Biobank FK-KMK UGM Terima Kunjungan Studi Banding RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono untuk Pengembangan Implementasi SIMBIOX

Yogyakarta, 8 Oktober 2026 — Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan studi banding dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung implementasi dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Biobank (SIMBIOX) untuk pengelolaan biobank.

Kunjungan ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai pemanfaatan SIMBIOX dalam mendukung pengelolaan biospesimen dan data penelitian. Melalui kegiatan ini, RSPON dan Biobank FK-KMK UGM berkesempatan untuk membahas kebutuhan operasional, penggunaan sistem, serta peluang pengembangan SIMBIOX agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengelolaan biobank di lingkungan rumah sakit.

Dalam sesi diskusi, pembahasan diarahkan pada pengalaman penggunaan SIMBIOX, pemahaman terhadap fitur dan menu sistem, serta pengelolaan akun dan hak akses pengguna. Diskusi ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan dan penyesuaian sistem berdasarkan pengalaman pengguna di lapangan.

Bagi Biobank FK-KMK UGM, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam pengembangan sistem informasi pengelolaan biobank. Pertukaran pengalaman antara pengelola biobank dan pengguna SIMBIOX menjadi masukan penting untuk mendukung pemanfaatan sistem secara optimal, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan biospesimen.

Melalui kunjungan studi banding ini, diharapkan implementasi SIMBIOX di RSPON dapat terus berkembang sesuai kebutuhan operasional, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam penguatan tata kelola biobank dan infrastruktur penelitian kesehatan di Indonesia.

Peserta Pelatihan GCLP Kunjungi Biobank FK-KMK UGM untuk Mengenal Pengelolaan dan Keterlacakan Sampel

Yogyakarta, 1 Oktober 2026

Sebagai bagian dari rangkaian pelatihan Good Clinical Laboratory Practice (GCLP), peserta pelatihan melaksanakan kunjungan laboratorium ke Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 12.30–14.30 WIB ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan biospesimen dan penerapan praktik laboratorium yang baik dalam mendukung penelitian kesehatan.

Kegiatan ini difasilitasi oleh tim GCLP Prof. dr. E. Elsa Herdiana Murhandarwati, M.Kes, Ph.D, dan disambut oleh teknisi laboratorium serta data manager Biobank FK-KMK UGM. Dalam sesi pengenalan, peserta memperoleh penjelasan mengenai peran dan fungsi Biobank dalam mendukung penelitian kesehatan, alur layanan Biobank, serta standar operasional prosedur (SOP) yang menjadi acuan dalam pengelolaan biospesimen.

Selanjutnya, peserta mengikuti kunjungan singkat ke laboratorium manajemen sampel untuk melihat secara langsung proses pengelolaan dan penyimpanan biospesimen, khususnya aspek keterlacakan sampel. Keterlacakan merupakan bagian penting dalam pengelolaan biospesimen untuk memastikan sampel dapat diidentifikasi dan ditelusuri sesuai dengan sistem pencatatan dan prosedur yang berlaku.

Selain pengenalan fasilitas dan alur layanan, peserta juga mendapatkan materi mengenai SIMBIOX, yaitu sistem informasi yang digunakan untuk mendukung pengelolaan data dan sampel Biobank. Pengenalan ini memberikan gambaran mengenai peran sistem informasi dalam membantu pencatatan, penelusuran, dan pengelolaan biospesimen secara terstruktur.

Melalui kegiatan visitasi ini, peserta pelatihan GCLP diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan biospesimen, penerapan SOP, serta pentingnya keterlacakan sampel dan dukungan sistem informasi dalam menunjang mutu penelitian kesehatan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi Biobank FK-KMK UGM dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait manajemen biospesimen serta mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penelitian kesehatan.