Posts

Kunjungan Prof. Martina Micheletti dari University College London ke Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 14 November 2023, Biobank FK-KMK UGM menerima kunjungan istimewa dari Prof. Martina Micheletti, pakar teknik biokimia dari University College London (UCL). Dalam kunjungan ini, Prof. Micheletti disambut oleh Ketua Tim Pengelola Biobank, Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., yang memaparkan berbagai aspek penting terkait pengelolaan Biobank.

Bu Jajah menjelaskan bagaimana Biobank FK-KMK UGM menjaga standar etika dan keamanan dalam pengelolaan data dan sampel. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pembagian akses yang ketat antara teknisi dan manajer data. “Akses ke Biobank sangat terbatas. Teknisi dapat mengakses sampel, tetapi tidak dapat mengakses data demografi sampel. Sementara itu, manajer data memiliki akses ke semua data, tetapi tidak dapat mengakses sampel,” jelasnya. Sistem ini dirancang untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data serta memastikan standar etika penelitian tetap terjaga.

Prof. Micheletti memberikan apresiasi terhadap sistem pengelolaan yang diterapkan oleh Biobank FK-KMK UGM. Beliau juga menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki peluang kerja sama di masa mendatang. Diskusi antara kedua pihak mencakup potensi kolaborasi dalam penelitian yang melibatkan teknik biokimia dan pengembangan sistem pengelolaan Biobank yang lebih inovatif.

Kunjungan ini menegaskan posisi Biobank FK-KMK UGM sebagai salah satu institusi yang menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan data dan sampel, sekaligus membuka peluang untuk menjalin kolaborasi internasional yang strategis.

 

Kata kunci : SDGs 3, 4 dan 17

Kontributor: F. Linda Tri P

 

One Day Seminar: “Ethics-Legal-Social Implication in Science and Technology Advancement and Precision Medicine”

Pada tanggal 6 November 2024, Tim PUAPT Working Group Health Autonomy, Precicion Medicine dan ELSI bekerjasama dengan Balai Besar Binomika Kementerian Kesehatan RI sukses menyelenggarakan One Day Seminar on “Ethics-Legal-Social Implication in Science and Technology Advancement and Precision Medicine” di Alana Convention Hall, Yogyakarta. Seminar ini merupakan bagian dari pendanaan Program Unggulan Aktivitas Pendidikan dan Teknologi (PUAPT) UGM 2024 yang berfokus pada aspek bioetika dalam kedokteran presisi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian International Bioethics and Humanities Conference (IBHC) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Pusat Kajian Etik UGM.

Seminar ini bertujuan untuk Mengeksplorasi berbagai perspektif dan tantangan terkait aspek etika, hukum, dan sosial (Ethics-Legal-Social Implication/ELSI) dalam sains, teknologi, dan praktik kedokteran presisi di Indonesia serta Asia Tenggara dan Mendorong dialog strategis untuk menghasilkan rekomendasi teknologi dan praktik kedokteran presisi yang beretika dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai kalangan, di antaranya, Dosen dan tenaga kependidikan FK-KMK UGM, Mahasiswa pascasarjana, termasuk S2 dan S3 Bioteknologi, S2 Ilmu Kedokteran Dasar, S2 Ilmu Kedokteran Klinis, serta Magister Ilmu Biomedis, Tim PUAPT Working Group dalam bidang Health Autonomy, Precision Medicine, dan ELSI, Perwakilan unit kerja dan pusat kajian FK-KMK UGM, serta perwakilan dari RSA UGM.

Seminar menghadirkan lima narasumber yang ahli di bidangnya:

  1. Serene Ong, Ph.D. dari Precise-CBME, National University of Singapore (NUS), membahas perspektif global dalam bioetika terkait kedokteran presisi.
  2. Perwakilan dari Balai Besar Binomika Kementerian Kesehatan RI, yang membahas kebijakan bioetika di Indonesia.
  3. R. Aditya Kusuma, SpOG dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, yang memaparkan penerapan kedokteran presisi di layanan kesehatan ibu dan anak.
  4. Muflihatul Muniroh, M.Si., Med., Ph.D. dari Universitas Diponegoro, yang mengulas tantangan bioetika dalam riset berbasis genom.
  5. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK dari Universitas Gadjah Mada, yang menjelaskan aspek mikrobiologi dan genetik dalam pengembangan kedokteran presisi di Indonesia.

Diskusi dipandu oleh Jajah Fachiroh, S.P., M.Si., Ph.D., yang berhasil memfasilitasi dialog mendalam mengenai tantangan dan solusi strategis dalam implementasi kedokteran presisi.

Sebagai bentuk dukungan, dua staf Biobank FK-KMK UGM dan seorang dosen turut berkontribusi dalam kepanitiaan seminar. Peran ini menjadi bagian dari upaya Biobank FK-KMK UGM dalam memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional.

Kegiatan ini berhasil membuka wawasan baru bagi peserta mengenai pentingnya penerapan ELSI dalam pengembangan teknologi dan kedokteran presisi. Diskusi strategis yang berlangsung menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk penguatan regulasi bioetika, pengembangan kebijakan berbasis bukti, serta dorongan untuk kolaborasi lintas sektor.

Melalui seminar ini, FK-KMK UGM berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan teknologi dan kedokteran yang beretika, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara.

Kata kunci : SDGs 3, 4 dan 17

Kontributor: F. Linda Tri P

FK-KMK UGM Dukung Workshop Penatalaksanaan Laboratorium IPA di SMA N 1 Temon

Sebagai bagian dari upaya mendukung pendidikan menengah dalam pengelolaan laboratorium yang aman dan efisien, FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) berkontribusi dalam kegiatan Workshop Penatalaksanaan Laboratorium IPA yang digelar di SMA Negeri 1 Temon, Kulon Progo, pada 4 November 2024. Workshop ini diadakan atas inisiatif SMA N 1 Temon yang secara khusus mengundang dua teknisi laboratorium FK-KMK UGM, yaitu F. Linda Tri P., S.Tr.Kes (Biobank FK-KMK UGM) dan Nandya Arifka P., S.Si (Laboratorium Pendidikan Terpadu FK-KMK UGM), sebagai narasumber.

Dalam kegiatan ini, kedua narasumber FK-KMK UGM memberikan materi yang relevan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium. F. Linda Tri P., S.Tr.Kes membawakan materi tentang pedoman keselamatan kerja di laboratorium, yang mencakup tata cara menangani bahan kimia dan pengelolaan limbah hasil praktikum secara aman dan ramah lingkungan. “Keselamatan di laboratorium adalah aspek penting yang tidak bisa diabaikan, terutama untuk melindungi semua yang terlibat dan yang tidak terlibat di Laboratorium dari potensi bahaya,” jelasnya.

Nandya Arifka P., S.Si, di sisi lain, menyampaikan materi terkait penataan dan perawatan alat laboratorium. Ia menyoroti pentingnya menjaga alat-alat laboratorium agar tetap dalam kondisi baik serta bagaimana pengelolaan bahan kimia yang benar dapat menunjang pembelajaran.

Selain sesi materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan kunjungan langsung ke laboratorium IPA SMA N 1 Temon. Dalam kunjungan tersebut, kedua narasumber memberikan penilaian dan masukan terkait kondisi laboratorium yang ada. Mereka memberikan saran terkait pengaturan tata letak alat, kebutuhan alat keselamatan tambahan seperti alat pemadam kebakaran, serta langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi manajemen laboratorium. “Laboratorium ini memiliki potensi besar. Dengan beberapa perbaikan sederhana, fasilitas ini dapat mendukung pembelajaran siswa lebih optimal,” ujar salah satu narasumber.

Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi, di mana para guru dan teknisi laboratorium SMA N 1 Temon berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam pengelolaan laboratorium sehari-hari. Solusi praktis yang diberikan oleh narasumber diharapkan dapat langsung diterapkan untuk memperbaiki pengelolaan laboratorium.

Pihak SMA N 1 Temon menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesediaan FK-KMK UGM berbagi ilmu dan pengalaman. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan kontribusi para narasumber dari FK-KMK UGM. Masukan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami dalam mengelola laboratorium yang lebih baik ke depannya,” ungkap Kepala SMA N 1 Temon.

FK-KMK UGM memandang kolaborasi ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial universitas dalam mendukung pendidikan di tingkat sekolah menengah. Diharapkan, hasil dari workshop ini dapat menjadi langkah awal bagi laboratorium IPA SMA N 1 Temon untuk berkembang menjadi laboratorium yang aman, modern, dan berkualitas.

 

Kata kunci : SDGs 4

Kontributor: F. Linda Tri P

Workshop WDMC: Membangun Infrastruktur Biobank untuk Pengawasan Infeksi di Suzhou, China

Pada tanggal 11 hingga 14 Oktober 2024, Jajah Fachiroh berkesempatan untuk mengikuti Workshop The World Data Centre for Microorganisms (WDCM) di Suzhou, China, dengan fokus pada Biobank untuk Infeksi dan Skema Berbagi Data. Workshop yang ditujukan bagi negara-negara berkembang sangat diperlukan. Fokus pada kapasitas pelestarian sumber daya patogen dan berbagi data genom diharapkan dapat memfasilitasi integrasi kesehatan global dan penerapan data genomik dalam pengawasan kesehatan. Acara ini diselenggarakan oleh WFCC-MIRCEN World Data Centre for Microorganisms (WDCM) dan didukung oleh Badan Internasional Organisasi Kesehatan Dunia untuk Penelitian Kanker Biobank & Jaringan Bangunan Kohort (WHO-IQRC Biobank), Pusat Data Mikrobiologi Nasional (NMDC), serta Pusat Sumber Daya Patogen Nasional (NPRC).

Workshop ini dihadiri oleh berbagai ahli dan peneliti dari seluruh dunia, dan mencakup rangkaian presentasi, diskusi, serta kunjungan ke industri terkait dan biobank di Shanghai, yang merupakan salah satu biobank terbesar di dunia yang menyimpan koleksi 15 juta vial sampel biologis. Biobank ini berfokus pada kesehatan dan menjadi yang kedua terbesar setelah BGI Biobank di Shenzhen. Kunjungan ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana biobank dikelola dan dimanfaatkan dalam pengawasan kesehatan masyarakat.

Dengan demikian, workshop ini menjadi platform penting untuk meningkatkan kapasitas dan kolaborasi internasional dalam bidang penelitian dan pengawasan kesehatan, terutama dalam menghadapi tantangan penyakit menular yang semakin kompleks.

Kata kunci : SDGs 3, 4 dan 17

Kontributor: F. Linda Tri P dan Efri Kurniawan

Diskusi Rencana Kolaborasi Riset: Membangun Sinergi Kolaborasi Riset

Setelah melakukan kunjungan ke berbagai fasilitas riset di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Prof. Ganesan Karthikeyan, MBBS, MD, DM, M.Sc., melanjutkan agenda dengan diskusi mendalam mengenai rencana kolaborasi riset. Diskusi ini melibatkan Departemen Jantung dan Kedokteran Vaskular serta berbagai tim riset di FK-KMK UGM, termasuk Tim Biobank, Tim Health and Demographic Surveillance System (HDSS), Tim Peneliti Rheumatic Heart Disease, dan Tim Laboratorium Riset Terpadu.

Kegiatan dimulai dengan presentasi yang disampaikan oleh Prof. Ganesan, di mana beliau memperkenalkan biorepository dari Translational Health Science and Technology Institute (THSTI) di India. Dalam presentasinya, ia menjelaskan berbagai riset yang sedang berlangsung di THSTI, yang mencakup bidang kesehatan ibu dan anak, penelitian vaksin, tuberculosis, mikrobiologi, imunobiologi, penemuan obat, serta layanan pengembangan klinis. Selain itu, Prof. Ganesan juga menyoroti pentingnya pusat matematika dan biologi komputasi, serta desain dan diagnostik biologis yang menjadi bagian integral dari penelitian yang dilakukan oleh TSTI.

Dalam diskusi tersebut, Prof. Ganesan menjelaskan potensi berbagai studi yang dapat dikerjakan dan dikembangkan bersama antara kedua institusi. Beliau mengemukakan ide-ide inovatif yang dapat diimplementasikan melalui kolaborasi, termasuk penelitian multidisipliner yang dapat memberikan kontribusi signifikan dalam bidang kesehatan global.

Tim Biobank, yang diwakili oleh dr. Ery Kus Dwianingsih, Ph.D., Sp.PA (K), menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap diskusi ini. Mereka menyambut baik peluang untuk berbagi pengetahuan dan sumber daya, serta meningkatkan kapasitas penelitian di Indonesia. Diskusi ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran ide dan strategi yang dapat memperkuat penelitian kesehatan di kedua negara.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta proyek penelitian yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga berkontribusi pada pemecahan masalah kesehatan yang lebih luas di tingkat internasional.

Kata kunci : SDGs 3, 4 dan 17

Kontributor: F. Linda Tri P dan Efri Kurniawan

Kunjungan Prof. Ganesan Karthikeyan ke Biobank FK-KMK UGM: Peluang Kerja Sama Riset Internasional

Pada Kamis, 17 Oktober 2024, Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan dari Prof. Ganesan Karthikeyan, seorang ahli terkemuka di bidang kedokteran dari All India Institute of Medical Sciences, New Delhi, India. Kunjungan ini  merupakan rangkaian kegiatan Visiting Profesor and Guest Lecturer yang diselenggarakan oleh Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vakular serta bertujuan untuk mengeksplorasi alur kerja, layanan, sistem, dan tata kelola yang diterapkan di Biobank FK-KMK UGM, serta membahas kemungkinan kerja sama antara kedua institusi dalam bidang penelitian.

Prof. Ganesan, yang merupakan seorang dokter spesialis jantung dengan gelar MBBS, MD, DM, dan M.Sc., didampingi oleh dr. Dyah Wulan Anggrahini, Ph.D, Sp.JP, serta dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc., Ph.D., SpPD., SpJP (K). Keduanya merupakan peneliti aktif yang berkontribusi dalam pengumpulan sampel di Biobank FK-KMK UGM dan memiliki peran penting dalam penelitian jantung dan pembuluh darah yang sedang berlangsung.

Selama kunjungan, tim dari Biobank mempresentasikan berbagai informasi terkait koleksi sampel yang ada, jumlah peneliti yang terlibat, serta judul-judul penelitian yang sedang dikerjakan oleh tim Cardiology Research Office. Sesi presentasi ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai potensi kolaborasi riset di masa depan, terutama dalam bidang kesehatan jantung dan pembuluh darah, yang merupakan fokus utama dari kedua institusi.

Prof. Ganesan mengungkapkan ketertarikan yang besar terhadap sistem pengelolaan dan pemanfaatan sampel yang diterapkan di Biobank FK-KMK UGM. Di Negaranya, Prof Ganesan juga aktif dalam kegiatan biorepository di THSTI (https://biorepository.thsti.in/) yang merupakan biorepository terbesar di India sebagai direktur eksekutif.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun jaringan kolaborasi internasional yang lebih kuat di bidang penelitian medis terutama penelitian yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, serta meningkatkan kualitas riset yang dilakukan oleh kedua institusi. Melalui kerjasama ini, diharapkan akan tercipta inovasi dan penemuan baru yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kata Kunci SDGs: SDGs 4 dan 17

Kontributor: F. Linda Tri Pramatasari

Audit Manajemen Sampel Berbasis GCLP di Biobank FK-KMK UGM

Pada tanggal 12 September 2024, Biobank Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan dari para peserta pelatihan Good Clinical Laboratory Practice (GCLP). Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai standar laboratorium klinis yang baik, terutama dalam konteks uji klinis.

GCLP merupakan pedoman internasional yang dikembangkan untuk menjamin praktik laboratorium yang berkualitas dalam penggunaan sampel manusia untuk studi klinis. Pedoman ini muncul untuk menjawab kebutuhan laboratorium klinis yang memproses spesimen dari uji klinis, di mana Good Clinical Practice (GCP) dan Good Laboratory Practice (GLP) sebelumnya tidak secara khusus mengakomodasi analisis sampel manusia dari uji klinis. Pada tahun 2003, British Association of Research Quality Assurance (BARQA) memperkenalkan GCLP untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Pedoman ini kini diakui oleh berbagai lembaga, termasuk WHO, dan telah menjadi standar untuk laboratorium yang terlibat dalam uji klinis, terutama dalam penelitian penyakit menular.

Kunjungan peserta pelatihan GCLP ke Biobank FK-KMK UGM bertujuan untuk mempraktikkan keterampilan mereka dalam mengaudit laboratorium berdasarkan prinsip-prinsip GCLP. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing bertugas melakukan audit pada aspek yang berbeda, yaitu peralatan laboratorium, Standard Operating Procedures (SOP), dan manajemen sampel.

Kelompok yang fokus pada manajemen sampel bertanggung jawab memeriksa bagaimana Biobank FK-KMK UGM menerapkan kontrol kualitas dan ketertelusuran data serta spesimen. Mereka memastikan bahwa alur kerja dan SOP di Biobank sesuai dengan pedoman GCLP, baik dalam dokumen maupun dalam praktik di lapangan. Audit ini mencakup penilaian terhadap integritas dan kualitas spesimen, serta bagaimana data diproses dan dilacak untuk menjaga kepercayaan terhadap hasil penelitian yang dihasilkan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas laboratorium klinis di negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam menerapkan praktik laboratorium berkualitas sesuai standar internasional. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan laboratorium mampu berkontribusi dalam riset klinis global yang berkualitas.

Kata Kunci SDGs: SDGs 3, 4, dan 17

Kontributor: F. Linda Tri Pramatasari

Mahasiswa Baru Prodi S3 Angkatan 2024 Kunjungi Biobank FK-KMK UGM

Penjelasan Fasilitas Biobank

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Tour Kampus untuk mahasiswa baru Program Doktoral (Prodi S3) angkatan 2024, sebanyak 58 mahasiswa baru mengadakan kunjungan ke Biobank FK-KMK UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan serta memberikan penjelasan mendalam mengenai fasilitas-fasilitas yang tersedia di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dengan salah satu fokus kunjungan pada Biobank sebagai salah satu fasilitas utama yang mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan rinci mengenai berbagai alat dan fasilitas yang ada di Biobank. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan tipe-tipe sampel yang tersimpan di Biobank, yang meliputi sampel biologis yang dapat digunakan untuk penelitian di berbagai bidang kesehatan dan kedokteran serta alur penggunaan fasilitas. Informasi ini sangat penting bagi para mahasiswa program doktoral, yang diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas dan sampel tersimpan di Biobank untuk proyek penelitian atau tugas akhir mereka.

Diakhir kunjungan, para mahasiswa diberikan wawasan tentang aplikasi manajemen data yang digunakan oleh Biobank untuk mencatat dan mengelola transaksi sampel. Aplikasi ini memungkinkan pelacakan yang komprehensif dari setiap sampel, mulai dari saat pengambilan, pengelolaan, penyimpanan, hingga penggunaan sampel, serta pemusnahan jika sampel tersebut sudah selesai digunakkan. Dengan sistem manajemen yang canggih ini, Biobank FK-KMK UGM memastikan bahwa setiap sampel dikelola dengan efisien dan sesuai dengan standar penanganan yang tinggi.

Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa baru terhadap fasilitas yang tersedia dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya untuk mendukung penelitian mereka. Dengan adanya fasilitas seperti Biobank, FK-KMK UGM terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur yang mendukung terciptanya penelitian berkualitas dan pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Penjelasan Manajemen Data Biobank

Kata Kunci SDGs: SDGs 3, 4, dan 17

Kontributor: F. Linda Tri Pramatasari

Penjelasan Mengenai Biobank FK-KMK UGM untuk Mahasiswa Program Doktor Angkatan 2024

Paparan Biobank oleh dr. Junaedy Yunus, M.Sc, Ph.D

Pada hari Rabu, 22 Agustus 2024, bertempat di ruang CBT C Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), diadakan Tour Kampus bagi mahasiswa baru Prodi S3 Angkatan 2024 yang bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan penjelasan mendalam mengenai fasilitas yang ada di FKKMK salah satunya Biobank. Dalam kesempatan tersebut, dr. Junaedy Yunus, M.Sc, Ph.D, yang mewakili Biobank FK-KMK UGM, memberikan paparan komprehensif tentang fungsi dan peran penting Biobank dalam mendukung penelitian dan pendidikan di lingkungan kampus.

Biobank merupakan salah satu core facilities atau fasilitas utama di FK-KMK UGM yang dirancang untuk mendukung kegiatan penelitian, terutama dalam bidang kedokteran dan kesehatan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk mahasiswa program doktor. dr. Junaedy Yunus, M.Sc, Ph.D menjelaskan bahwa dengan adanya Biobank, mahasiswa diharapkan dapat lebih mudah mengakses sarana penyimpanan sampel dan juga sampel tersimpan yang diperlukan untuk penelitian mereka, sehingga proses belajar mengajar, terutama bagi mahasiswa program doktor, dapat berjalan lebih lancar dan efektif.

Dalam paparannya, dr. Junaedy Yunus, M.Sc, Ph.D juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan pihak-pihak terkait di FK-KMK UGM dalam memanfaatkan Biobank untuk kepentingan penelitian. Ia berharap bahwa Biobank dapat menjadi pusat referensi penyimpanan sampel dan sampel tersimpan yang handal bagi mahasiswa, tidak hanya untuk menyelesaikan studi mereka, tetapi juga untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pada kesempatan yang sama, Biobank FK-KMK UGM juga menyambut dengan hangat kedatangan mahasiswa program doktor angkatan 2024. Para mahasiswa baru ini diharapkan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada, termasuk Biobank, untuk mendukung studi dan penelitian mereka. “Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa program doktor angkatan 2024. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menempuh pendidikan hingga selesai,” ujar dr. Junaedy Yunus, M.Sc, Ph.D di akhir pertemuan.

Dengan hadirnya Biobank dan berbagai fasilitas pendukung lainnya, FK-KMK UGM terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, sehingga dapat mencetak lulusan yang unggul dan siap berkontribusi dalam dunia kesehatan di Indonesia maupun Internasional.

 

Kata Kunci SDGs: SDGs 3, 4, 17

Kontributor: F. Linda Tri Pramatasari

Diskusi Jejaring Biobank Indonesia: Upaya Penyusunan RPMK untuk Penguatan Regulasi dan Insentif Biobank

Pada hari Jumat, 19 Juli 2024, berlangsung diskusi penting yang diadakan oleh Jejaring Biobank Indonesia. Diskusi ini melibatkan perwakilan dari beberapa institusi terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan Universitas Gadjah Mada. Mereka berkumpul untuk membahas rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) yang mengatur tentang Teknologi Kesehatan, khususnya terkait Biobank.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi berlangsung secara produktif dan mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari penetapan tujuan yang ingin dicapai, identifikasi aspek-aspek yang perlu diatur, hingga penentuan arahan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penyusunan RPMK. Pertemuan ini ditutup dengan sejumlah kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi tersebut.

Kesimpulan:

  1. Registrasi Biobank Penting: Kesimpulan utama yang disepakati adalah pentingnya registrasi Biobank, terutama sepanjang RPMK disusun dengan tujuan pembinaan.
  2. Konten yang Harus Dimuat dalam RPMK: Beberapa elemen yang harus dimuat dalam RPMK mencakup:
  • Insentif: Diberikan dalam bentuk perlindungan hukum, pengembangan sistem yang lebih baik, peningkatan kerjasama, pembinaan untuk pendanaan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan, alokasi dana, penguatan SDM, dan pengembangan fasilitas.
  • Sanksi: Harus ada kewajiban yang memiliki tujuan yang jelas untuk memastikan kepatuhan.
  • Harmonisasi Regulasi: Tidak boleh ada tumpang tindih dengan peraturan lain yang berkaitan dengan Biobank, termasuk regulasi terkait stem cell atau terapi.
  • Registrasi yang Berkelanjutan: Pentingnya registrasi Biobank sepanjang fungsi pembinaan berjalan, dengan insentif sebagai pendorong tambahan.

Rekomendasi:

  1. Definisi yang Jelas tentang Biobank: Penting untuk memperjelas definisi Biobank karena fasilitas ini merupakan bagian dari sistem kesehatan, pendidikan, dan riset yang harus terdaftar dan memiliki izin resmi.
  2. Insentif dari Pemerintah: Pemerintah disarankan untuk memberikan insentif dalam bentuk penguatan SDM dan fasilitas bagi Biobank yang terdaftar secara resmi.

Diskusi ini mencerminkan keseriusan berbagai pihak dalam membangun regulasi yang kuat dan efektif untuk mendukung perkembangan Biobank di Indonesia. Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan yang lebih baik, yang tidak hanya memberikan perlindungan tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi dalam bidang bioteknologi di Indonesia.

Kata Kunci SDGs:

SDGs 3, 4, dan 17

Kontributor:
F. Linda Tri Pramatasari