Workshop Nasional Biobank Hari Pertama: Memperkuat Fondasi Pengelolaan Biobank yang Berkualitas

Yogyakarta, 10 Agustus 2026 — Pengelolaan biobank yang berkualitas tidak hanya bergantung pada tersedianya fasilitas penyimpanan biosampel, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan yang terstandar, terdokumentasi, dan mampu menjamin kualitas serta ketertelusuran sampel. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama pada hari pertama Workshop Nasional Manajemen Data Biobank yang diselenggarakan pada 10–12 Agustus 2026 di Auditorium U.8.6, Lantai 8, Gedung Tahir Foundation Sayap Utara, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM).

Workshop yang mengangkat tema “Basic Best Practises in Biobank with a specific topic on Strengthening Biobank Data Management for Research” ini diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari 17 instansi. Peserta berasal dari berbagai latar belakang dan institusi yang berkaitan dengan pengelolaan biosampel, penelitian kesehatan, laboratorium, serta manajemen data biobank. Keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu kekuatan kegiatan karena memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman dan praktik pengelolaan biobank dari berbagai institusi.

Workshop ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam manajemen data biobank yang berkualitas, aman, dan sesuai dengan standar internasional. Selain itu, kegiatan juga memberikan pemahaman mengenai konsep dasar biobank, praktik terbaik dalam pengelolaan sampel dan infrastruktur, aspek keamanan dan etika, serta pengalaman praktik langsung dalam sistem manajemen data biobank.

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan. Dalam sambutannya, Ketua Panitia, dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D., menyampaikan pengantar mengenai pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan biobank. Kegiatan pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Dekan Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad, Subsp. PRP-(K) serta foto bersama peserta dan panitia.

Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai Konsep Dasar Biobank yang disampaikan oleh Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D. Materi membahas konsep dan fungsi biobank, perannya dalam mendukung penelitian kesehatan, siklus hidup biosampel, berbagai jenis biosampel, serta penerapan standar dan pedoman internasional dalam penyelenggaraan biobank.

Sesi berikutnya membahas Best Practices Infrastruktur dan Bahan yang disampaikan oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D. Materi membahas mengenai pentingnya standar biobank, perbandingan ISBER–NCI–IARC hingga strategi penerapan bertahap menuju ISO 20387

Aspek penyimpanan biosampel kemudian diperdalam melalui materi “No Downtime, No Compromise: Choosing the Right Cryopreservation Strategy” yang disampaikan oleh Sarifin, S.Si., M.M. Pembahasan menyoroti strategi cryopreservation, pemilihan metode penyimpanan berdasarkan karakteristik biosampel, penggunaan ultra-low temperature freezer dan liquid nitrogen, sistem monitoring dan peringatan dini, serta pentingnya perencanaan backup dan pengelolaan risiko kegagalan penyimpanan.

Setelah sesi siang, peserta memperoleh materi Manajemen Sampel dari dr. Ery Kus Dwianingsih, Ph.D., Sp.P.A., Subsp. M.S. (K), Subsp. S.M. (K). Materi menekankan pentingnya pengelolaan biosampel sejak tahap pre-analitik, penerimaan dan registrasi, aliquoting dan pemrosesan, hingga penyimpanan, quality control, dokumentasi, dan traceability. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan integritas biosampel selama seluruh siklus pengelolaannya.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi Biosafety dan Biosecurity pada Koleksi dan Penyimpanan Sampel Infeksius Jangka Panjang oleh  Dra. Dewajani Purnomosari, M.Si., Ph.D. dari tim Biosafety FKKMK UGM yang membahas penerapan prinsip keselamatan dan keamanan biologis dalam pengelolaan biosampel. Materi mencakup penilaian risiko, pengendalian teknis dan administratif, penggunaan alat pelindung diri, pengelolaan akses, tanggap darurat, serta monitoring dan evaluasi sistem manajemen biorisiko.

Hari pertama ditutup dengan materi Quality Control in Biobank Practice yang kembali disampaikan oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc., Ph.D. Peserta diperkenalkan pada hubungan antara Quality Management System (QMS), Quality Assurance (QA), dan Quality Control (QC), termasuk penerapan QC terhadap biosampel, data, dan proses pengelolaan biobank.

Rangkaian materi hari pertama memberikan landasan konseptual bagi peserta sebelum memasuki pembahasan yang lebih spesifik mengenai manajemen data pada hari kedua. Dengan pemahaman mengenai sampel, infrastruktur, biosafety, dan mutu, peserta diharapkan memiliki perspektif yang utuh bahwa pengelolaan biosampel dan data merupakan dua komponen yang saling terintegrasi dalam membangun biobank yang berkualitas.

Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami berbagai tantangan pengelolaan biobank di institusi masing-masing.