Yogyakarta, 23 September 2026 — Sebanyak sembilan mahasiswa Program Studi Magister Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bersama satu asisten praktikum dan satu dosen pengampu mata kuliah melakukan kunjungan pembelajaran ke Unit Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Rabu (23/9). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Praktikum Mata Kuliah Biosecurity (Keamanan Hayati).
Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami penerapan prinsip biosecurity dalam pengelolaan biospesimen secara langsung di lingkungan biobank. Tidak hanya mempelajari konsep keamanan hayati secara teori, mahasiswa diajak melihat bagaimana aspek keamanan, pengendalian akses, dokumentasi, pelacakan, serta pengelolaan spesimen diterapkan sebagai bagian dari sistem manajemen biobank.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai manajemen spesimen terintegrasi di Biobank FK-KMK UGM, mulai dari penerimaan dan pemrosesan biospesimen, pelabelan dan penyimpanan, pemantauan kondisi penyimpanan, hingga proses penarikan dan pelacakan spesimen. Pembahasan juga mengaitkan pengelolaan biospesimen dengan dua aspek penting dalam keselamatan dan keamanan penelitian, yaitu biosafety dan biosecurity.
Penerapan biosecurity di biobank mencakup berbagai lapisan pengendalian. Mahasiswa diperkenalkan pada penerapan akses terbatas, pengelolaan inventaris biospesimen, penggunaan sistem informasi manajemen biobank atau SIMBIOX, pengaturan hak akses pengguna, dokumentasi, serta audit trail.
Pengelolaan spesimen juga didukung oleh berbagai Standard Operating Procedures (SOP) yang mengatur tahapan pekerjaan, mulai dari penerimaan, pemrosesan, pelabelan, penyimpanan, pelacakan, penarikan, hingga pemusnahan spesimen.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa keamanan biospesimen bukan merupakan tanggung jawab satu orang atau satu bagian saja. Setiap tahapan dalam perjalanan biospesimen membutuhkan prosedur yang jelas, personel yang terlatih, dokumentasi yang baik, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan.
Selain membahas aspek biosecurity, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya menjaga kualitas biospesimen sejak tahap pengumpulan hingga penyimpanan jangka panjang. Kualitas spesimen sangat dipengaruhi oleh proses pra-analitik, termasuk metode pengumpulan, pelabelan, waktu dan kondisi transportasi, pemrosesan, serta kondisi penyimpanan. Mahasiswa juga diperkenalkan pada prinsip bahwa jenis biospesimen dan tujuan analisis menentukan bagaimana spesimen harus ditangani dan disimpan. DNA, RNA, protein, maupun metabolit memiliki karakteristik dan sensitivitas yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pengelolaan yang sesuai. Dokumentasi dan chain of custody menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap spesimen dapat ditelusuri sepanjang siklus hidupnya. Sistem pencatatan yang baik tidak hanya mendukung kualitas penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari pengendalian dan keamanan biospesimen.
Kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Magister Biologi untuk melihat bagaimana konsep biosecurity diterapkan dalam fasilitas pengelolaan biospesimen. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami biosecurity sebagai konsep perlindungan terhadap agen biologis, tetapi juga melihat keterkaitannya dengan SOP, fasilitas, peralatan, sumber daya manusia, sistem informasi, dokumentasi, serta tata kelola biospesimen.
Pengalaman pembelajaran langsung di fasilitas biobank diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya penerapan prinsip keamanan hayati secara menyeluruh dalam kegiatan penelitian biologi dan biomedis. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan pengelola Biobank FK-KMK UGM mengenai praktik pengelolaan biospesimen serta tantangan penerapan biosecurity di lingkungan biobank.


