Posts

Diskusi Jejaring Biobank Indonesia: Upaya Penyusunan RPMK untuk Penguatan Regulasi dan Insentif Biobank

Pada hari Jumat, 19 Juli 2024, berlangsung diskusi penting yang diadakan oleh Jejaring Biobank Indonesia. Diskusi ini melibatkan perwakilan dari beberapa institusi terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan Universitas Gadjah Mada. Mereka berkumpul untuk membahas rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) yang mengatur tentang Teknologi Kesehatan, khususnya terkait Biobank.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi berlangsung secara produktif dan mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari penetapan tujuan yang ingin dicapai, identifikasi aspek-aspek yang perlu diatur, hingga penentuan arahan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penyusunan RPMK. Pertemuan ini ditutup dengan sejumlah kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi tersebut.

Kesimpulan:

  1. Registrasi Biobank Penting: Kesimpulan utama yang disepakati adalah pentingnya registrasi Biobank, terutama sepanjang RPMK disusun dengan tujuan pembinaan.
  2. Konten yang Harus Dimuat dalam RPMK: Beberapa elemen yang harus dimuat dalam RPMK mencakup:
  • Insentif: Diberikan dalam bentuk perlindungan hukum, pengembangan sistem yang lebih baik, peningkatan kerjasama, pembinaan untuk pendanaan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan, alokasi dana, penguatan SDM, dan pengembangan fasilitas.
  • Sanksi: Harus ada kewajiban yang memiliki tujuan yang jelas untuk memastikan kepatuhan.
  • Harmonisasi Regulasi: Tidak boleh ada tumpang tindih dengan peraturan lain yang berkaitan dengan Biobank, termasuk regulasi terkait stem cell atau terapi.
  • Registrasi yang Berkelanjutan: Pentingnya registrasi Biobank sepanjang fungsi pembinaan berjalan, dengan insentif sebagai pendorong tambahan.

Rekomendasi:

  1. Definisi yang Jelas tentang Biobank: Penting untuk memperjelas definisi Biobank karena fasilitas ini merupakan bagian dari sistem kesehatan, pendidikan, dan riset yang harus terdaftar dan memiliki izin resmi.
  2. Insentif dari Pemerintah: Pemerintah disarankan untuk memberikan insentif dalam bentuk penguatan SDM dan fasilitas bagi Biobank yang terdaftar secara resmi.

Diskusi ini mencerminkan keseriusan berbagai pihak dalam membangun regulasi yang kuat dan efektif untuk mendukung perkembangan Biobank di Indonesia. Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan yang lebih baik, yang tidak hanya memberikan perlindungan tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi dalam bidang bioteknologi di Indonesia.

Kata Kunci SDGs:

SDGs 3, 4, dan 17

Kontributor:
F. Linda Tri Pramatasari

Biobank FK-KMK UGM Bergabung dalam Inisiatif 10×10 Network yang Dipimpin Universitas Colorado

Zoom Meeting Biobank FK-KMK UGM dengan 10×10 Colorado

Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) baru saja terlibat dalam kegiatan global penting yang dinamakan 10×10 Network, sebuah inisiatif yang dikoordinasikan oleh Universitas Colorado, Amerika Serikat. Keterlibatan Biobank FK-KMK UGM dalam proyek ini bertujuan untuk memajukan harmonisasi data dan spesimen, terutama dalam konteks kesiapsiagaan terhadap pandemi yang mungkin terjadi di masa depan.

Proyek 10×10 Network ini memiliki fokus utama pada biobank yang mengkhususkan diri pada penyimpanan dan pengelolaan spesimen terkait infeksi. Dengan adanya harmonisasi ini, biobank dari berbagai negara akan siap untuk saling bertukar spesimen dan data ketika dibutuhkan, khususnya jika terjadi pandemi yang memerlukan respon cepat dan terkoordinasi.

Pendekatan yang digunakan dalam proyek ini tergolong unik. Sepuluh biobank dari berbagai negara, termasuk Biobank FK-KMK UGM, diikutsertakan dalam inisiatif ini untuk menjadi percontohan. Selama tiga tahun ke depan, setiap biobank akan berkesempatan untuk menukarkan hingga 10 spesimen beserta data terkait dengan biobank lainnya dalam jaringan ini. Pertukaran ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap biobank memiliki akses terhadap spesimen yang relevan dan berkualitas tinggi, yang akan sangat penting dalam upaya penelitian dan pengembangan respons kesehatan global.

Selain pertukaran spesimen, kajian dalam proyek ini juga akan mencakup tiga aspek penting, yaitu tata kelola (governance), regulasi (regulation), dan jaminan kualitas teknis (technical-QA). Dengan adanya kajian ini, diharapkan tercipta standar global yang dapat diikuti oleh biobank lain di seluruh dunia, sehingga pertukaran spesimen dan data dapat dilakukan dengan aman, efisien, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Partisipasi Biobank FK-KMK UGM dalam 10×10 Network ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerjasama internasional di bidang kesehatan, serta kesiapan negara ini untuk menjadi bagian dari solusi global dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.

Kata Kunci SDGs:
SDGs point 3, 4, 9, dan 17

Kontributor: F. Linda Tri Pramatasari

Berkolaborasi untuk Meningkatkan Sistem Kesehatan: Balai Besar Labkesmas Jakarta Giatkan Persiapan Biorepositori

Dalam upaya mencapai tujuan Transformasi Kesehatan yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, pemerintah Indonesia terus menggalakkan restrukturisasi dalam sektor layanan kesehatan. Salah satu langkah konkret adalah penataan ulang laboratorium kesehatan di seluruh Indonesia adalah Laboratorium Kesehatan Medis dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).

Sebagai langkah tindak lanjut, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2023 telah dikeluarkan, yang mengatur mengenai organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Salah satu fungsi utama yang diemban oleh Unit Pelaksana Teknis tersebut adalah pengelolaan biorepositori.

Mengambil momentum ini, pada tanggal 25 April 2024, Balai Besar Labkesmas Jakarta melakukan kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM untuk mendapatkan Bimbingan dan Pembelajaran Teknis Persiapan Pelaksanaan Biorepositori. Acara ini diawali dengan sambutan dan presentasi dari Kepala Instalasi K3, Limbah, dan Biorepositori oleh Imelda Husdiani, S.T., M.Kes, dilanjutkan dengan presentasi dari Ketua Tim Pengelola Biobank Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D. Diskusi intensif dan peninjauan langsung terhadap sistem dan sarana prasarana Biobank FK-KMK UGM juga dilakukan.

Tim Biobank FK-KMK UGM menyampaikan harapannya bahwa kunjungan ini dapat membantu Balai Besar Labkesmas Jakarta dalam mendirikan fasilitas pengelolaan biorepositori. Keberadaan Labkesmas dianggap sangat penting dalam mendukung sistem ketahanan kesehatan nasional, terutama dalam memperkuat surveilans penyakit dan faktor risiko kesehatan yang berbasis laboratorium.

Kolaborasi antar lembaga seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional dan mencapai tujuan Transformasi Kesehatan yang diamanatkan oleh pemerintah.

Kata kunci SDGs : SDGs 3, SDGS 4, dan SDGs17

Narasumber :  Imelda Husdiani, S.T., M.Kes dan Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D

Kontributor : F. Linda Tri P

Tinjauan Kepala Laboratorium INA Respond Tangerang terhadap Sarana Infrastruktur Biobank FK-KMK UGM

Kepala Laboratorium Ina Respond dengan Ketua Pengelola Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 1 Maret 2024, sebagai bagian dari serangkaian kegiatan dalam workshop biobank infeksi, kepala laboratorium Ina Respond Tangerang, dr. Dewi Lokida, Sp.PK, melakukan kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM. Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang alur kerja dan sarana prasarana yang tersedia di dalamnya. Selama kunjungan tersebut, dr. Dewi Lokida secara teliti mengamati setiap proses yang terjadi di Biobank FK-KMK UGM. Dengan pengalamannya yang luas dalam bidang ini, beliau memberikan masukan yang berharga terkait aspek-aspek yang perlu diperbaiki guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional biobank ini. Selain itu, dr. Dewi Lokida juga memberikan apresiasi terhadap hal-hal baik yang telah dilakukan oleh tim di Biobank FK-KMK UGM, serta menekankan pentingnya mempertahankan praktik-praktik terbaik tersebut sebagai landasan untuk kemajuan lebih lanjut.

Kata kunci SDGs: SDGs 3, SDGS 4, dan SDGs17

Kontributor: F. Linda Tri P

 

Peran Biobank FK-KMK UGM: Edukasi dan Advokasi Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia

Jajah Fachiroh memaparkan tentang Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 31 Maret 2024 JF mempresentasikan Education and Advocation about Biobank in Indonesia: a Single Institution Experience dikegiatan 16th China Holistic Integraye Biobankology Conference 2024 & the 11th Hospital Dean’s Summit on Biobank yang diselenggarakan oleh Biobank Branch, China Medical Biotech Assosiation (BBCMBA).

Pada paparannya Jajah fachiroh menyampaikan peran Biobank FK-KMK UGM untuk memajukan pengetahuan para peneliti, pemangku kebijakan, dan mahasiswa terkait aspek-aspek biobank dan hal-hal teknis terkait penyelenggaraan biobank. Sampai saat ini unit Biobank FK-KMK merupakan satu-satunya penyelanggara pelatihan Biobank di Indonesia. Pada presentasinya Jajah Fachiroh memaparkan secara mendetail mengenai struktur pelatihan biobank yang diselenggarakan secara rutin diakhir tahun (2021-sekarang) maupun yang bersifat insidental. Pelatihan biobank yang diselenggarakan oleh unit Biobank FK-KMK UGM diselenggarakan selama 3 hari yang terdiri dari aspek teknis dan non teknis, meliputi pemahaman teori dan praktek. Metode bauran digunakan dengan belajar mandiri (asychronous) selama satu minggu sebelum tatap muka (synchronous).

Dikegiatan tersebut, dilakukan diskusi dengan kesimpulan bahwa biobank di LMIC (Low Middle Income Country) memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda dengan di HIC (High Income Country). Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kerjasama untuk pengembangan biobank di LMIC yang melibatkan kerjasama antara Asean dengan Republik Rakyat China. Selain itu, standarisasi penyelenggaraan Biobank khususnya di Indonesia harus diinisiasi. Indonesia bisa belajar proses standarisasi penyelenggaran Biobank di Republik Rakyat China untuk proses standarisasi biobank, mengingat lokasi geografis Republik Rakyat China lebih dekat dibandingan dengan Eropa dan Amerika Utara.

Kegiatan ditutup dengan agenda foto bersama perwakilan WHO-IARC (dr. Zisis Kozlakidis), dr Gao (Head Shanghai Biobank, biobank terbesar di china), dan pembicara internasional lain.

Foto bersama peserta

Narasumber: Jajah Fachiroh

Kontributor: F. Linda Tri P

Kata kunci SDGs: SDGs 3, SDGs4, dan SDGs17

Biobank FK-KMK Berbagi Ilmu dan Pengalaman Pengelolaan dan Penyimpanan Sampel Jangka Panjang

Pada tanggal 1 Maret 2024, Biobank FK-KMK UGM bekerja sama dengan Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM mengadakan praktikum mengenai pengelolaan, penyimpanan, dan Quality Control Data dan Sampel. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Workshop Biobank Infeksi yang digelar pada tanggal 29 Februari 2024.

Peserta yang terdiri dari dokter spesialis mikrobiologi klinik dan teknisi laboratorium dari Rumah Sakit Jejaring Academic Health System berdiskusi dan melakukan praktek mengenai penerimaan, pengelolaan, dan penyimpanan sampel sesuai alur Biobank FK-KMK UGM. Peserta juga mempelajari bagaimana cara memasukkan data dan menggunakan aplikasi penyimpanan data “SIMBIOX”. Kegiatan diakhiri dengan diskusi mengenai Quality Control mengenai data dan sampel yang tersimpan.

Semoga rangkaian kegiatan workshop ini dapat memberikan gambaran mengenai prinsip dasar pembentukan biobank infeksi, memberikan pemahaman mengenai sistem dan pengelolaan sampel, dan menjadikan Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM menjadi rujukan Biobank Infeksi.

Kontributor: Efri Kurniawan

Kata kunci SDGs: SDGs 3, 4, dan 17

Departemen Mikrobiologi dan Biobank FK-KMK Selenggarakan Workshop Pembentukan Biobank Penyakit Infeksi

Biobank merupakan fasilitas penunjang penelitian dan layanan kesehatan yang mengelola biosampel dalam jangka panjang, dalam sebuah sistem terstruktur dan terkoneksi dengan data paralel pada sebuah populasi/sub populasi. Biobank mengkoleksi beragam jenis biosampel yang sangat penting fungsinya dalam penelitian biomedis, seperti sampel biologis, yang berasal dari manusia, antara lain spesimen darah, spesimen yang berasal dari saluran cerna, saluran kemih, sel manusia, cairan tubuh lain, DNA/RNA termasuk  hasil kultur  bakteri dan virus, ataupun parasit yang disimpan setiap tahun di seluruh dunia untuk diagnostik dan penelitian.

Sejalan dengan perkembangannya, saat ini ilmu dan teknologi semakin mendukung penciptaan biobank secara global. Namun, tingkat pertumbuhan yang sama tidak terjadi di bidang penyakit infeksi, dimana biobank untuk penyakit infeksi jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bidang ilmiah lain seperti penyakit non infeksionkologi atau penyakit metabolik.

Sebagai salah satu pioner biobank di Indonesia, Biobank FK-KMK UGM bekerjasama dengan Departmen Mikrobiologi mengorganisasi Workshop Pelatihan Teknis pembentukan  Biobank Infeksi. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mengenai biobank yang mengacu pada Best Practices ISO 20387 untuk Biobank & Biotechnology, dan Best Practices for Repository dari ISBER. Workshop juga memberikan pengetahuan, keahlian dan keterampilan dalam pelaksanaan biobank sehingga dapat tepat dan benar sesuai dengan standar internasional. Pertemuan ini juga diharapkan menghasilkan satu pemikiran yang sama terkait biobank penyakit infeksi.

Kegiatan berlangsung dari tanggal 29 Februari 2024-1 Maret 2024, peserta merupakan dokter spesialis mikrobiologi klinik dan teknisi laboratorium dari lingkup Academic Health System (AHS). Hari pertama diisi dengan paparan dan diskusi mengenai topik-topik yang sangat menarik. Materi workshop antara lain Konsep Biobank, Best Practices spesimen dan data, serta Biosecurity dan Biosafety pada Koleksi dan Penyimpanan Jangka Panjang. Kegiatan hari ke dua diisi dengan materi Etik dan Informed Consent Biobank dan dilanjutkan dengan pengelolaan sampel klinis di Biobank FK-KMK UGM dan Departmen Mikrobiologi FK-KMK UGM. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat.

Kontributor: F. Linda Tri P

Kata kunci SDG’s:  SDGs 3, 4, dan 17

Capai SDM Berkemajuan, Tendik Biobank UGM Ikuti Pelatihan Dasar Laboran

FKKMK UGM. Pada tanggal 30 Januari – 3 Februari 2023, Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Pelatihan bagi Laboran Tingkat Dasar yang diselenggarakan secara hybrid melalui Zoom, eLOK UGM dan luring. Peserta pelatihan merupakan tenaga laboran berjumlah 127 orang. Teknisi laboratorium unit Biobank FK-KMK menjadi salah satu peserta pada pelatihan tersebut.

Pelatihan dibuka secara daring melalui Zoom oleh Direktur Sumber Daya Manusia, Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D. Kemudian dilanjutkan dengan materi Administrasi Laboratorium oleh Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si., lalu materi Etika Pelayanan Laboratorium yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sismindari, S.U., Apt., dan diakhiri oleh Ma’un Budiyanto, S.T., M.T.dengan materi Keselamatan Kelistrikan.

Kemudian pada hari kedua, diawali materi Bahasa Inggris Umum oleh Vincentius Tangguh Atyanto Nugroho, S.Pd., M.Hum. dan Alfelia Nugky Permatasari, S.S., M.A. Peserta dibagi dalam kelompok kemudian mereka saling berinteraksi dalam Bahasa Inggris. Materi kedua pada hari kedua, adalah K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) oleh Dr. Deni Pranowo, S.Si.,M.Si. Dilanjutkan Materi R5 (Ringkas, Rapi, Resik, Rajin, Rawat) disampaikan oleh Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc.,Ph.D. Sesi terakhir di hari kedua adalah materi mengenai Pembuatan Video untuk Mendukung Pembelajaran Laboran yang disampaikan oleh Mohamad Abdurrahman Agosto, ST yang menyampaikan tips dan praktik sederhana pembuatan video.

Hari selanjutnya, materi praktik mandiri Administrasi Laboratorium dan Etika Pelayanan Laboratorium di laboratorium masing-masing. Peserta mengerjakan tugas mandiri baik berupa makalah, penyusunan SOP, dan juga pembuatan video pembelajaran. Semua penugasan harus diselesaikan pada 2 hari tersebut dan diunggah ke dalam eLOK.

Pada hari terakhir pelatihan, disampaikan materi dan praktik K3 dan First Aid (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) oleh Dr. Deni Pranowo, S.Si.,M.Si beserta Tim Ukesma secara luring di Fakultas MIPA UGM. Kegiatan ditutup dengan posttest yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan pengisian kuesioner.

SDGs 4, dan 17

Selengkapnya klik disini

Biobank UGM Sukses Gelar Workshop Nasional Biobank VIII: Best Practice in Biobank

FKKMK UGM. Biobank UGM kembali menggelar Workshop Nasional Biobank ke-8 dengan topik utama “Best Practice in Biobank”. Workshop ini dilaksanakan selama 3 hari (27-29 November 2023) dan dihadiri 22 peserta dari berbagai institusi jejaring biobank, salah satunya BGSi dan BKPK Kemenkes RI.

Pemaparan Best Practices Sarana Prasarana Pengelolaan dan Penyimpanan Sampel Jangka Panjang oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc, Ph.D (27/11/23)

Pada hari pertama, workshop dilaksanakan di Auditorium Gedung Tahir Lt. 1 FK-KMK UGM dengan pemaparan materi mengenai Best practice sarana-prasarana pengolahan dan penyimpanan sampel dalam jangka panjang, dan universal precaution. Hari selanjutnya, para peserta mendapat pelatihan teknis, mulai dari pengambilan hingga penyimpanan sampel darah, pengisian logbook, dan pengisian sistem manajemen data (SIMBIOX). Pelatihan ini dilaksanakan di Laboratorium Biobank FK-KMK UGM. Hari terakhir digunakan untuk evaluasi praktik dan sharing. Kemudian, dilanjutkan pemaparan etik, informed consent, tata kelola dan proses bisnis biobank.

Peserta Workshop Praktek Pengolahan Sampel Darah (28/11/23)

Peserta Workshop Mendapat Pelatihan Pengisian Manajemen Data SIMBIOX oleh Efri Kurniawan, STr. AK (Teknisi Laboratorium Biobank UGM) (28/11/23)

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta. Workshop ini mendapat ulasan yang positif dari para peserta dan diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dengan topik yang kontinuitas.

Kata Kunci SDGs: SDGs 3, 4, 9, dan 17

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Tendik Biobank UGM Ikuti Pelatihan Penanganan Sampel Infeksius

FKKMK UGM. Dalam rangka untuk pengembangan diri tenaga pendidikan, tahun 2022 unit Biobank FK-KMK UGM bersama dengan Direktur Sumber Daya Manusia dan Akademik Rumah Sakit Akademik UGM Prof. Apt. Ika Puspita Sari, M.Si., Ph.D serta beberapa dokter spesialis melakukan studi banding ke laboratorium INA-RESPOND RSUD Tangerang mengenai penanganan sampel infeksius.

Tendik Biobank UGM Praktek Handling Spesimen di Laboratorium INA-RESPOND

Kegiatan studi banding dilaksanakan selama sehari, kemudian selama 2 hari selanjutnya 2 teknisi laboratorium melaksanakan pelatihan penanganan sampel infeksius. Kegiatan pelatihan berisi teori dan praktek mengenai cara pencegahan terjadinya infeksi dengan meningkatkan kewaspadaan isolasi dan keselamatan kerja (Universal Precaution) saat bekerja di Laboratorium infeksius. serta alur dan bahaya yang ditimbulkan ketika melakukan proses penanganan spesimen plasma, serum, buffycoat, whole blood, urine, feses, dahak, saliva, VTM, PBMC, dan microbank. Ada juga mengenai cara handling liquid nitrogen, pengepakan pengiriman spesimen infeksius menurut IATA, serta mengenai penanganan tumpahan infeksius dan penanganan tumpahan Bahan Berbahaya Beracun (B3).

Penyerahan Sertifikat Pelatihan oleh dr. Dewi Lokida, Sp.PK(K) Kepala Instalasi Laboratorium INA RESPOND RSUD Tangerang

Ketika proses pelatihan, banyak terjadi diskusi mengenai spesifikasi minimal untuk mendirikan laboratorium infeksius seperti terdapat beberapa lapis pintu dan ruangan untuk mencegah kontaminasi spesimen keluar dari laboratorium. Dinding dan lantai terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak menjadi media pertumbuhan jamur. Jalur pengelolaan limbah yang sesuai dengan bahan berbahaya beracun (B3). Penempatan tangki liquid nitrogen dengan exhaust. Ada beberapa perilaku yang harus dibiasakan ketika bekerja dengan sampel infeksius.

“Biasakanlah ketika di laboratorium untuk memisahkan area bersih dan kotor, dan bekerja dari area bersih menuju kotor” kata dr. Dewi Lokida, Sp.PK(K)

Pelatihan ini berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat diaplikasikan di Biobank FK-KMK UGM.

Kata Kunci SDGs: SDGs 3, 4, dan 17