Yogyakarta, 12 Agustus 2026 — Setelah mendapatkan pembekalan konseptual mengenai biobank dan manajemen data selama dua hari, peserta Workshop Nasional Manajemen Data Biobank memasuki tahap praktik pada hari ketiga. Kegiatan hari ketiga dirancang sebagai sesi hands-on untuk memberikan pengalaman langsung dalam penerapan sistem manajemen data biobank.
Sesi praktik menjadi bagian penting dalam rangkaian workshop karena tujuan kegiatan tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga memberikan pengalaman praktik langsung dalam sistem manajemen data biobank.
Kegiatan diawali dengan pembagian peserta ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti rangkaian praktik, peserta diajak untuk melihat video profil Biobank dan pengelolaan biosampel serta data di Biobank FK-KMK UGM. Peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya jawab dan berdiskusi pada sesi ini. Selanjutnya, peserta mulai memasuki sesi praktik yang berfokus pada registrasi kontrak, sampel serta input data demografi dan biospesimen. Sesi yang difasilitasi oleh F. Linda Tri P., S.Tr.Kes memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami alur pencatatan data sejak tahap registrasi serta bagaimana informasi donor dan biospesimen dimasukkan ke dalam sistem. Praktik kemudian dilanjutkan dengan materi Labeling dan Freezer Mapping. Peserta mempelajari keterkaitan antara identitas sampel, label, serta lokasi penyimpanan. Konsep freezer mapping menjadi bagian penting dalam menjaga ketertelusuran posisi biosampel di dalam sistem penyimpanan.
Sesi berikutnya membahas Tracking, Traceability, Penarikan, Aliquot, dan Pemusnahan yang difasilitasi oleh Efri Kurniawan, S.Tr.AK. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bagaimana pergerakan dan lokasi biosampel dapat ditelusuri sehingga keberadaan dan riwayat pengelolaannya dapat terdokumentasi dengan baik.
Selanjutnya, Nurdin Fauzi Zaman, S.T. membawakan materi mengenai SIMBIOX, Role & Akses Pengguna serta Backup Data dan Keamanan Sistem. Peserta diperkenalkan pada pentingnya pengaturan hak akses pengguna berdasarkan peran serta mekanisme perlindungan dan pencadangan data dalam sistem informasi biobank.
Setelah sesi praktik, peserta mendapatkan tugas kelompok. Dalam kegiatan tersebut, Setiap kelompok diminta untuk menyusun 1 (satu) rancangan biobank berdasarkan kondisi dan kebutuhan institusi masing-masing, yang mencakup:Tujuan dan pemanfaatan biobank, Rencana pengembangan biobank, Struktur dan pengelolaan data, Jenis biospesimen yang akan disimpan, Identifikasi pemangku kepentingan dan pengguna, serta Mekanisme komunikasi dan koordinasi antar-pengguna.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan rancangan yang telah disusun. Peserta kemudian mempresentasikan hasil tugas kelompok dan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan ulasan terhadap hasil pekerjaan mereka. Sesi ini menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan mendiskusikan bagaimana konsep manajemen data dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing institusi.
Rangkaian workshop ditutup dengan evaluasi kegiatan. Tiga hari pelaksanaan workshop memberikan pengalaman pembelajaran yang bertahap, dimulai dari pemahaman dasar mengenai biobank, dilanjutkan dengan penguatan aspek manajemen data, etika, hukum, keamanan dan standardisasi, hingga praktik langsung pengelolaan data dan meta data.
Melalui kombinasi paparan, diskusi, dan praktik, workshop diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas pengelola biobank, peneliti, teknisi laboratorium, data manager, IT biobank, akademisi, serta institusi kesehatan dan penelitian dalam membangun sistem manajemen biobank yang lebih efektif, efisien, aman, dan sesuai dengan standar internasional.
Dengan berakhirnya sesi hands-on dan evaluasi, Workshop Nasional Manajemen Data Biobank 2026 resmi menuntaskan rangkaian kegiatan tiga hari di FK-KMK UGM, dengan menempatkan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola data sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem biobank di Indonesia.

