Mahasiswa Baru Prodi S3 Angkatan 2024 Kunjungi Biobank FK-KMK UGM

Penjelasan Fasilitas Biobank

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Tour Kampus untuk mahasiswa baru Program Doktoral (Prodi S3) angkatan 2024, sebanyak 58 mahasiswa baru mengadakan kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan serta memberikan penjelasan mendalam mengenai fasilitas-fasilitas yang tersedia di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dengan salah satu fokus kunjungan pada Biobank sebagai salah satu fasilitas utama yang mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan rinci mengenai berbagai alat dan fasilitas yang ada di Biobank. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan tipe-tipe sampel yang tersimpan di Biobank, yang meliputi sampel biologis yang dapat digunakan untuk penelitian di berbagai bidang kesehatan dan kedokteran serta alur penggunaan fasilitas. Informasi ini sangat penting bagi para mahasiswa program doktoral, yang diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas dan sampel tersimpan di Biobank untuk proyek penelitian atau tugas akhir mereka.

Diakhir kunjungan, para mahasiswa diberikan wawasan tentang aplikasi manajemen data yang digunakan oleh Biobank untuk mencatat dan mengelola transaksi sampel. Aplikasi ini memungkinkan pelacakan yang komprehensif dari setiap sampel, mulai dari saat pengambilan, pengelolaan, penyimpanan, hingga penggunaan sampel, serta pemusnahan jika sampel tersebut sudah selesai digunakkan. Dengan sistem manajemen yang canggih ini, Biobank FK-KMK UGM memastikan bahwa setiap sampel dikelola dengan efisien dan sesuai dengan standar penanganan yang tinggi.

Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa baru terhadap fasilitas yang tersedia dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya untuk mendukung penelitian mereka. Dengan adanya fasilitas seperti Biobank, FK-KMK UGM terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur yang mendukung terciptanya penelitian berkualitas dan pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Penjelasan Manajemen Data Biobank

Kata Kunci SDGs: SDGs 3, 4, dan 17

Kontributor: F. Linda Tri Pramatasari

Siap diadaptasi, Biobank FK-KMK dan RSA UGM Diseminasikan Hasil Riset MBRIO

FK-KMK UGM. Biobank FK-KMK UGM telah menyelesaikan penelitian yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan judul “Pemodelan Sistem dan Kerangka Kebijakan Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia” pada tahun 2023. Bersama dengan mitra, RS Akademi UGM, tim Medical Biobank for Health Research in Indonesia (MBRIO) melakukan workshop diseminasi hasil riset di Hotel Swisbel-boutique, Yogyakarta (26/01).Workshop dihadiri oleh jejaring biobank dan RS Akademik UGM, seperti RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, RSPAU Hardolukito, RSUP Dr. Sardjito, dan rumah sakit lainnya yang sedang dan akan mendirikan biobank.

Peserta Workshop Dimenisasi Riset MBRIO

Workshop diawali dengan sambutan oleh dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D. selaku Dekan FK-KMK UGM. Dilanjutkan dengan pemaparan hasil riset tiap lini oleh tim peneliti. Workshop ini turut menghadirkan narasumber ahli yang memberikan kritik dan saran terhadap riset yang dilakukan, yaitu dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS (Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia), Dr. dr. Ade Firmansyah Sugiharto, Sp.F.M., Subsp.F.K(K) (Ahli Bioetik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), Dr. Dian K Nurputra, M.Sc, Ph.D, SpA (Peneliti Biosampel), dan Tyas Ikhsan Hikmawan, Ph.D (Head Of Tribe Biotechnology Digital Transformation Office Kemenkes).

 

“Biobank merupakan struktur baru, sehingga penyelenggaraan di rumah sakit perlu memperhatikan fungsi utama rumah sakit. Pendirian biobank melibatkan keuangan, pelayanan, data dan berbagi sampel (etik) yang bisa beroperasi dengan baik.” tutur dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS, Selasa (26/01).

 

“Ethical concern terkait biobank: informed consent, kepemilikan sampel, privacy & kerahasiaan, return of results, kepercayaan publik, komersialisasi. Penggunaannya disesuaikan dengan tata kelola dan business process biobank.” kata Dr. dr. Ade Firmansyah Sugiharto, Sp.F.M., Subsp.F.K(K) (FK UI), Selasa (26/01).

 

“Relevansi sampel harus tepat tujuan, kuantitas-kualitas dan berjangka panjang. Hal tersebut harus tercermin dalam Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) biobank. Advokasi dan komunikasi dengan penyedia sampel dan data (tenaga kesehatan) dan pengguna (peneliti) harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap biobank.” kata Dr. Dian K Nurputra, M.Sc, Ph.D, SpA, Selasa (26/01).

 

“SIMBIOX didesain untuk mampu melayani berbagai stakeholders yang akan menggunakan koleksi biobank. Tidak ada masalah dari sisi teknologi, akan tetapi regulasi lokal dan nasional yang harus dipatuhi.” kata Tyas Ikhsan Hikmawan, Ph.D, Selasa (26/01).

 

Hasil diseminasi memberikan rasa optimis terhadap peneliti bahwa konsep pemodelan yang dilakukan dapat diadaptasi dan diterapkan oleh rumah sakit seluruh Indonesia.

Kata Kunci SDGs: SDGs 3, 9, dan 17


Luaran: Buku Petunjuk Teknis Pemodelan Biobank Berbasis Rumah Sakit

Diskusi Jejaring Biobank Indonesia: Upaya Penyusunan RPMK untuk Penguatan Regulasi dan Insentif Biobank

Pada hari Jumat, 19 Juli 2024, berlangsung diskusi penting yang diadakan oleh Jejaring Biobank Indonesia. Diskusi ini melibatkan perwakilan dari beberapa institusi terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan Universitas Gadjah Mada. Mereka berkumpul untuk membahas rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) yang mengatur tentang Teknologi Kesehatan, khususnya terkait Biobank.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi berlangsung secara produktif dan mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari penetapan tujuan yang ingin dicapai, identifikasi aspek-aspek yang perlu diatur, hingga penentuan arahan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penyusunan RPMK. Pertemuan ini ditutup dengan sejumlah kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi tersebut.

Kesimpulan:

  1. Registrasi Biobank Penting: Kesimpulan utama yang disepakati adalah pentingnya registrasi Biobank, terutama sepanjang RPMK disusun dengan tujuan pembinaan.
  2. Konten yang Harus Dimuat dalam RPMK: Beberapa elemen yang harus dimuat dalam RPMK mencakup:
  • Insentif: Diberikan dalam bentuk perlindungan hukum, pengembangan sistem yang lebih baik, peningkatan kerjasama, pembinaan untuk pendanaan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan, alokasi dana, penguatan SDM, dan pengembangan fasilitas.
  • Sanksi: Harus ada kewajiban yang memiliki tujuan yang jelas untuk memastikan kepatuhan.
  • Harmonisasi Regulasi: Tidak boleh ada tumpang tindih dengan peraturan lain yang berkaitan dengan Biobank, termasuk regulasi terkait stem cell atau terapi.
  • Registrasi yang Berkelanjutan: Pentingnya registrasi Biobank sepanjang fungsi pembinaan berjalan, dengan insentif sebagai pendorong tambahan.

Rekomendasi:

  1. Definisi yang Jelas tentang Biobank: Penting untuk memperjelas definisi Biobank karena fasilitas ini merupakan bagian dari sistem kesehatan, pendidikan, dan riset yang harus terdaftar dan memiliki izin resmi.
  2. Insentif dari Pemerintah: Pemerintah disarankan untuk memberikan insentif dalam bentuk penguatan SDM dan fasilitas bagi Biobank yang terdaftar secara resmi.

Diskusi ini mencerminkan keseriusan berbagai pihak dalam membangun regulasi yang kuat dan efektif untuk mendukung perkembangan Biobank di Indonesia. Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan yang lebih baik, yang tidak hanya memberikan perlindungan tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi dalam bidang bioteknologi di Indonesia.

Kata Kunci SDGs:

SDGs 3, 4, dan 17

Kontributor:
F. Linda Tri Pramatasari

Biobank FK-KMK UGM Bergabung dalam Inisiatif 10×10 Network yang Dipimpin Universitas Colorado

Zoom Meeting Biobank FK-KMK UGM dengan 10×10 Colorado

Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) baru saja terlibat dalam kegiatan global penting yang dinamakan 10×10 Network, sebuah inisiatif yang dikoordinasikan oleh Universitas Colorado, Amerika Serikat. Keterlibatan Biobank FK-KMK UGM dalam proyek ini bertujuan untuk memajukan harmonisasi data dan spesimen, terutama dalam konteks kesiapsiagaan terhadap pandemi yang mungkin terjadi di masa depan.

Proyek 10×10 Network ini memiliki fokus utama pada biobank yang mengkhususkan diri pada penyimpanan dan pengelolaan spesimen terkait infeksi. Dengan adanya harmonisasi ini, biobank dari berbagai negara akan siap untuk saling bertukar spesimen dan data ketika dibutuhkan, khususnya jika terjadi pandemi yang memerlukan respon cepat dan terkoordinasi.

Pendekatan yang digunakan dalam proyek ini tergolong unik. Sepuluh biobank dari berbagai negara, termasuk Biobank FK-KMK UGM, diikutsertakan dalam inisiatif ini untuk menjadi percontohan. Selama tiga tahun ke depan, setiap biobank akan berkesempatan untuk menukarkan hingga 10 spesimen beserta data terkait dengan biobank lainnya dalam jaringan ini. Pertukaran ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap biobank memiliki akses terhadap spesimen yang relevan dan berkualitas tinggi, yang akan sangat penting dalam upaya penelitian dan pengembangan respons kesehatan global.

Selain pertukaran spesimen, kajian dalam proyek ini juga akan mencakup tiga aspek penting, yaitu tata kelola (governance), regulasi (regulation), dan jaminan kualitas teknis (technical-QA). Dengan adanya kajian ini, diharapkan tercipta standar global yang dapat diikuti oleh biobank lain di seluruh dunia, sehingga pertukaran spesimen dan data dapat dilakukan dengan aman, efisien, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Partisipasi Biobank FK-KMK UGM dalam 10×10 Network ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerjasama internasional di bidang kesehatan, serta kesiapan negara ini untuk menjadi bagian dari solusi global dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.

Kata Kunci SDGs:
SDGs point 3, 4, 9, dan 17

Kontributor: F. Linda Tri Pramatasari

HPU FK-KMK UGM Perkuat Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular dengan Pelatihan Kader Posbindu “SEHATI”

Salah satu upaya peningkatan kesehatan masyarakat adalah Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular). Posbindu PTM merupakan salah satu upaya dari, oleh, dan untuk masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular. Hal ini sangat penting, mengingat penyakit tidak menular telah berkontribusi pada 70% kematian di dunia (Kementerian Kesehatan, 2020).

Universitas Gadjah Mada, sebagai salah satu Institusi pendidikan tinggi di Indonesia tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan namun juga tempat bekerja bagi pegawai dan staf yang memberikan pelayanan. UGM telah mencanangkan program Health Promoting University yang berkomitmen mendukung peningkatan derajat kesehatan mahasiswa dan pegawainya salah satunya melalui pelaksanaan Posbindu PTM (HPU, 2022).

Pada tanggal 22 Juni 2024 bertempat di Auditorium Tahir Gedung Pascasarjana FK-KMK UGM, tim HPU FK-KMK UGM melaksanakan kegiatan Pelatihan dan refreshing Kader Posbindu “SEHATI” (Sehat, Aktif, Bermutu Tinggi). Kegiatan bertujuan untuk meningkatan pengetahuan civitas akademika FK-KMK tentang PTM dan faktor risikonya, memberkan pengetahun dan keterampilan yang diperlukan bagi kader lama dan baru untuk melaksanakan tugas di Posbindu dengan baik, serta menguatkan peran ambassador mahasiswa HPU FK-KMK dalam mendukung kegiatan Posbindu dan Health Literasi.

Biobank FK-KMK UGM mendukung kegiatan Posbindu SEHATI dengan mengirimkan perwakilan 2 tenaga kependidikan menjadi kader Posbindu SEHATI. Kader Posbindu diharapkan dapat melakukan pelayanan dasar sistem 5 meja yang dimulai dari registrasi, anamnesis, pengukuran antropometri, pemeriksaan klinis dan biokimia, serta identifikasi faktor risiko penyakit tidak menular, edukasi dan rujukan.

Kata kunci SDG’s: SDG’s 3

Kontributor: F. Linda Tri P

Berkolaborasi untuk Meningkatkan Sistem Kesehatan: Balai Besar Labkesmas Jakarta Giatkan Persiapan Biorepositori

Dalam upaya mencapai tujuan Transformasi Kesehatan yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, pemerintah Indonesia terus menggalakkan restrukturisasi dalam sektor layanan kesehatan. Salah satu langkah konkret adalah penataan ulang laboratorium kesehatan di seluruh Indonesia adalah Laboratorium Kesehatan Medis dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).

Sebagai langkah tindak lanjut, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2023 telah dikeluarkan, yang mengatur mengenai organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Salah satu fungsi utama yang diemban oleh Unit Pelaksana Teknis tersebut adalah pengelolaan biorepositori.

Mengambil momentum ini, pada tanggal 25 April 2024, Balai Besar Labkesmas Jakarta melakukan kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM untuk mendapatkan Bimbingan dan Pembelajaran Teknis Persiapan Pelaksanaan Biorepositori. Acara ini diawali dengan sambutan dan presentasi dari Kepala Instalasi K3, Limbah, dan Biorepositori oleh Imelda Husdiani, S.T., M.Kes, dilanjutkan dengan presentasi dari Ketua Tim Pengelola Biobank Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D. Diskusi intensif dan peninjauan langsung terhadap sistem dan sarana prasarana Biobank FK-KMK UGM juga dilakukan.

Tim Biobank FK-KMK UGM menyampaikan harapannya bahwa kunjungan ini dapat membantu Balai Besar Labkesmas Jakarta dalam mendirikan fasilitas pengelolaan biorepositori. Keberadaan Labkesmas dianggap sangat penting dalam mendukung sistem ketahanan kesehatan nasional, terutama dalam memperkuat surveilans penyakit dan faktor risiko kesehatan yang berbasis laboratorium.

Kolaborasi antar lembaga seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional dan mencapai tujuan Transformasi Kesehatan yang diamanatkan oleh pemerintah.

Kata kunci SDGs : SDGs 3, SDGS 4, dan SDGs17

Narasumber :  Imelda Husdiani, S.T., M.Kes dan Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D

Kontributor : F. Linda Tri P

Tinjauan Kepala Laboratorium INA Respond Tangerang terhadap Sarana Infrastruktur Biobank FK-KMK UGM

Kepala Laboratorium Ina Respond dengan Ketua Pengelola Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 1 Maret 2024, sebagai bagian dari serangkaian kegiatan dalam workshop biobank infeksi, kepala laboratorium Ina Respond Tangerang, dr. Dewi Lokida, Sp.PK, melakukan kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM. Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang alur kerja dan sarana prasarana yang tersedia di dalamnya. Selama kunjungan tersebut, dr. Dewi Lokida secara teliti mengamati setiap proses yang terjadi di Biobank FK-KMK UGM. Dengan pengalamannya yang luas dalam bidang ini, beliau memberikan masukan yang berharga terkait aspek-aspek yang perlu diperbaiki guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional biobank ini. Selain itu, dr. Dewi Lokida juga memberikan apresiasi terhadap hal-hal baik yang telah dilakukan oleh tim di Biobank FK-KMK UGM, serta menekankan pentingnya mempertahankan praktik-praktik terbaik tersebut sebagai landasan untuk kemajuan lebih lanjut.

Kata kunci SDGs: SDGs 3, SDGS 4, dan SDGs17

Kontributor: F. Linda Tri P

 

Peran Biobank FK-KMK UGM: Edukasi dan Advokasi Biobank untuk Riset Kesehatan di Indonesia

Jajah Fachiroh memaparkan tentang Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 31 Maret 2024 JF mempresentasikan Education and Advocation about Biobank in Indonesia: a Single Institution Experience dikegiatan 16th China Holistic Integraye Biobankology Conference 2024 & the 11th Hospital Dean’s Summit on Biobank yang diselenggarakan oleh Biobank Branch, China Medical Biotech Assosiation (BBCMBA).

Pada paparannya Jajah fachiroh menyampaikan peran Biobank FK-KMK UGM untuk memajukan pengetahuan para peneliti, pemangku kebijakan, dan mahasiswa terkait aspek-aspek biobank dan hal-hal teknis terkait penyelenggaraan biobank. Sampai saat ini unit Biobank FK-KMK merupakan satu-satunya penyelanggara pelatihan Biobank di Indonesia. Pada presentasinya Jajah Fachiroh memaparkan secara mendetail mengenai struktur pelatihan biobank yang diselenggarakan secara rutin diakhir tahun (2021-sekarang) maupun yang bersifat insidental. Pelatihan biobank yang diselenggarakan oleh unit Biobank FK-KMK UGM diselenggarakan selama 3 hari yang terdiri dari aspek teknis dan non teknis, meliputi pemahaman teori dan praktek. Metode bauran digunakan dengan belajar mandiri (asychronous) selama satu minggu sebelum tatap muka (synchronous).

Dikegiatan tersebut, dilakukan diskusi dengan kesimpulan bahwa biobank di LMIC (Low Middle Income Country) memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda dengan di HIC (High Income Country). Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kerjasama untuk pengembangan biobank di LMIC yang melibatkan kerjasama antara Asean dengan Republik Rakyat China. Selain itu, standarisasi penyelenggaraan Biobank khususnya di Indonesia harus diinisiasi. Indonesia bisa belajar proses standarisasi penyelenggaran Biobank di Republik Rakyat China untuk proses standarisasi biobank, mengingat lokasi geografis Republik Rakyat China lebih dekat dibandingan dengan Eropa dan Amerika Utara.

Kegiatan ditutup dengan agenda foto bersama perwakilan WHO-IARC (dr. Zisis Kozlakidis), dr Gao (Head Shanghai Biobank, biobank terbesar di china), dan pembicara internasional lain.

Foto bersama peserta

Narasumber: Jajah Fachiroh

Kontributor: F. Linda Tri P

Kata kunci SDGs: SDGs 3, SDGs4, dan SDGs17

Biobank FK-KMK UGM Menerima Kunjungan dari Program Magister Ilmu Biomedik FK UI

Pada hari Rabu, 28 Februari 2024, Biobank menerima kunjungan dari Program Studi Magister Ilmu Biomedik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (PMIB FK UI). Sebanyak dua belas delegasi dari PMIB FK UI yang terdiri dari ketua program studi, sekretaris program studi, dosen, staf, dan mahasiswa melakukan kunjungan di FK-KMK UGM. Kunjungan diawali dengan sambutan dari pihak FK-KMK UGM dan dilanjutkan dengan paparan dan diskusi mengenai program internasionalisasi dan pengembangan MOOC di Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM. Setelah paparan, rombongan delegasi secara bersama-sama mengunjungi Biobank FK-KMK UGM dan diterima oleh ketua tim pengelola Biobank ibu Jajah Fachiroh, S.P, M.Si, Ph.D beserta teknisi laboratorium dan data manajer. Tim Biobank FK-KMK UGM memberikan penjelasan mengenai alur, fasilitas, dan layanan yang digunakan untuk mendukung penelitian kedokteran dan kesehatan serta pendidikan.

Kontributor: F. Linda Tri P

Kata kunci SDG’s: SDGs 4

Departemen Mikrobiologi dan Biobank FK-KMK Selenggarakan Workshop Pembentukan Biobank Penyakit Infeksi

Biobank merupakan fasilitas penunjang penelitian dan layanan kesehatan yang mengelola biosampel dalam jangka panjang, dalam sebuah sistem terstruktur dan terkoneksi dengan data paralel pada sebuah populasi/sub populasi. Biobank mengkoleksi beragam jenis biosampel yang sangat penting fungsinya dalam penelitian biomedis, seperti sampel biologis, yang berasal dari manusia, antara lain spesimen darah, spesimen yang berasal dari saluran cerna, saluran kemih, sel manusia, cairan tubuh lain, DNA/RNA termasuk  hasil kultur  bakteri dan virus, ataupun parasit yang disimpan setiap tahun di seluruh dunia untuk diagnostik dan penelitian.

Sejalan dengan perkembangannya, saat ini ilmu dan teknologi semakin mendukung penciptaan biobank secara global. Namun, tingkat pertumbuhan yang sama tidak terjadi di bidang penyakit infeksi, dimana biobank untuk penyakit infeksi jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bidang ilmiah lain seperti penyakit non infeksionkologi atau penyakit metabolik.

Sebagai salah satu pioner biobank di Indonesia, Biobank FK-KMK UGM bekerjasama dengan Departmen Mikrobiologi mengorganisasi Workshop Pelatihan Teknis pembentukan  Biobank Infeksi. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mengenai biobank yang mengacu pada Best Practices ISO 20387 untuk Biobank & Biotechnology, dan Best Practices for Repository dari ISBER. Workshop juga memberikan pengetahuan, keahlian dan keterampilan dalam pelaksanaan biobank sehingga dapat tepat dan benar sesuai dengan standar internasional. Pertemuan ini juga diharapkan menghasilkan satu pemikiran yang sama terkait biobank penyakit infeksi.

Kegiatan berlangsung dari tanggal 29 Februari 2024-1 Maret 2024, peserta merupakan dokter spesialis mikrobiologi klinik dan teknisi laboratorium dari lingkup Academic Health System (AHS). Hari pertama diisi dengan paparan dan diskusi mengenai topik-topik yang sangat menarik. Materi workshop antara lain Konsep Biobank, Best Practices spesimen dan data, serta Biosecurity dan Biosafety pada Koleksi dan Penyimpanan Jangka Panjang. Kegiatan hari ke dua diisi dengan materi Etik dan Informed Consent Biobank dan dilanjutkan dengan pengelolaan sampel klinis di Biobank FK-KMK UGM dan Departmen Mikrobiologi FK-KMK UGM. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat.

Kontributor: F. Linda Tri P

Kata kunci SDG’s:  SDGs 3, 4, dan 17