Peserta Workshop Nasional Biobank Kunjungi Fasilitas Biobank FK-KMK UGM

Yogyakarta, 10–12 Agustus 2026 — Selain mengikuti rangkaian paparan dan diskusi di dalam kelas, peserta Workshop Nasional Manajemen Data Biobank mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung pengelolaan fasilitas biobank di FK-KMK UGM. Kegiatan kunjungan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih konkret kepada peserta mengenai penerapan prinsip-prinsip pengelolaan biobank, khususnya dari sisi fasilitas, sarana dan prasarana, serta alur penyimpanan biosampel.

Sebanyak 34 peserta dari 17 instansi mengikuti workshop yang diselenggarakan pada 10–12 Agustus 2026 di FK-KMK UGM. Selama pelaksanaan workshop, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti kunjungan ke fasilitas Biobank FK-KMK UGM secara bergantian. Setiap hari, satu kelompok mendapatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan pada waktu istirahat, sehingga seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk melihat fasilitas biobank secara langsung.

Kunjungan tersebut menjadi bagian yang melengkapi materi yang diberikan di dalam kelas. Jika pada sesi pembelajaran peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep, standar, fasilitas, manajemen sampel, serta sistem pengelolaan biobank, melalui kunjungan ini peserta dapat melihat secara langsung bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam lingkungan operasional biobank.

Dalam kunjungan, peserta diperkenalkan dengan berbagai fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung kegiatan biobank. Peserta dapat melihat secara langsung area pengelolaan dan penyimpanan biosampel, sistem penataan sampel, serta berbagai aspek pendukung yang diperlukan untuk menjaga keamanan, kualitas, dan ketertelusuran biosampel.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan pengelola Biobank FK-KMK UGM mengenai praktik operasional yang diterapkan. Peserta dapat mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan sampel, sistem penyimpanan, pemantauan kondisi penyimpanan, penataan lokasi sampel, hingga aspek keselamatan dan keamanan fasilitas.

Kunjungan lapangan menjadi semakin relevan dengan materi workshop mengenai Best Practices Fasilitas dan Manajemen Sampel Biobank. Dalam materi tersebut, peserta diperkenalkan pada pentingnya desain dan zonasi fasilitas, pengendalian suhu dan daya, kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat, sistem backup penyimpanan, serta pengelolaan fasilitas yang mendukung keberlangsungan operasional biobank.

Melalui pengalaman melihat fasilitas secara langsung, peserta tidak hanya memperoleh gambaran teoritis mengenai standar dan praktik terbaik, tetapi juga dapat menghubungkan materi yang disampaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Hal ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi peserta dalam mengembangkan atau memperkuat pengelolaan biobank di institusi masing-masing.

Pembagian kunjungan menjadi tiga kelompok selama tiga hari juga memungkinkan kegiatan berlangsung secara lebih efektif tanpa mengganggu rangkaian materi utama workshop. Secara bergantian, peserta tetap dapat mengikuti seluruh agenda pembelajaran sekaligus mendapatkan pengalaman observasi langsung di fasilitas Biobank FK-KMK UGM.

Kegiatan kunjungan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual dalam Workshop Nasional Manajemen Data Biobank, yang tidak hanya menggabungkan paparan dan diskusi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung implementasi pengelolaan biobank. Dengan demikian, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai keterkaitan antara sumber daya manusia, fasilitas, biosampel, proses, dan sistem manajemen data dalam mendukung penyelenggaraan biobank yang berkualitas.

 

Workshop Nasional Biobank Hari Ketiga: Peserta Praktik Langsung Pengelolaan Data dan Meta Data

Yogyakarta, 12 Agustus 2026 — Setelah mendapatkan pembekalan konseptual mengenai biobank dan manajemen data selama dua hari, peserta Workshop Nasional Manajemen Data Biobank memasuki tahap praktik pada hari ketiga. Kegiatan hari ketiga dirancang sebagai sesi hands-on untuk memberikan pengalaman langsung dalam penerapan sistem manajemen data biobank.

Sesi praktik menjadi bagian penting dalam rangkaian workshop karena tujuan kegiatan tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga memberikan pengalaman praktik langsung dalam sistem manajemen data biobank.

Kegiatan diawali dengan pembagian peserta ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti rangkaian praktik, peserta diajak untuk melihat video profil Biobank dan pengelolaan biosampel serta data di Biobank FK-KMK UGM. Peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya jawab dan berdiskusi pada sesi ini. Selanjutnya, peserta mulai memasuki sesi praktik yang berfokus pada registrasi kontrak, sampel serta input data demografi dan biospesimen.  Sesi yang difasilitasi oleh F. Linda Tri P., S.Tr.Kes memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami alur pencatatan data sejak tahap registrasi serta bagaimana informasi donor dan biospesimen dimasukkan ke dalam sistem. Praktik kemudian dilanjutkan dengan materi Labeling dan Freezer Mapping. Peserta mempelajari keterkaitan antara identitas sampel, label, serta lokasi penyimpanan. Konsep freezer mapping menjadi bagian penting dalam menjaga ketertelusuran posisi biosampel di dalam sistem penyimpanan.

Sesi berikutnya membahas Tracking, Traceability, Penarikan, Aliquot, dan Pemusnahan yang difasilitasi oleh Efri Kurniawan, S.Tr.AK. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana pergerakan dan lokasi biosampel dapat ditelusuri sehingga keberadaan dan riwayat pengelolaannya dapat terdokumentasi dengan baik.

Selanjutnya, Nurdin Fauzi Zaman, S.T. membawakan materi mengenai SIMBIOX, Role & Akses Pengguna serta Backup Data dan Keamanan Sistem. Peserta diperkenalkan pada pentingnya pengaturan hak akses pengguna berdasarkan peran serta mekanisme perlindungan dan pencadangan data dalam sistem informasi biobank.

Setelah sesi praktik, peserta mendapatkan tugas kelompok. Dalam kegiatan tersebut, Setiap kelompok diminta untuk menyusun 1 (satu) rancangan biobank berdasarkan kondisi dan kebutuhan institusi masing-masing, yang mencakup:Tujuan dan pemanfaatan biobank, Rencana pengembangan biobank, Struktur dan pengelolaan data, Jenis biospesimen yang akan disimpan, Identifikasi pemangku kepentingan dan pengguna, serta Mekanisme komunikasi dan koordinasi antar-pengguna.

Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan rancangan yang telah disusun. Peserta kemudian mempresentasikan hasil tugas kelompok dan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan ulasan terhadap hasil pekerjaan mereka. Sesi ini menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan mendiskusikan bagaimana konsep manajemen data dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing institusi.

Rangkaian workshop ditutup dengan evaluasi kegiatan. Tiga hari pelaksanaan workshop memberikan pengalaman pembelajaran yang bertahap, dimulai dari pemahaman dasar mengenai biobank, dilanjutkan dengan penguatan aspek manajemen data, etika, hukum, keamanan dan standardisasi, hingga praktik langsung pengelolaan data dan meta data.

Melalui kombinasi paparan, diskusi, dan praktik, workshop diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas pengelola biobank, peneliti, teknisi laboratorium, data manager, IT biobank, akademisi, serta institusi kesehatan dan penelitian dalam membangun sistem manajemen biobank yang lebih efektif, efisien, aman, dan sesuai dengan standar internasional.

Dengan berakhirnya sesi hands-on dan evaluasi, Workshop Nasional Manajemen Data Biobank 2026 resmi menuntaskan rangkaian kegiatan tiga hari di FK-KMK UGM, dengan menempatkan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola data sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem biobank di Indonesia.

Workshop Nasional Biobank Hari Kedua: Memperkuat Manajemen Data, Etika, dan Keamanan Informasi

Yogyakarta, 11 Agustus 2026 — Setelah membangun pemahaman mengenai prinsip dasar dan praktik pengelolaan biobank pada hari pertama, Workshop Nasional Manajemen Data Biobank memasuki hari kedua dengan fokus utama pada manajemen data dan metadata biobank.

Manajemen data menjadi bagian yang semakin penting dalam penyelenggaraan biobank karena data yang menyertai biosampel mencakup berbagai informasi, mulai dari identitas sampel, data klinis, informasi pre-analitik, hingga riwayat penyimpanan dan distribusi. Pengelolaan yang tidak terstruktur dapat meningkatkan risiko inkonsistensi, kehilangan data, kesalahan pencatatan, dan keterbatasan traceability.

Kegiatan hari kedua diawali dengan materi Best Practices in Data Management dan Standardisasi Data yang disampaikan oleh dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. Peserta diperkenalkan pada praktik terbaik dalam pencatatan dan dokumentasi biobank untuk menjamin ketertelusuran biosampel. Pembahasan mencakup Good Documentation Practice, pengelolaan dokumen dan rekaman, pengendalian dokumen, pencatatan kegiatan laboratorium, dokumentasi penggunaan peralatan, monitoring lingkungan penyimpanan, pengelolaan arsip, hingga audit trail.

Pembahasan kemudian berlanjut pada pengenalan SIMBIOX yang disampaikan oleh Sunandar Hariyanto, S.T., M.Eng. Sesi ini memberikan gambaran mengenai penerapan sistem informasi untuk mendukung digitalisasi dan standardisasi pengelolaan data biobank di Biobank FK-KMK UGM. .

Pengalaman implementasi biobank menjadi topik berikutnya melalui sesi yang menghadirkan Abdullah Faqih Al Mubarok, M.Sc. dari BGSi Kementerian Kesehatan RI. Peserta memperoleh gambaran mengenai pengalaman implementasi biobank serta jenis data dan metadata yang dicatat untuk mendukung ketertelusuran dan pemanfaatan biosampel. Pembahasan juga mengangkat tantangan implementasi dan pembelajaran yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan biobank di Indonesia.

Perspektif internasional kemudian dihadirkan melalui materi Standard Practices in Data Management Biobank and ISO 20387 oleh Riad Gacem, M.S dari Didata Switzerland. Sesi ini membahas praktik standar dalam manajemen data dan metadata biobank, termasuk upaya menjaga kualitas, integritas, keamanan, dan ketertelusuran data serta penerapan ISO 20387.

Setelah sesi pagi, pembahasan dilanjutkan pada aspek bioetika oleh dr. Wika Hartanti, MIH membawakan materi mengenai bioetika dalam pengumpulan, penggunaan, dan pemanfaatan jangka panjang data serta biosampel pada biobank. Peserta diajak memahami prinsip otonomi, beneficence, non-maleficence, dan justice, termasuk penerapan informed consent, broad consent, secondary use, perlindungan privasi, serta tata kelola pemanfaatan data dan biosampel secara bertanggung jawab.

Aspek etika kemudian dilengkapi dengan pembahasan aspek hukum dalam pengumpulan data, data sharing, dan biospecimen sharing yang disampaikan oleh Dr. Rimawati, S.H., M.Hum. Materi menyoroti kerangka regulasi, perlindungan data pribadi, hak dan kewajiban para pihak, serta aspek hukum dalam kerja sama dan pertukaran data maupun biosampel antarinstitusi.

Selanjutnya, Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D. membawakan materi mengenai Keamanan Data, Privasi, Interoperabilitas, dan Standardisasi Data. Peserta mendapatkan perspektif mengenai pentingnya membangun ekosistem data yang aman dan terintegrasi, termasuk penerapan prinsip FAIR serta pengelolaan metadata dan keterlacakan data untuk mendukung kolaborasi riset berbasis data.

Rangkaian materi hari kedua ditutup dengan diskusi panel mengenai tantangan implementasi data biobank di Indonesia. Panel menghadirkan dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D., Dr. Rimawati, S.H., M.Hum., dr. Wika Hartanti, MIH, dan Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D. Diskusi membahas tantangan pengelolaan data dan metadata, interoperabilitas dan integrasi sistem informasi, perlindungan data pribadi, keamanan informasi, aspek etik dan hukum, kesiapan infrastruktur dan sumber daya, serta kebutuhan kolaborasi antarlembaga.

Dengan berakhirnya sesi hari kedua, peserta telah memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif bahwa pengelolaan biobank tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dan pemeliharaan biosampel, tetapi juga membutuhkan tata kelola data yang terstandar, aman, etis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pembahasan tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti hari ketiga yang dirancang dalam bentuk hands-on, sehingga konsep yang telah diperoleh selama dua hari dapat diterapkan melalui simulasi dan praktik pengelolaan data biobank.

Workshop Nasional Biobank Hari Pertama: Memperkuat Fondasi Pengelolaan Biobank yang Berkualitas

Yogyakarta, 10 Agustus 2026 — Pengelolaan biobank yang berkualitas tidak hanya bergantung pada tersedianya fasilitas penyimpanan biosampel, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan yang terstandar, terdokumentasi, dan mampu menjamin kualitas serta ketertelusuran sampel. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama pada hari pertama Workshop Nasional Manajemen Data Biobank yang diselenggarakan pada 10–12 Agustus 2026 di Auditorium U.8.6, Lantai 8, Gedung Tahir Foundation Sayap Utara, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM).

Workshop yang mengangkat tema “Basic Best Practises in Biobank with a specific topic on Strengthening Biobank Data Management for Research” ini diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari 17 instansi. Peserta berasal dari berbagai latar belakang dan institusi yang berkaitan dengan pengelolaan biosampel, penelitian kesehatan, laboratorium, serta manajemen data biobank. Keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu kekuatan kegiatan karena memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman dan praktik pengelolaan biobank dari berbagai institusi.

Workshop ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam manajemen data biobank yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan standar internasional. Selain itu, kegiatan juga memberikan pemahaman mengenai konsep dasar biobank, praktik terbaik dalam pengelolaan sampel dan infrastruktur, aspek keamanan dan etika, serta pengalaman praktik langsung dalam sistem manajemen data biobank.

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan. Dalam sambutannya, Ketua Panitia, dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D., menyampaikan pengantar mengenai pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan biobank. Kegiatan pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Dekan Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad, Subsp. PRP-(K) serta foto bersama peserta dan panitia.

Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai Konsep Dasar Biobank yang disampaikan oleh Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D. Materi membahas konsep dan fungsi biobank, perannya dalam mendukung penelitian kesehatan, siklus hidup biosampel, berbagai jenis biosampel, serta penerapan standar dan pedoman internasional dalam penyelenggaraan biobank.

Sesi berikutnya membahas Best Practices Infrastruktur dan Bahan yang disampaikan oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D. Materi membahas mengenai pentingnya standar biobank, perbandingan ISBER–NCI–IARC hingga strategi penerapan bertahap menuju ISO 20387

Aspek penyimpanan biosampel kemudian diperdalam melalui materi “No Downtime, No Compromise: Choosing the Right Cryopreservation Strategy” yang disampaikan oleh Sarifin, S.Si., M.M. Pembahasan menyoroti strategi cryopreservation, pemilihan metode penyimpanan berdasarkan karakteristik biosampel, penggunaan ultra-low temperature freezer dan liquid nitrogen, sistem monitoring dan peringatan dini, serta pentingnya perencanaan backup dan pengelolaan risiko kegagalan penyimpanan.

Setelah sesi siang, peserta memperoleh materi Manajemen Sampel dari dr. Ery Kus Dwianingsih, Ph.D., Sp.P.A., Subsp. M.S. (K), Subsp. S.M. (K). Materi menekankan pentingnya pengelolaan biosampel sejak tahap pre-analitik, penerimaan dan registrasi, aliquoting dan pemrosesan, hingga penyimpanan, quality control, dokumentasi, dan traceability. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan integritas biosampel selama seluruh siklus pengelolaannya.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi Biosafety dan Biosecurity pada Koleksi dan Penyimpanan Sampel Infeksius Jangka Panjang oleh  Dra. Dewajani Purnomosari, M.Si., Ph.D. dari tim Biosafety FKKMK UGM yang membahas penerapan prinsip keselamatan dan keamanan biologis dalam pengelolaan biosampel. Materi mencakup penilaian risiko, pengendalian teknis dan administratif, penggunaan alat pelindung diri, pengelolaan akses, tanggap darurat, serta monitoring dan evaluasi sistem manajemen biorisiko.

Hari pertama ditutup dengan materi Quality Control in Biobank Practice yang kembali disampaikan oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D. Peserta diperkenalkan pada hubungan antara Quality Management System (QMS), Quality Assurance (QA), dan Quality Control (QC), termasuk penerapan QC terhadap biosampel, data, dan proses pengelolaan biobank.

Rangkaian materi hari pertama memberikan landasan konseptual bagi peserta sebelum memasuki pembahasan yang lebih spesifik mengenai manajemen data pada hari kedua. Dengan pemahaman mengenai sampel, infrastruktur, biosafety, dan mutu, peserta diharapkan memiliki perspektif yang utuh bahwa pengelolaan biosampel dan data merupakan dua komponen yang saling terintegrasi dalam membangun biobank yang berkualitas.

Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami berbagai tantangan pengelolaan biobank di institusi masing-masing.