Posts

Peran Biobank FK-KMK UGM: Edukasi dan Advokasi Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia

Jajah Fachiroh memaparkan tentang Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 31 Maret 2024 JF mempresentasikan Education and Advocation about Biobank in Indonesia: a Single Institution Experience dikegiatan 16th China Holistic Integraye Biobankology Conference 2024 & the 11th Hospital Dean’s Summit on Biobank yang diselenggarakan oleh Biobank Branch, China Medical Biotech Assosiation (BBCMBA).

Pada paparannya Jajah fachiroh menyampaikan peran Biobank FK-KMK UGM untuk memajukan pengetahuan para peneliti, pemangku kebijakan, dan mahasiswa terkait aspek-aspek biobank dan hal-hal teknis terkait penyelenggaraan biobank. Sampai saat ini unit Biobank FK-KMK merupakan satu-satunya penyelanggara pelatihan Biobank di Indonesia. Pada presentasinya Jajah Fachiroh memaparkan secara mendetail mengenai struktur pelatihan biobank yang diselenggarakan secara rutin diakhir tahun (2021-sekarang) maupun yang bersifat insidental. Pelatihan biobank yang diselenggarakan oleh unit Biobank FK-KMK UGM diselenggarakan selama 3 hari yang terdiri dari aspek teknis dan non teknis, meliputi pemahaman teori dan praktek. Metode bauran digunakan dengan belajar mandiri (asychronous) selama satu minggu sebelum tatap muka (synchronous).

Dikegiatan tersebut, dilakukan diskusi dengan kesimpulan bahwa biobank di LMIC (Low Middle Income Country) memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda dengan di HIC (High Income Country). Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kerjasama untuk pengembangan biobank di LMIC yang melibatkan kerjasama antara Asean dengan Republik Rakyat China. Selain itu, standarisasi penyelenggaraan Biobank khususnya di Indonesia harus diinisiasi. Indonesia bisa belajar proses standarisasi penyelenggaran Biobank di Republik Rakyat China untuk proses standarisasi biobank, mengingat lokasi geografis Republik Rakyat China lebih dekat dibandingan dengan Eropa dan Amerika Utara.

Kegiatan ditutup dengan agenda foto bersama perwakilan WHO-IARC (dr. Zisis Kozlakidis), dr Gao (Head Shanghai Biobank, biobank terbesar di china), dan pembicara internasional lain.

Foto bersama peserta

Narasumber: Jajah Fachiroh

Kontributor: F. Linda Tri P

Kata kunci SDGs: SDGs 3, SDGs4, dan SDGs17

Biobank FK-KMK Berbagi Ilmu dan Pengalaman Pengelolaan dan Penyimpanan Sampel Jangka Panjang

Pada tanggal 1 Maret 2024, Biobank FK-KMK UGM bekerja sama dengan Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM mengadakan praktikum mengenai pengelolaan, penyimpanan, dan Quality Control Data dan Sampel. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Workshop Biobank Infeksi yang digelar pada tanggal 29 Februari 2024.

Peserta yang terdiri dari dokter spesialis mikrobiologi klinik dan teknisi laboratorium dari Rumah Sakit Jejaring Academic Health System berdiskusi dan melakukan praktek mengenai penerimaan, pengelolaan, dan penyimpanan sampel sesuai alur Biobank FK-KMK UGM. Peserta juga mempelajari bagaimana cara memasukkan data dan menggunakan aplikasi penyimpanan data “SIMBIOX”. Kegiatan diakhiri dengan diskusi mengenai Quality Control mengenai data dan sampel yang tersimpan.

Semoga rangkaian kegiatan workshop ini dapat memberikan gambaran mengenai prinsip dasar pembentukan biobank infeksi, memberikan pemahaman mengenai sistem dan pengelolaan sampel, dan menjadikan Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM menjadi rujukan Biobank Infeksi.

Kontributor: Efri Kurniawan

Kata kunci SDGs: SDGs 3, 4, dan 17

Departemen Mikrobiologi dan Biobank FK-KMK Selenggarakan Workshop Pembentukan Biobank Penyakit Infeksi

Biobank merupakan fasilitas penunjang penelitian dan layanan kesehatan yang mengelola biosampel dalam jangka panjang, dalam sebuah sistem terstruktur dan terkoneksi dengan data paralel pada sebuah populasi/sub populasi. Biobank mengkoleksi beragam jenis biosampel yang sangat penting fungsinya dalam penelitian biomedis, seperti sampel biologis, yang berasal dari manusia, antara lain spesimen darah, spesimen yang berasal dari saluran cerna, saluran kemih, sel manusia, cairan tubuh lain, DNA/RNA termasuk  hasil kultur  bakteri dan virus, ataupun parasit yang disimpan setiap tahun di seluruh dunia untuk diagnostik dan penelitian.

Sejalan dengan perkembangannya, saat ini ilmu dan teknologi semakin mendukung penciptaan biobank secara global. Namun, tingkat pertumbuhan yang sama tidak terjadi di bidang penyakit infeksi, dimana biobank untuk penyakit infeksi jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bidang ilmiah lain seperti penyakit non infeksionkologi atau penyakit metabolik.

Sebagai salah satu pioner biobank di Indonesia, Biobank FK-KMK UGM bekerjasama dengan Departmen Mikrobiologi mengorganisasi Workshop Pelatihan Teknis pembentukan  Biobank Infeksi. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mengenai biobank yang mengacu pada Best Practices ISO 20387 untuk Biobank & Biotechnology, dan Best Practices for Repository dari ISBER. Workshop juga memberikan pengetahuan, keahlian dan keterampilan dalam pelaksanaan biobank sehingga dapat tepat dan benar sesuai dengan standar internasional. Pertemuan ini juga diharapkan menghasilkan satu pemikiran yang sama terkait biobank penyakit infeksi.

Kegiatan berlangsung dari tanggal 29 Februari 2024-1 Maret 2024, peserta merupakan dokter spesialis mikrobiologi klinik dan teknisi laboratorium dari lingkup Academic Health System (AHS). Hari pertama diisi dengan paparan dan diskusi mengenai topik-topik yang sangat menarik. Materi workshop antara lain Konsep Biobank, Best Practices spesimen dan data, serta Biosecurity dan Biosafety pada Koleksi dan Penyimpanan Jangka Panjang. Kegiatan hari ke dua diisi dengan materi Etik dan Informed Consent Biobank dan dilanjutkan dengan pengelolaan sampel klinis di Biobank FK-KMK UGM dan Departmen Mikrobiologi FK-KMK UGM. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat.

Kontributor: F. Linda Tri P

Kata kunci SDG’s:  SDGs 3, 4, dan 17

Biobank UGM Sukses Gelar Workshop Nasional Biobank VIII: Best Practice in Biobank

FKKMK UGM. Biobank UGM kembali menggelar Workshop Nasional Biobank ke-8 dengan topik utama “Best Practice in Biobank”. Workshop ini dilaksanakan selama 3 hari (27-29 November 2023) dan dihadiri 22 peserta dari berbagai institusi jejaring biobank, salah satunya BGSi dan BKPK Kemenkes RI.

Pemaparan Best Practices Sarana Prasarana Pengelolaan dan Penyimpanan Sampel Jangka Panjang oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc, Ph.D (27/11/23)

Pada hari pertama, workshop dilaksanakan di Auditorium Gedung Tahir Lt. 1 FK-KMK UGM dengan pemaparan materi mengenai Best practice sarana-prasarana pengolahan dan penyimpanan sampel dalam jangka panjang, dan universal precaution. Hari selanjutnya, para peserta mendapat pelatihan teknis, mulai dari pengambilan hingga penyimpanan sampel darah, pengisian logbook, dan pengisian sistem manajemen data (SIMBIOX). Pelatihan ini dilaksanakan di Laboratorium Biobank FK-KMK UGM. Hari terakhir digunakan untuk evaluasi praktik dan sharing. Kemudian, dilanjutkan pemaparan etik, informed consent, tata kelola dan proses bisnis biobank.

Peserta Workshop Praktek Pengolahan Sampel Darah (28/11/23)

Peserta Workshop Mendapat Pelatihan Pengisian Manajemen Data SIMBIOX oleh Efri Kurniawan, STr. AK (Teknisi Laboratorium Biobank UGM) (28/11/23)

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta. Workshop ini mendapat ulasan yang positif dari para peserta dan diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dengan topik yang kontinuitas.

Kata Kunci SDGs: SDGs 3, 4, 9, dan 17

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Tendik Biobank UGM Ikuti Pelatihan Penanganan Sampel Infeksius

FKKMK UGM. Dalam rangka untuk pengembangan diri tenaga pendidikan, tahun 2022 unit Biobank FK-KMK UGM bersama dengan Direktur Sumber Daya Manusia dan Akademik Rumah Sakit Akademik UGM Prof. Apt. Ika Puspita Sari, M.Si., Ph.D serta beberapa dokter spesialis melakukan studi banding ke laboratorium INA-RESPOND RSUD Tangerang mengenai penanganan sampel infeksius.

Tendik Biobank UGM Praktek Handling Spesimen di Laboratorium INA-RESPOND

Kegiatan studi banding dilaksanakan selama sehari, kemudian selama 2 hari selanjutnya 2 teknisi laboratorium melaksanakan pelatihan penanganan sampel infeksius. Kegiatan pelatihan berisi teori dan praktek mengenai cara pencegahan terjadinya infeksi dengan meningkatkan kewaspadaan isolasi dan keselamatan kerja (Universal Precaution) saat bekerja di Laboratorium infeksius. serta alur dan bahaya yang ditimbulkan ketika melakukan proses penanganan spesimen plasma, serum, buffycoat, whole blood, urine, feses, dahak, saliva, VTM, PBMC, dan microbank. Ada juga mengenai cara handling liquid nitrogen, pengepakan pengiriman spesimen infeksius menurut IATA, serta mengenai penanganan tumpahan infeksius dan penanganan tumpahan Bahan Berbahaya Beracun (B3).

Penyerahan Sertifikat Pelatihan oleh dr. Dewi Lokida, Sp.PK(K) Kepala Instalasi Laboratorium INA RESPOND RSUD Tangerang

Ketika proses pelatihan, banyak terjadi diskusi mengenai spesifikasi minimal untuk mendirikan laboratorium infeksius seperti terdapat beberapa lapis pintu dan ruangan untuk mencegah kontaminasi spesimen keluar dari laboratorium. Dinding dan lantai terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak menjadi media pertumbuhan jamur. Jalur pengelolaan limbah yang sesuai dengan bahan berbahaya beracun (B3). Penempatan tangki liquid nitrogen dengan exhaust. Ada beberapa perilaku yang harus dibiasakan ketika bekerja dengan sampel infeksius.

“Biasakanlah ketika di laboratorium untuk memisahkan area bersih dan kotor, dan bekerja dari area bersih menuju kotor” kata dr. Dewi Lokida, Sp.PK(K)

Pelatihan ini berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat diaplikasikan di Biobank FK-KMK UGM.

Kata Kunci SDGs: SDGs 3, 4, dan 17

Bahan Kajian Regulasi, Biobank FK-KMK UGM Serahkan Naskah Akademik Pengaturan Biobank untuk Kesehatan kepada Kemenkes RI

FK-KMK UGM.

Tim Biobank FK-KMK UGM, Dosen Fakultas Hukum UGM, Dr. Rimawati, S.H., M.H dan Kementerian Kesehatan bekerja sama melakukan penyusunan naskah kajian akademik pengaturan biobank untuk kesehatan. Pada hari Rabu (18/01/2023) di Jakarta, telah dilakukan penyerahan naskah akademik, ringkasan kajian akademik, dan draft peraturan pemerintah dilakukan oleh perwakilan tim peneliti kepada Kementerian Kesehatan RI, yang diwakili Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr. Apt Rizka Andalusia, MARS.

Penyerahan naskah diwakilkan oleh Ketua Peneliti, Jajah Fachiroh, Ph.D kepada Dirjen Farmalkes, Dr. Apt Rizka Andalusia, MARS

Penyerahan naskah disertai dengan paparan mengenai projek, latar belakang, dan proses pengerjaan naskah akademik. Paparan tersebut juga dihadiri oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Kepala Pusat Kebiajakan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, dan Biro Hukum Kemenkterian Kesehatan RI.

Saat ini, naskah akademik menjadi bahan kajian biobank dan genomika oleh Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) guna mendukung penyelanggaraan biobank Biomedical and Genome Science Intiative (BGSi).

Penyusunan naskah akademik merupakan salah satu rangkaian dari penelitian “Pemodelan Sistem dan Kerangka Kebijakan Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia” yang mendapatkan dana hibah dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun 2018. Berawal dari permasalahan ketiadaan regulasi di tingkat nasional yang mengatur keberlangsungan biobank untuk penelitian dan pelayanan kesehatan, maka projek yang diketuai oleh Jajah Fachiroh, S.P., M.Sc., Ph.D ini bertujuan untuk memulai proses pengembangan dokumen naskah akademik kebijakan yang mengatur praktik penyelenggaraan biobank untuk pelayanan kesehatan di Indonesia dalam skala nasional. Implementasi pemodelan biobank berbasis rumah sakit yang merupakan salah satu luarannya, dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan regulasi biobank.

 

Kata kunci SDGs: SDGs 3, 9, dan 17

Narasumber: Jajah Fachiroh, S.P, M.Si, Ph.D

Kontributor: F. Linda Tri P

 


Infografis: Naskah Akademik Pengaturan Biobank untuk Kesehatan (klik disini)

Mitra dengan RSA UGM, Biobank FK-KMK UGM Luncurkan Pemodelan Biobank Berbasis Rumah Sakit

FK-KMK UGM. Pada tahun 2018, Biobank FK-KMK UGM menerima hibah dana penelitian Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia untuk mengembangkan sistem tata kelola biobank guna pengembangan penelitian dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Menurut Jajah Fachiroh, Ph.D, selaku ketua tim penelitian, Indonesia memiliki banyak rumah sakit yang menjadi sumber biosampel dan data berkualitas tinggi. Apabila biobank didirikan, maka sangat menunjang pengembangan pelayanan kesehatan. Namun, model biobank berbasis rumah sakit di Indoensia belum banyak dijumpai.

Biobank FK-KMK UGM bermitra dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, membentuk unit bernama Medical Biobank for Health Research in Indonesia (MBRIO). Dalam pelaksanaannya, MBRIO terdiri dari lini governance, etik, keteknisan, dan bioinformatika dengan luaran yang dihasilkan adalah pemodelan biobank berbasis rumah sakit. Meskipun sempat berhenti karena Pandemi Covid-19, namun projek ini dapat diselesaikan pada tahun 2022-2023.

Pemodelan biobank berbasis rumah sakit dilakukan dengan mengikuti alur layanan pasien (patient pathway) dengan memastikan kepatuhan protokol di setiap unit yang terlibat. Pemodelan ini dilaksanakan pada bulan Juni-November 2022 dengan melibatkan 30 tenaga medis dan 6 tenaga non medis yang telah diberikan sosialisasi dan pelatihan.

Sosialisasi dan Pelatihan Teknis Tim Pelaksana (06/06/2023) di RSA UGM

Dari pemodelan tersebut, didapatkan hasil penelitian yang dapat diaplikasikan dan diadaptasi oleh rumah sakit lain yang akan mendirikan dan mengembangkan biobank. Penelitian ini menghasilkan buku “Petunjuk Teknis Pemodelan Biobank Berbasis Rumah Sakit” yang telah terdaftar HAKI.

Selain itu, dengan adanya pemodelan sistem dan tata kelola biobank, dapat memberi pandangan tentang ruang lingkup kebijakan untuk mengatur praktik-praktik pengumpulan sampel biologis untuk penelitian dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

 

Kata Kunci SDGs: 3, 9, dan 17


Infografis: Pemodelan Biobank Berbasis Rumah Sakit (klik disini)

 

Dukung Kemenkes RI dalam Penyelenggaraan BGSi, Biobank FK-KMK UGM Memberikan Pelatihan Platform Digital SimbioX 2.0

FKKMK UGM. Biobank Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bekerjasama dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi dan Digital Transformation Office (Pusdatin-DTO) dalam penyelenggaraan Biobank Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi). Kedua tim telah melakukan penyesuaian dan pengembangan sistem aplikasi Biobank SimbioX 1.0 milik FK-KMK UGM menjadi sistem aplikasi SimbioX 2.0 yang multi-tenancy sesuai dengan proses bisnis Biobank BGSi.

Tim Biobank FK-KMK UGM hadir dalam finalisasi penyusunan Pedoman Tata Laksana Penyelenggaraan BGSi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI bersama Pusdatin DTO pada Hari Kamis-Jum’at, 9-10 Februari 2023 di Jakarta. Pada pertemuan tersebut, Biobank FK-KMK UGM menjadi pembicara dan memberikan pelatihan platform SimbioX 2.0.

Pemaparan Teknis oleh Efri Kurniawan, S.Tr. AK, Pelaksana Teknis SimbioX 2.0 dan Data Manager Biobank FK-KMK UGM

 

“SimbioX 2.0 dikembangkan dan dirancang untuk pencatatan serta pertukaran data dan informasi sampel pada Biobank Hub  serta biobank pusat (BGSi) untuk menjamin keterlacakan sampel,” kata Pelaksana Teknis SimbioX 2.0 sekaligus Data Manager Biobank FK-KMK UGM, Efri Kurniawan.

Adanya digitalisasi dan integrasi data genome diharapkan dapat mempercepat hadirnya layanan pengobatan presisi pada tujuh penyakit prioritas BGSi. Dengan layanan tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mencegah risiko penyakit, pengobatan sejak dini dan menurunkan prevalensi penyakit di Indonesia.

 

Kata kunci SDGs: 3, 9, dan 17

 

——

Sumber: https://dto.kemkes.go.id/blog/siap-hadirkan-layanan-pengobatan-presisi-kemenkes-susun-pedoman-tata-laksana-penyelenggaraan-bgsi