Biobank FK-KMK UGM Hadir dalam Health Research Innovation Expo 2026

Yogyakarta, 25-26 September 2026 — Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut berpartisipasi dalam Health Research Innovation Expo (HRIE) 2026, yang diselenggarakan pada Jumat-Sabtu, 25-26 September 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi sivitas akademika untuk memperkenalkan berbagai hasil riset, inovasi, serta fasilitas pendukung penelitian di lingkungan FK-KMK UGM.

HRIE 2026 diselenggarakan di sejumlah lokasi di lingkungan FK-KMK UGM, meliputi Kompetisi Riset & Produk Inovasi di Auditorium FK-KMK UGM, Pameran Unit & Fasilitas Pendukung Penelitian dan Abdimas serta Presentasi Poster Hibah Penelitian dan Abdimas di Lobby Tahir Foundation Sayap Utara, serta Lomba Poster Presentasi Hibah Internal di sisi barat Taman Tahir Foundation. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan rangkaian Pekan Raya Medika dan diikuti oleh sivitas akademika FK-KMK UGM, mahasiswa, serta pelajar SMA dari berbagai institusi.

Sebagai salah satu fasilitas pendukung penelitian di FK-KMK UGM, Biobank hadir dalam pameran untuk memperkenalkan peran, layanan, dan pengelolaan biospesimen kepada para pengunjung. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Biobank untuk memperluas pemahaman sivitas akademika dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan biospesimen yang terstandar dalam mendukung penelitian biomedis dan kesehatan.

Dalam pameran, Biobank memperkenalkan berbagai informasi mengenai layanan dan aktivitas pengelolaan biospesimen, didukung dengan leaflet layanan, banner informasi, serta media peraga berupa cryobox penyimpanan sampel. Media tersebut digunakan untuk memberikan gambaran sederhana mengenai bagaimana biospesimen ditata, disimpan, dan dikelola sehingga dapat ditelusuri dan dimanfaatkan untuk kebutuhan penelitian.

Kehadiran Biobank dalam HRIE juga menjadi sarana untuk memperkenalkan konsep biobank kepada pengunjung yang mungkin belum familiar dengan pengelolaan biospesimen secara terorganisasi. Biobank tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan sampel. Pengelolaan biospesimen mencakup rangkaian proses yang terintegrasi, mulai dari penerimaan, pemrosesan, pelabelan, penyimpanan, pencatatan data, pelacakan, hingga penarikan biospesimen sesuai prosedur yang berlaku.

Melalui kegiatan pameran, pengunjung dapat melihat secara lebih dekat bagaimana kualitas, keamanan, dan keterlacakan biospesimen menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan penelitian. Interaksi langsung dengan pengunjung juga menjadi kesempatan bagi tim Biobank untuk menjelaskan layanan yang tersedia serta menjawab berbagai pertanyaan mengenai pengelolaan dan pemanfaatan biospesimen untuk penelitian.

Keikutsertaan Biobank dalam HRIE 2026 menunjukkan bahwa inovasi penelitian tidak hanya ditopang oleh hasil riset, tetapi juga oleh keberadaan infrastruktur, sistem, dan layanan pendukung penelitian yang mampu menjaga kualitas serta keberlanjutan pengelolaan biospesimen. Melalui partisipasi dalam HRIE 2026, Biobank FK-KMK UGM terus memperkenalkan perannya sebagai bagian dari ekosistem penelitian FK-KMK UGM dan membuka peluang interaksi serta kolaborasi dengan sivitas akademika dan peneliti.

Belajar Biosecurity melalui Pengelolaan Biospesimen: Mahasiswa Magister Biologi UGM Kunjungi Biobank FK-KMK UGM

Yogyakarta, 23 September 2026 — Sebanyak sembilan mahasiswa Program Studi Magister Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bersama satu asisten praktikum dan satu dosen pengampu mata kuliah melakukan kunjungan pembelajaran ke Unit Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Rabu (23/9). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Praktikum Mata Kuliah Biosecurity (Keamanan Hayati).

Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami penerapan prinsip biosecurity dalam pengelolaan biospesimen secara langsung di lingkungan biobank. Tidak hanya mempelajari konsep keamanan hayati secara teori, mahasiswa diajak melihat bagaimana aspek keamanan, pengendalian akses, dokumentasi, pelacakan, serta pengelolaan spesimen diterapkan sebagai bagian dari sistem manajemen biobank.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai manajemen spesimen terintegrasi di Biobank FK-KMK UGM, mulai dari penerimaan dan pemrosesan biospesimen, pelabelan dan penyimpanan, pemantauan kondisi penyimpanan, hingga proses penarikan dan pelacakan spesimen. Pembahasan juga mengaitkan pengelolaan biospesimen dengan dua aspek penting dalam keselamatan dan keamanan penelitian, yaitu biosafety dan biosecurity.

Penerapan biosecurity di biobank mencakup berbagai lapisan pengendalian. Mahasiswa diperkenalkan pada penerapan akses terbatas, pengelolaan inventaris biospesimen, penggunaan sistem informasi manajemen biobank atau SIMBIOX, pengaturan hak akses pengguna, dokumentasi, serta audit trail.

Pengelolaan spesimen juga didukung oleh berbagai Standard Operating Procedures (SOP) yang mengatur tahapan pekerjaan, mulai dari penerimaan, pemrosesan, pelabelan, penyimpanan, pelacakan, penarikan, hingga pemusnahan spesimen.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa keamanan biospesimen bukan merupakan tanggung jawab satu orang atau satu bagian saja. Setiap tahapan dalam perjalanan biospesimen membutuhkan prosedur yang jelas, personel yang terlatih, dokumentasi yang baik, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Selain membahas aspek biosecurity, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya menjaga kualitas biospesimen sejak tahap pengumpulan hingga penyimpanan jangka panjang. Kualitas spesimen sangat dipengaruhi oleh proses pra-analitik, termasuk metode pengumpulan, pelabelan, waktu dan kondisi transportasi, pemrosesan, serta kondisi penyimpanan. Mahasiswa juga diperkenalkan pada prinsip bahwa jenis biospesimen dan tujuan analisis menentukan bagaimana spesimen harus ditangani dan disimpan. DNA, RNA, protein, maupun metabolit memiliki karakteristik dan sensitivitas yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pengelolaan yang sesuai. Dokumentasi dan chain of custody menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap spesimen dapat ditelusuri sepanjang siklus hidupnya. Sistem pencatatan yang baik tidak hanya mendukung kualitas penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari pengendalian dan keamanan biospesimen.

Kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Magister Biologi untuk melihat bagaimana konsep biosecurity diterapkan dalam fasilitas pengelolaan biospesimen. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami biosecurity sebagai konsep perlindungan terhadap agen biologis, tetapi juga melihat keterkaitannya dengan SOP, fasilitas, peralatan, sumber daya manusia, sistem informasi, dokumentasi, serta tata kelola biospesimen.

Pengalaman pembelajaran langsung di fasilitas biobank diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya penerapan prinsip keamanan hayati secara menyeluruh dalam kegiatan penelitian biologi dan biomedis. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan pengelola Biobank FK-KMK UGM mengenai praktik pengelolaan biospesimen serta tantangan penerapan biosecurity di lingkungan biobank.