasi berbagai perspektif dan tantangan terkait aspek etika, hukum, dan sosial (Ethics-Legal-Social Implication/ELSI) dalam sains, teknologi, dan praktik kedokteran presisi di Indonesia serta Asia Tenggara dan Mendorong dialog strategis untuk menghasilkan rekomendasi teknologi dan praktik kedokteran presisi yang beretika dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai kalangan, di antaranya, Dosen dan tenaga kependidikan FK-KMK UGM, Mahasiswa pascasarjana, termasuk S2 dan S3 Bioteknologi, S2 Ilmu Kedokteran Dasar, S2 Ilmu Kedokteran Klinis, serta Magister Ilmu Biomedis, Tim PUAPT Working Group dalam bidang Health Autonomy, Precision Medicine, dan ELSI, Perwakilan unit kerja dan pusat kajian FK-KMK UGM, serta perwakilan dari RSA UGM.

Seminar menghadirkan lima narasumber yang ahli di bidangnya:

  1. Serene Ong, Ph.D. dari Precise-CBME, National University of Singapore (NUS), membahas perspektif global dalam bioetika terkait kedokteran presisi.
  2. Perwakilan dari Balai Besar Binomika Kementerian Kesehatan RI, yang membahas kebijakan bioetika di Indonesia.
  3. R. Aditya Kusuma, SpOG dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, yang memaparkan penerapan kedokteran presisi di layanan kesehatan ibu dan anak.
  4. Muflihatul Muniroh, M.Si., Med., Ph.D. dari Universitas Diponegoro, yang mengulas tantangan bioetika dalam riset berbasis genom.
  5. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK dari Universitas Gadjah Mada, yang menjelaskan aspek mikrobiologi dan genetik dalam pengembangan kedokteran presisi di Indonesia.

Diskusi dipandu oleh Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., yang berhasil memfasilitasi dialog mendalam mengenai tantangan dan solusi strategis dalam implementasi kedokteran presisi.

Sebagai bentuk dukungan, dua staf Biobank FK-KMK UGM dan seorang dosen turut berkontribusi dalam kepanitiaan seminar. Peran ini menjadi bagian dari upaya Biobank FK-KMK UGM dalam memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional.

Kegiatan ini berhasil membuka wawasan baru bagi peserta mengenai pentingnya penerapan ELSI dalam pengembangan teknologi dan kedokteran presisi. Diskusi strategis yang berlangsung menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk penguatan regulasi bioetika, pengembangan kebijakan berbasis bukti, serta dorongan untuk kolaborasi lintas sektor.

Melalui seminar ini, FK-KMK UGM berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan teknologi dan kedokteran yang beretika, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara.

Kata kunci : SDGs 3, 4 dan 17

Kontributor: F. Linda Tri P

Peran Biobank FK-KMK UGM: Edukasi dan Advokasi Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia

Jajah Fachiroh memaparkan tentang Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 31 Maret 2024 JF mempresentasikan Education and Advocation about Biobank in Indonesia: a Single Institution Experience dikegiatan 16th China Holistic Integraye Biobankology Conference 2024 & the 11th Hospital Dean’s Summit on Biobank yang diselenggarakan oleh Biobank Branch, China Medical Biotech Assosiation (BBCMBA).

Pada paparannya Jajah fachiroh menyampaikan peran Biobank FK-KMK UGM untuk memajukan pengetahuan para peneliti, pemangku kebijakan, dan mahasiswa terkait aspek-aspek biobank dan hal-hal teknis terkait penyelenggaraan biobank. Sampai saat ini unit Biobank FK-KMK merupakan satu-satunya penyelanggara pelatihan Biobank di Indonesia. Pada presentasinya Jajah Fachiroh memaparkan secara mendetail mengenai struktur pelatihan biobank yang diselenggarakan secara rutin diakhir tahun (2021-sekarang) maupun yang bersifat insidental. Pelatihan biobank yang diselenggarakan oleh unit Biobank FK-KMK UGM diselenggarakan selama 3 hari yang terdiri dari aspek teknis dan non teknis, meliputi pemahaman teori dan praktek. Metode bauran digunakan dengan belajar mandiri (asychronous) selama satu minggu sebelum tatap muka (synchronous).

Dikegiatan tersebut, dilakukan diskusi dengan kesimpulan bahwa biobank di LMIC (Low Middle Income Country) memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda dengan di HIC (High Income Country). Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kerjasama untuk pengembangan biobank di LMIC yang melibatkan kerjasama antara Asean dengan Republik Rakyat China. Selain itu, standarisasi penyelenggaraan Biobank khususnya di Indonesia harus diinisiasi. Indonesia bisa belajar proses standarisasi penyelenggaran Biobank di Republik Rakyat China untuk proses standarisasi biobank, mengingat lokasi geografis Republik Rakyat China lebih dekat dibandingan dengan Eropa dan Amerika Utara.

Kegiatan ditutup dengan agenda foto bersama perwakilan WHO-IARC (dr. Zisis Kozlakidis), dr Gao (Head Shanghai Biobank, biobank terbesar di china), dan pembicara internasional lain.

Foto bersama peserta

Narasumber: Jajah Fachiroh

Kontributor: F. Linda Tri P

Kata kunci SDGs: SDGs 3, SDGs4, dan SDGs17

Workshop Nasional Biobank 3

Sebagai fasilitas pendukung riset dan pelayanan klinis (core facility) Biobank memiliki peran penting dalam pengembangan penelitian di universitas, khususnya untuk bidang medis dan ilmu hayati. Biobank memungkinkan peneliti untuk melakukan banyak studi secara berkesinambungan, dengan kemudahan akses terhadap biospesimen dan data paralel, yang terjaga kelengkapannya, dan dengan preservasi yang berkualitas. Dalam konteks tersebut, biobank menjadi elemen yang sangat penting dalam menjamin kualitas penelitian dan pelayanan. Di Negara maju, fasilitas biobank berbasis klinis maupun populasi sudah menjadi bagian integral pendukung penelitian dan layanan klinis, akan tetapi di negara berkembang seperti Indonesia, biobank merupakan hal baru.

Tim Biobank FK UGM telah memiliki laboratorium pengolahan dan penyimpanan sampel besarta sistem database pendukung. Pada saat ini pemodelan prospektif telah berjalan, dan direncanakan akan selesai pada akhir Desember 2017. Pada saat yang bersamaan prospek kerjasama tripartit dengan 2 rumah sakit jejaring, dan juga kerjasama dengan HDSS makin menguatkan makna Biobak sebagai core facility untuk riset dan layanan klinis. Prospek kerjasama tersebut dapat dituangkan dalam rencana kerja jangka menengah dan panjang.

Biobank FK UGM merupakan anggota BCnet (Biobank and Cohort Network), yang dikelola oleh WHO-IARC untuk memajukan biobank di negara berkembang. Selain itu, kerjasama dengan Lifelines Biobank- UMCG Belanda memungkinkan diskusi mendalam berkenaan dengan biobank kohort.

Pada tahun 2017 ini kembali Biobank FK UGM mengundang Maimuna Mendy, PhD (Kepala BCnet) dan Bart Scheeders (manager teknis Lifelines Cohort Biobank) untuk memberikan pelatihan Biobank internal di FK UGM, RS Dr Sardjito dan RS Akademik UGM. Bersama dengan stakeholders, diharapkan akan terjalin diskusi yang mengarahkan pada aktivitas biobanking di FK UGM, RSS dan RSA setidaknya dalam 5 tahun ke depan.