Yogyakarta, 11 Agustus 2026 — Setelah membangun pemahaman mengenai prinsip dasar dan praktik pengelolaan biobank pada hari pertama, Workshop Nasional Manajemen Data Biobank memasuki hari kedua dengan fokus utama pada manajemen data dan metadata biobank.
Manajemen data menjadi bagian yang semakin penting dalam penyelenggaraan biobank karena data yang menyertai biosampel mencakup berbagai informasi, mulai dari identitas sampel, data klinis, informasi pre-analitik, hingga riwayat penyimpanan dan distribusi. Pengelolaan yang tidak terstruktur dapat meningkatkan risiko inkonsistensi, kehilangan data, kesalahan pencatatan, dan keterbatasan traceability.
Kegiatan hari kedua diawali dengan materi Best Practices in Data Management dan Standardisasi Data yang disampaikan oleh dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D. Peserta diperkenalkan pada praktik terbaik dalam pencatatan dan dokumentasi biobank untuk menjamin ketertelusuran biosampel. Pembahasan mencakup Good Documentation Practice, pengelolaan dokumen dan rekaman, pengendalian dokumen, pencatatan kegiatan laboratorium, dokumentasi penggunaan peralatan, monitoring lingkungan penyimpanan, pengelolaan arsip, hingga audit trail.
Pembahasan kemudian berlanjut pada pengenalan SIMBIOX yang disampaikan oleh Sunandar Hariyanto, S.T., M.Eng. Sesi ini memberikan gambaran mengenai penerapan sistem informasi untuk mendukung digitalisasi dan standardisasi pengelolaan data biobank di Biobank FK-KMK UGM. .
Pengalaman implementasi biobank menjadi topik berikutnya melalui sesi yang menghadirkan Abdullah Faqih Al Mubarok, M.Sc. dari BGSi Kementerian Kesehatan RI. Peserta memperoleh gambaran mengenai pengalaman implementasi biobank serta jenis data dan metadata yang dicatat untuk mendukung ketertelusuran dan pemanfaatan biosampel. Pembahasan juga mengangkat tantangan implementasi dan pembelajaran yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan biobank di Indonesia.
Perspektif internasional kemudian dihadirkan melalui materi Standard Practices in Data Management Biobank and ISO 20387 oleh Riad Gacem, M.S dari Didata Switzerland. Sesi ini membahas praktik standar dalam manajemen data dan metadata biobank, termasuk upaya menjaga kualitas, integritas, keamanan, dan ketertelusuran data serta penerapan ISO 20387.
Setelah sesi pagi, pembahasan dilanjutkan pada aspek bioetika oleh dr. Wika Hartanti, MIH membawakan materi mengenai bioetika dalam pengumpulan, penggunaan, dan pemanfaatan jangka panjang data serta biosampel pada biobank. Peserta diajak memahami prinsip otonomi, beneficence, non-maleficence, dan justice, termasuk penerapan informed consent, broad consent, secondary use, perlindungan privasi, serta tata kelola pemanfaatan data dan biosampel secara bertanggung jawab.
Aspek etika kemudian dilengkapi dengan pembahasan aspek hukum dalam pengumpulan data, data sharing, dan biospecimen sharing yang disampaikan oleh Dr. Rimawati, S.H., M.Hum. Materi menyoroti kerangka regulasi, perlindungan data pribadi, hak dan kewajiban para pihak, serta aspek hukum dalam kerja sama dan pertukaran data maupun biosampel antarinstitusi.
Selanjutnya, Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D. membawakan materi mengenai Keamanan Data, Privasi, Interoperabilitas, dan Standardisasi Data. Peserta mendapatkan perspektif mengenai pentingnya membangun ekosistem data yang aman dan terintegrasi, termasuk penerapan prinsip FAIR serta pengelolaan metadata dan keterlacakan data untuk mendukung kolaborasi riset berbasis data.
Rangkaian materi hari kedua ditutup dengan diskusi panel mengenai tantangan implementasi data biobank di Indonesia. Panel menghadirkan dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D., Dr. Rimawati, S.H., M.Hum., dr. Wika Hartanti, MIH, dan Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D. Diskusi membahas tantangan pengelolaan data dan metadata, interoperabilitas dan integrasi sistem informasi, perlindungan data pribadi, keamanan informasi, aspek etik dan hukum, kesiapan infrastruktur dan sumber daya, serta kebutuhan kolaborasi antarlembaga.
Dengan berakhirnya sesi hari kedua, peserta telah memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif bahwa pengelolaan biobank tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dan pemeliharaan biosampel, tetapi juga membutuhkan tata kelola data yang terstandar, aman, etis, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pembahasan tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti hari ketiga yang dirancang dalam bentuk hands-on, sehingga konsep yang telah diperoleh selama dua hari dapat diterapkan melalui simulasi dan praktik pengelolaan data biobank.

